<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691</id><updated>2012-02-01T18:08:18.099-08:00</updated><title type='text'>DeathCity</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691.post-992019810830010451</id><published>2012-01-23T17:14:00.000-08:00</published><updated>2012-01-23T17:14:13.245-08:00</updated><title type='text'>Riwayat Sejarah Kisah Nabi Isa AS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;baiklah kali ini saya akan membahas mengenai &lt;b&gt;kisah Nabi Isa AS &lt;/b&gt;pada zaman rasul,nah ni kisah nabi and rasul kita isa AS.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Matahari tampak akan tenggelam, angin pun bertiup sepoi-sepoi di sekitar pepohonan. Harum semerbak mulai memenuhi mihrab Maryam. Bau itu menembus jendela mihrab dan mengepakkan sayapnya di sekeliling gadis perawan yang khusuk dalam salat tanpa seorang pun mendengar suaranya. Maryam merasa bahwa udara dipenuhi dengan bau harum yang mengagumkan. Ia kembali melakukan salatnya dengan khusuk dan mengungkapkan syukur kepadaAllahSWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Seekor burung hinggap di jendela mihrab. Ia mengangkat paruhnya ke atas dan mengarahkan ke matahari serta mengepakkan kedua sayapnya lalu ia terjun ke air dan mandi di dalamnya. Kemudian ia terbang ringan di sekitamya. Maryam ingat bahwa beliau lupa untuk menyirami pohon mawar yang tumbuh secara tiba-tiba di tengah dua batu yang tumbuh di luar mesjid. Maryam menyelesaikan salatnya lalu ia keluar dari mihrab dan menuju pohon. Belum selesai beliau siap-siap untuk keluar sehingga para malaikat memanggilnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yang semasa dengan kamu).” (QS. Ali ‘Imran: 42)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Maryam berhenti dan tampak wajahnya yang pucat dan semakin bertambah. Mihrab itu dipenuhi dengan kalimat-kalimat para malaikat yang memancarkan cahaya. Maryam merasa bahwa pada hari-hari terakhir terdapat perubahan pada suasana ruhaninya dan fisiknya. Di tempat itu tidak terdapat cermin sehingga ia tidak dapat melihat perubahan itu. Tetapi ia merasa bahwa darah, kekuatan dan masa mudanya mulai meninggalkan tempatnya dan digantikan dengan kesucian dan kekuatan yang lebih banyak. Beliau menyadari bahwa ia sedang gugup. Beliau merasakan kelemahan manusiawi dan adanya kekuatan yang luar biasa. Setiap kali tubuhnya merasakan kelemahan, maka bertambahlah kekuatan dalam ruhnya. Perasaan yang demikian ini justru membangkitkan kerendahan hatinya. Maryam mengetahui bahwa ia akan memikul tanggung jawab besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan (ingatlah) ketika malaikat (Jibril) berkata: ‘Hai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilih kamu, menyucikan kamu dan melebihkan kamu atas segala wanita di dunia (yong semasa dengan kamu).” (QS. Ali ‘Imran: 42)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Dengan kalimat-kalimat yang sederhana ini Maryam memahami bahwa Allah SWT telah memilihnya dan menyucikannya dan menjadikannya penghulu para wanita dunia. Beliau adalah wanita terbesar di dunia. Para malaikat kembali berkata kepada Maryam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan rukuklah bersama orang-orangyang ruku.” (QS. Ali ‘Imran: 43)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Perintah tersebut ditetapkan setelah adanya berita gembira agar beliau meningkatkan kekhusukannya, sujudnya, dan rukuknya kepada Allah SWT. Maryam lupa terhadap pohon mawar dan beliau kembali salat. Maryam merasakan bahwa sesuatu yang besar akan akan terjadi padanya. Beliau merasakan hal itu sejak beberapa hari, tetapi perasaan itu semakin menguat saat ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Matahari meninggalkan tempat tidurnya sementara malam telah bangkit sedangkan bulan duduk di atas singgasananya di langit dan di sekelilingnya terdapat awan-awan yang indah dan putih. Kemudian datanglah pertengahan malam dan Maryam masih sibuk dalam salatnya. Beliau menyelesaikan salatnya dan teringat pohon mawar itu lalu beliau membawa air di suatu bejana dan pergi untuk menyiramnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Pohon mawar itu tumbuh di antara dua batu di tempat yang tidak jauh dari mesjid yang hanya ditempuh beberapa langkah darinya. Tempat itu jauh dari jangkauan manusia sehingga tak seorang pun mendekatinya. Tempat itu sudah dijadikan tempat yang khusus bagi Maryam untuk melakukan salat di dalamnya atau beribadah. Maryam mendekati pohon mawar itu dan menyiramnya. lalu beliau meletakkan bejana, kemudian ia memikirkan pohon mawar itu di mana tangkainya semakin panjang pada dua malam yang dilaluinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Tiba-tiba, Maryam mendengar suara derap kaki yang mengguncang bumi. Beliau tidak mendengar suara kaki yang berjalan, tetapi beliau mendengar suara kaki yang menetap di atas batu serta pasir. Maryam merasakan ketakutan. Ia merasakan bahwa ia tidak sendirian. Ia menoleh ke sebelahnya namun ia tidak mendapati sesuatu pun. Kemudian kedua matanya mulai berputar-putar dan memperhatikan suatu cahaya yang berdiri di sana. Maryam gemetar ketakutan dan menundukkan kepalanya. Maryam berkata dalam dirinya, siapa gerangan orang yang berdiri di sana. Maryam memandang kepada wajah orang asing itu, dan menyebabkan ia gelisah. Wajah orang itu sangat aneh, di mana dahinya bercahaya lebih daripada cahaya bulan. Meskipun kedua matanya memancarkan kemuliaan dan kebesaran tetapi wajah orang itu justru menggambarkan kerendahan hati yang mengagumkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Pandangan pertama yang dilihat oleh Maryam kepada orang itu mengisyaratkan, bahwa orang itu memiliki kemuliaan yang diperoleh orang yang menyembah Allah SWT selama julaan tahun. Maryam bertanya kepada dirinya, siapa gerangan orang ini? Kemudian seakan-akan orang asing itu membaca pikiran Maryam dan berkata: “Salam kepadamu wahai Maryam.” Maryam dibuat terkejut mendengar adanya suara manusia di depannya. Maryam berkata sebelum menjawab salamnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Sesungguhnya aku berlindung daripadamu kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, jika kamu seorang yang bertakwa.” (QS. Maryam: 18)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Maryam berlindung di bawah lindungan Allah SWT dan ia bertanya kepadanya, “Apakah engkau manusia yang mengenal Allah SWT dan bertakwa kepadanya?” Kemudian orang itu tersenyum dan berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci.” (QS. Maryam: 19)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Orang asing itu belum selesai menyampaikan kalimatnya sehingga tempat itu dipenuhi cahaya yang menakjubkan yang tidak menyerupai cahaya matahari, cahaya bulan, cahaya lampu, cahaya lilin bahkan cahaya api. Di sana terdapat cahaya yang sangat jernih. Kemudian terngianglah di kepala Maryam kalimat: “Aku adalah seorang utusan Tuhanmu.” Kalau begitu, dia adalah penghulu para malaikat, Ruhul Amin (Jibril) yang telah berubah wujud menjadi manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Maryam mengangkat kepalanya dengan gemetar menahan luapan cinta. Jibril berdiri di depannya dalam bentuk manusia. Maryam memperhatikan kejernihan dahinya dan kesucian wajahnya. Benar apa yang diduganya bahwa Jibril memiliki kemuliaan yang diperoleh orang yang menyembah Allah SWT selama jutaan tahun. Kemudian Maryam mengingat kembali kalimat-kalimat yang diucapkan Jibril. Malaikat itu telah mengatakan bahwa ia adalah utusan Tuhannya, dan ia telah datang untuk memberi Maryam seorang anak laki-laki yang suci. Maryam ingat bahwa dirinya adalah seorang perawan yang belum tersentuh oleh seorang pun. Ia belum menikah dan belum dilamar oleh seseorang pun, maka bagaimana ia melahirkan anak tanpa melalui pernikahan. Pikiran-pikiran ini berputar-berputar di kepala Maryam lalu ia berkata kepada Jibril:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Maryam berkata: Bagaimana akan ada bagiku seorang anak laki-laki, sedang tidak pernah seorang manusia pun menyentuhku dan aku bukan (pula) seorangpezina!” (QS. Maryam: 20)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Jibril berkata:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Demikianlah Tuhanmu berfirman: ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan agar dapat Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia sebagai rahmat dari Kami; dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputushan.“‘ (QS. Maryam: 21)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Maryam menerima kalimat-kalimat Jibril. Tidakkah Jibril berkata kepadanya bahwa ini adalah perintah Allah SWT dan segala sesuatu yang diperintahkan-Nya pasti akan terlaksana. Kemudian, mengapa ia harus (ketika) melahirkan tanpa disentuh oleh seorang manusia pun. Bukankah Allah SWT mendptakan Nabi Adam tanpa seorang ayah dan seorang ibu? Sebelum diciptakannya Nabi Adam tidak ada pria dan wanita. Hawa diciptakan dari Nabi Adam dan ia pun diciptakan dari laki-laki, tanpa perempuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Biasanya manusia diciptakan melalui pasangan laki-laki dan perempuan; biasanya ia memiliki ayah dan ibu, tetapi mukjizat terjadi ketika Allah SWT menginginkannya untuk terjadi. Kemudian Jibril meneruskan pembicaraannya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran searangputra yang didptakan) dengan kalimat (yang datang) dari-Nya, namanya al-Masih Isa putra Maryam, seorang yang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia berbicara dengan manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh.” (QS. Ali ‘Imran: 45-46)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Keheranan Maryam semakian bertambah. Betapa tidak, sebelum mengandung anak itu di perutnya ia telahmengetahui namanya. Bahkan ia menhetahui bahwa anaknya itu akan berbicara dengan manusia saat ia masih kecil. Sebelum Maryam menggerakan lisannya untuk melontarkan pertanyaan lain, Jibril mengangkat tangannya dan mengerahkan udara ke arah Maryam. Kemudian datanglah hembusan udara yang bercahaya yang belum pernah dilihat sebelumnya oleh Maryam. Lalu cahaya tersebut ke jasad Maryam dan memenuhinya. Tak sempat Maryam melontarkan pertanyaan yang lain, Jibril yang suci telah pergi tanpa meninggalkan suara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Udara yang dingin telah bergerak dan Maryam pun tampak menggigil. Maryam segera kembali ke mihrabnya. Ia menutup pintu mihrab dan ia tenggelam dalam salat yang khusuk dan ia pun menangis. Maryam merasakan kegembiraan, kebingungan dan kegoncangan serta kedamaian yang dalam. Kini, Maryam tidak lagi sendirian. Sejak Jibril meninggalkannya, ia merasakan bahwa ia tidak lagi sendirian. Ia menggerakkan tangannya yang dipenuhi dengan cahaya, kemudian cahaya ini berubah di dalam perutnya menjadi anak, seorang anak yang akan menjadi kalimat Allah SWT dan ruh-Nya yang diletakkan pada Maryam. Ketika anak itu besar, ia akan menjadi seorang rasul dan nabi yang ajarannya dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Maryam di malam itu tidur dengan nyenyak dan ia bangun di waktu Subuh. Belum lama ia membuka kedua matanya sehingga ia dibuat terkejut ketika melihat mihrab dipenuhi dengan buah-buahan yang sebenarnya tidak lagi musim. Maryam heran melihat hal itu. Ia mulai mengingat apa yang telah terjadi padanya kemarin, yaitu bagaimana kejadian saat menyiram pohon mawar, bagaimana pertemuannya dengan malaikat Jibril, bagaimana Allah SWT meniupkan kalimat-Nya padanya, bagaimana ia kembali ke mihrab, dan bagaimana tidurnya yang nyenyak. Maryam berkata kepada dirinya sambil melihat buah-buahan yang banyak: Apakah aku akan memakan sendirian buah-buahan ini. Kemudian ada suara dalam dirinya yang berkata: “Engkau tidak lagi sendirian wahai Maryam. Kini, engkau bersama Isa. Engkau harus makan dengan baik. Dan Maryam mulai makan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Lalu berlalulah hari demi hari. Kandungan Maryam berbeda dengan kandungan umumnya wanita. Ia tidak merasakan sakit dan tidak merasa berat; ia tidak merasakan sesuatu telah bertambah padanya dan perutnya tidak membuncit seperti umumnya wanita. Alhasil, kehamilan yang dialaminya dipenuhi dengan nikmat yang baik. Datanglah bulan yang kesembilan. Ada sebagian ulama yang mengatakan bahwa Maryam tidak mengandung Isa selama sembilan bulan, tetapi ia melahirkannya secara langsung sebagai mukjizat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Pada suatu hari, Maryam keluar ke suatu tempat yang jauh. Ia merasa bahwa sesuatu akan terjadi hari itu. Tetapi ia tidak mengetahui hakikat sesuatu itu. Kakinya membimbingnya untuk menuju tempat yang dipenuhi dengan pohon kurma. Tempat itu tidak biasa dikunjungi oleh seseorang pun karena saking jauhnya; tempat yang tidak diketahui oleh seseorang pun kecuali Maryam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Tak seorang pun yang mengetahui Maryam bahwa sedang hamil dan ia akan melahirkan. Mihrab yang menjadi tempat ibadahnya selalu tertutup. Orang-orang mengetahui bahwa Maryam sedang sibuk beribadah dan tidak ada seorang pun yang mendekatinya. Maryam duduk beristirahat di bawah pohon kurma yang besar dan tinggi. Maryam mulai merasakan sakit pada dirinya, dan rasa sakit tersebut semakin terasa. Akhirnya, Maryam melahirkan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: ‘Aduhai alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan.” (QS. Maryam: 23)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Rasa sakit saat melahirkan anak yang dialami wanita suci ini menimbulkan penderitaan-penderitaan lain yang segera menantinya. Bagaimana manusia akan menyambut anaknya ini? Apa yang mereka katakan tentangnya? Bukankah mereka mengetahui bahwa ia adalah wanita yang masih perawan? Bagaimana seorang gadis perawan bisa melahirkan? Apakah manusia akan membenarkan Maryam yang melahirkan anak itu tanpa ada seseorang pun yang menyentuhnya? Kemudian pandangan-pandangan keraguan mulai menyelimutinya. Maryam berpikir bagaimana reaksi manusia kepadanya dan bagaimana perkataan mereka terhadapnya sehingga hatinya dipenuhi dengan kesedihan. Belum lama Maryam membayangkan dan meminta agar ia dimatikan dan dilupakan, tiba-tiba anak yang baru lahir itu memanggilnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu ahan mengugurkan buah kurma yang masak kepadamu makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu rnelihat seorang manusia, maka katakantah: ‘Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini.’” (QS. Maryam: 24-26)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Maryam melihat al-Masih yang tampan wajahnya. Wajahnya tidak kemerah-merahan dan rambutnya tidak keriting seperti anak-anak yang lahir di saat itu, tetapi ia berkulit lembut dan putih. Anak itu diselimuti dengan kesucian dan kasih sayang; anak itu berbicara kepada Maryam agar ia menghilangkan kesedihannya dan meminta padanya agar menggoyangkan batang-batang pohon kurma supaya jatuh darinya sebagian buahnya yang lezat dan Maryam dapat memakan dan meminum darinya sehingga hatinya pun penuh dengan kedamaian serta kegembiraan dan tidak berpikir tentang sesuatu pun. Jika Maryam melihat atau menemui manusia, maka hendaklah ia berkata kepada mereka bahwa ia bernazar kepada Allah SWT untuk berpuasa dan tidak berbicara kepada seseorang pun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Maryam melihat al-Masih dengan penuh kecintaan. Anak itu baru dilahirkan beberapa saat tetapi ia langsung memikul tanggung jawab ibunya di atas pundaknya. Selanjutnya, ia akan memikul penderitaan orang-orang fakir. Maryam melihat bahwa wajah anak itu menyiratkan tanda yang sangat aneh. Yaitu tanda yang mengisyaratkan bahwa ia datang ke dunia bukan untuk mengambil darinya sesuatu, tetapi untuk memberinya segala sesuatu. Maryam mengulurkan tangannya ke pohon kurma yang besar. Belum lama ia menyentuh batangnya hingga jatuhlah darinya buah kurma yang masih muda dan lezat. Maryam makan dan minum dan kemudian ia memangku anaknya dengan penuh kasih sayang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Saat itu, Maryam merasakan kegoncangan yang hebat. Silih-berganti ketenangan dan kegelisahan menghampirinya. Segala pikirannya tertuju pada satu hal, yaitu Isa. Ia bertanya-tanya dalam dirinya: Bagaimana orang-orang Yahudi akan menyambutnya, apa yang akan mereka katakan tentangnya, apa yang akan mereka katakan terhadap Maryam, apakah para pendeta dan para pembesar Yahudi percaya bahwa Maryam melahirkan seorang anak tanpa disentuh oleh seseorang pun? Bukankah mereka terbiasa hidup dengan suasana pencurian dan penipuan? Apakah seseorang di antara mereka akan percaya—padahal ia jauh dari langit—bahwa langit telah memberinya seseorang anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Akhirnya, masa pengasingan Maryam telah berakhir dan Maryam harus kembali ke kaumnya. Maryam kembali dan waktu menunjukkan Ashar. Pasar besar yang terletak di jalan yang dilalui Maryam menuju mesjid dipenuhi dengan manusia. Mereka sibuk dengan jual-beli. Mereka duduk berbincang-bincang sambil minum anggur. Belum lama Maryam melewati pasar itu sehingga manusia melihatnya membawa seorang anak kecil yang didekapnya. Salah seorang bertanya: “Bukankah ini Maryam yang masih perawan? Lalu, anak siapa yang dibawanya itu?” Seorang yang mabuk berkata: “Itu adalah anaknya.” Mari kita dengar cerita apa yang akan disampaikannya. Akhirnya, orang-orang Yahudi mulai “mengepung” dengan berbagai macam pertanyaan: “Anak siapa ini wahai Maryam, mengapa engkau tidak mengembalikannya, apakah itu memang anakmu, bagaimana engkau datang dengan membawa seorang anak sedangkan engkau adalah gadis yang masih perawan?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.”(QS. Maryam: 28)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Maryam dituduh melakukan pelacuran. Mereka menyerang Maryam tanpa terlebih dahulu mendengarkan sanggahannya atau mengadakan penelitian atau membuktikan bahwa perkataan mereka memang benar. Maryam dicerca sana-sini dan ia diingatkan, bahwa bukankah ia seseorang yang tumbuh dari rumah yang baik dan bukanlah ibunya seorang pelacur? Lalu mengapa semua ini terjadi padanya? Menghadapi semua tuduhan itu, Maryam tampak tenang dan tetap menunjukkan kebaikannya. Wajahnya dipenuhi dengan cahaya keyakinan. Ketika pertanyaan semakin menjadi-jadi dan keadaan semakin sulit, maka Maryam menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. Ia menunjuk ke arah anaknya dengan tangannya. Maryam menunjuk Isa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Orang-orang yang ada di situ tampak kebingungan. Mereka memahami bahwa Maryam berpuasa dari berbicara dan meminta kepada mereka agar bertanya kepada anak itu. Para pembesar Yahudi bertanya: “Bagaimana mereka akan melontarkan pertanyaan kepada seorang anak kecil yang baru lahir beberapa hari? Apakah anak itu akan berbicara di buaiannya” Mereka berkata kepada Maryam:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?” (QS. Maryam: 29)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Berkata Isa:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku al-Kitab (injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) salat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadahu, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. ”(QS. Maryam: 30-33)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Belum sampai Isa menuntaskan pembicaraannya sehingga wajah-wajah para pendeta dari kalangan Yahudi dan para uskup tampak pucat. Mereka menyaksikan mukjizat terjadi di depan mereka secara langsung. Anak kecil itu berbicara di buaiannya; anak kecil yang datang tanpa seorang ayah; anak kecil yang mengatakan bahwa Allah SWT telah memberinya al-Kitab dan menjadikannya seorang Nabi. Ini berarti bahwa kekuasaan mereka sebentar lagi akan hancur. Setiap orang dari mereka akan menjadi tidak berarti ketika anak kecil itu dewasa. Tak seorang pun di antara mereka yang dapat “menjual pengampunan” kepada manusia atau menghakimi mereka melalui pemyataan bahwa ia adalah wakil dari langit yang turun di bumi. Atau pernyataan, bahwa hanya dia yang mengetahui syariat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Para pendeta Yahudi merasa akan terjadi suatu tragedi kepribadian yang akan datang kepada mereka dengan kelahiran anak kecil ini. Kedatangan al-Masih berarti mengembalikan manusia kepada penyembahan semata-mata kepada Allah SWT. Ini berarti menghapus agama Yahudi yang sekarang mereka yakini. Perbedaan antara ajaran-ajaran Musa dan tindakan-tindakan orang-orang Yahudi menyerupai perbedaan antara bintang-bintang di langit dan lumpur-lumpur di jalan. Para pendeta Yahudi menyembunyikan kisah kelahiran Isa dan bagaimana ia berbicara di masa buaian. Mereka justru menuduh Maryam yang masih perawan dengan kebohongan yang besar. Mereka menuduh Maryam melakukan pelacuran, padahal mereka menyaksikan sendiri mukjizat pembicaraan anaknya di masa buaian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Mula-mula cerita tentang itu mereka sembunyikan untuk beberapa saat. Meskipun demikian, berita tentang kelahiran Isa sampai ke Hakim Romawi, yaitu Heradus. Ia memimpin orang-orang Palestina dan orang-orang Yahudi dengan kekuatan pedang. Ia menakut-nakuti mereka dengan menumpahkan darah serta banyaknya mata-mata yang dimilikinya. Pada suatu hari, ia duduk di istananya dan meminum anggur. Lalu ia mendengar berita yang samar tentang kelahiran seseorang anak tanpa ayah; seorang anak yang dikatakan ia mampu berbicara saat masih di buaian, lalu ia menyampaikan pembicaraan yang menjurus pada ancaman terhadap kekuasaan Romawi. Kemudian bergetarlah kursi yang ada di bawah tubuh Heradus. Ia memerintahkan untuk diadakan suatu pertemuan mendadak yang dihadiri oleh para pengawalnya dan para mata-matanya. Pertemuan itu pun terlaksana. Heradus duduk dengan wajahnya yang hitam mengkilat, lalu ia memutarkan pandangannya ke arah mata-matanya dan bertanya: “Bagaimana berita anak kecil yang berbicara di buaiannya?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Salah seorang kepala mata-mata berkata: “Tampak bahwa masalahnya tidak benar. Kami telah mendengar isu-isu sekitar anak kecil yang mereka katakan bahwa ia membuat mukjizat dengan berbicara saat ia masih belia. Lalu saya mengutus anak buahku untuk mencari kebenaran berita itu, tetapi mereka tidak menemukannya. Jelas bagi kami, bahwa berita itu dilebih-lebihkan.” Kemudian salah satu anggota mata-mata raja berkata: “Aku telah mendapatkan bukti yang terpercaya bahwa tiga orang dari orang-orang Majusi datang di balik suatu bintang yang mereka lihat menyala di suatu langit dan bintang tersebut mengisyaratkan kelahiran anak kecil yang membawa mukjizat, yaitu anak kecil yang akan menyelamatkan kaumnya.” Hakim berkata: “Bagaimana ia dapat menyelamatkan kaumnya dan kaum siapa yang diselamatkannya?” Salah seorang mata-mata berkata: “Anak buahku tidak mengetahuinya karena orang-orang pandai dari Majusi itu pergi dan tak seorang pun menemukan mereka.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Hakim berkata: “Bagaimana mereka dapat pergi dan bersembunyi lalu bagaimana cerita anak kecil ini? Apakah di sana ada persekongkolan untuk menentang Romawi?” Hakim melompat dari tempat duduknya ketika ia menyebut Romawi, dan ia mulai berbicara dengan keadaan emosi: “Aku menginginkan kepala tiga orang yang cerdik itu dan aku juga menginginkan kepala anak kecil itu. Dan aku menginginkan informasi yang lengkap. Sungguh masalah ini semakin samar hai orang-orang yang bodoh.” Lalu kepala mata-mata berkata: “Barangkali ini hanya mimpi yang dibayangkan orang-orang Yahudi bahwa mereka melihatnya.” Hakim berkata: “Sungguh kepala-kepala kalian semua akan terbang lebih cepat dari merpati jika kalian tidak mendatangkan cerita secara lengkap tentang anak ini. Kebingungan dan kekacauan apa yang aku rasakan! Pergilah kalian dari sini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Anak buah Heradus dan para mata-mata pergi, sedangkan ia masih duduk memikirkan masalah tersebut. Tampaknya masalah itu sangat menggelisahkannya. Ia tidak peduli dengan kedatangan agama baru kepada manusia tetapi yang dipikirkannya adalah kekuasaan Romawi yang ia menjadi simbolnya. Kemudian Heradus menetapkan untuk memanggil pemuka orang Yahudi dan bertanya kepadanya tentang masalah ini. Para pengawalnya yang khusus memanggil orang Yahudi itu. Tidak beberapa lama orang Yahudi itu ada di depan hakim. Heradus berkata: “Aku ingin berbicara kepadamu tentang suatu masalah yang sangat menggelisahkanku.” Pendeta Yahudi itu berkata: “Aku ingin mengabdi kepadamu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Heradus berkata: “Aku mendengar berita-berita yang saling berlawanan tentang anak kecil yang bisa berbicara di masa buaiannya dan ia mengatakan bahwa ia akan menyelamatkan kaumnya. Maka bagaimana berita yang sebenarnya tentang itu?” Pendeta itu berkata—dan ia merasa bahwa pertanyaan itu sepertinya berupa jebakan yang tidak diketahuinya secara pasti: “Apakah tuan yang mulia peduli dengan agama Yahudi?” Heradus berkata dalam keadaan emosi: “Aku tidak peduli sedikit pun selain kekuasaan Romawi. Jawablah pertanyaanku wahai pendeta.” Pendeta Yahudi itu telah melihat Isa berbicara di buaiannya. Ia memahami bahwa seandainya ia mengatakan itu, maka ia akan mendapatkan penderitaan pada dirinya, maka ia lebih memilih sedikit berbohong. Ia berkata kepada Heradus bahwa ia mendengar cerita itu tetapi ia meragukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Heradus berkata: “Apakah benar agama kalian berbicara tentang kedatangan seorang penyelamat bagi rakyat kalian?” Pendeta berkata: “Ini benar wahai tuan yang mulai.” Heradus berkata: “Apakah kalian mengetahui ini adalah persekongkolan menentang keamanan kerajaan Romawi? Apakah kalian menyadari ini adalah bentuk pengkhianatan?” Pendeta berkata: “Aku harap tuan membiarkan aku meluruskan suatu pemikiran yang sederhana. Berita tentang hal itu adalah berita yang kuno. Berita ini diyakini ketika rakyat menjadi tawanan di Bebel sejak ratusan tahun.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Heradus berkata: “Apakah memang di sana ada yang membenarkan berita ini? Sekarang, apakah kamu secara pribadi membenarkannya? Apakah engkau melihat anak kecil itu yang mereka katakan bahwa ia dilahirkan tanpa seorang ayah?” Pendeta itu berkata: “Apakah ada seorang yang percaya wahai tuan yang mulia jika dikatakan ada seorang anak yang lahir tanpa seorang ayah. Ini adalah mimpi rakyat biasa.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Heradus berkata: “Tidak ada sesuatu yang mengusir tidur dari mata seorang penguasa selain mimpi-mimpi rakyat. Pergilah wahai pendeta dan jika engkau mendengar berita-berita, maka sampaikanlah kepadaku sebelum engkau sampaikan kepada istrimu.” Belum lama pendeta itu pergi sehingga Heradus berpikir, bagaimana seandainya pendeta itu berbohong. Ia menangkap benang kebohongan pada kedua matanya. Ia mengetahui kebohongan ini karena ia sendiri sangat pandai berbohong. Kemudian bagaimana cerita tiga orang cerdik yang mereka mengikuti bintang? Apakah di sana terdapat persekongkolan menentang Romawi yang tidak diketahuinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Heradus berteriak di tengah-tengah pengawalnya dan memerintahkan mereka untuk menangkap semua orang yang mendengar cerita ini atau ia akan melihat akibatnya. Mula-mula dia memerintahkan untuk mencari gadis perawan yang melahirkan anak itu dan membunuh setiap anak yang lahir di saat itu. Sementara itu, Maryam keluar dari Palestina menuju ke Mesir. Sebelumnya, pada suatu malam, datanglah kepadanya seseorang yang belum pernah dilihatnya dan orang itu menyampaikan salam kepadanya serta menyerukannya dan sambil berkata: “Bawalah anakmu wahai Maryam dan keluarlah menuju Mesir.” Dengan nada ketakutan Maryam bertanya, “Mengapa? Bagaimana aku keluar menuju ke Mesir; dan bagaimana aku bisa mengenali jalan?” Orang asing itu menjawab, “Keluarlah engkau niscaya Allah SWT akan melindungimu. Sesungguhnya Hakim Romawi mencari anakmu dan ingin membunuhmu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Maryam bertanya: “Kapan aku keluar?” Orang asing itu menjawab: “Sekarang juga. Janganlah engkau khawatir sedikit pun karena engkau keluar bersama seorang Nabi yang mulia. Semua nabi diusir oleh kaumnya dari negeri mereka dan rumah mereka. Demikianlah hukum kehidupan. Kejahatan selalu berusaha untuk menyingkirkan kebaikan tetapi pada akhirnya, kebaikan akan kembali menduduki singgasananya. Keluarlah wahai Maryam.” Akhirnya, Maryam pun pergi menuju ke Mesir. Maryam melalui gurun Saina’ bersama suatu kafilah yang menuju Mesir. Maryam berjalan membawa Isa di jalan yang sama yang pernah dilalui Nabi Musa di mana ditampakkan kepada Nabi Musa api yang suci dan beliau dipanggil dari sisi thur al-Aiman. Setelah melalui perjalanan yang jauh dan melelahkan, Maryam sampai di Mesir. Mesir yang dipenuhi dengan kebaikan, kemuliaan, kebudavaan klasik serta cuacanya yang stabil mempakan tempat yang terbaik untuk pertumbuhan Isa as.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Al-Masih tumbuh dan berkembang serta menjalani masa kecilnya di Mesir. Kemudian datanglah kepada Maryam orang asing yang telah memerintahkannya untuk meninggalkan Palestina. Kali ini, ia memerintahkannya untuk kembali ke Palestina. Orang asing itu berkata kepadanya: “Raja yang lalim telah mati, maka kembalilah bersama anakmu wahai Maryam. Telah datang kesempatan emas bagi Isa untuk menduduki singgasananya. Isa akan menjadi penyayang orang-orang fakir dan orang-orang yang benar. Kembalilah wahai Maryam.” Maryam pun kembali. Dalam perjalanan Maryam melalui banyak mata air di sungai Jordania.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Isa pun tumbuh menjadi dewasa dan mencapai masa mudanya. Isa keluar dari rumahnya dan menuju tempat penyembahan kaum Yahudi. Saat itu bertepatan dengan hari Sabtu. Di sana tidak ada satu rumah pun dari rumah kaum Yahudi yang dapat menyalakan api atau memadamkannya pada hari Sabtu, atau mengambil buah di hari itu. Dilarang bagi seorang wanita untuk membikin adonan roti atau seseorang anak kecil mencuci anjingnya. Nabi Musa telah memerintahkan untuk menghormati hari Sabtu dan hanya mengkhususkanya untuk beribadah kepada Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Terdapat hikmah di balik penghormatan hari Sabtu sehingga hari Sabtu menjadi hari yang sangat disucikan di kalangan orang-orang Yahudi. Mereka melaksanakannya dengan berbagai macam tradisi dan mereka mencurahkan segala konsentrasi mereka untuk menjaga hari Sabtu dan tidak meremehkannya. Sebab, mereka meyakini bahwa hari Sabtu adalah hari yang dijaga dari langit sebelum Allah menciptakan manusia sebagaimana mereka percaya bahwa Bani Israil telah diberikan pilihan kepada satu jalur saja, yaitu menjaga hari Sabtu. Mereka bangga karena mereka dapat menjaganya meskipun hal itu menyebabkan mereka kalah di kancah peperangan atau mereka tertawan di tangan musuh. Bahkan saking ketatnya mereka mempertahankan kehormatan hari Sabtu sampai-sampai mereka menambah-nambahi berbagai macam larangan di hari Sabtu. Majelis kaum Yahudi menetapkan ratusan larangan yang tidak boleh dilakukan di hari Sabtu, seseorang dilarang untuk memakai gigi palsu di hari Sabtu. Seorang yang sakit dilarang untuk memakai perban atau memakai minyak di tempat yang sakit pada hari Sabtu atau memanggil dokter. Dilarang pula di hari Sabtu untuk menulis dua huruf abjad; dilarang juga untuk mempertahankan diri pada hari Sabtu; dilarang untuk panen dan belajar di hari Sabtu. Kemudian, bepergian di hari Sabtu diharuskan untuk tidak lebih dari dua ribu yard. Dilarang juga dihari Sabtu untuk membawa sesuatu ke luar rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Jadi, banyaknya syariat, hukum serta larangan-larangan biasanya diikuti dengan banyaknya keburukan atau paling tidak membantu terciptanya keburukan. Setiap timbul suatu larangan, maka timbul bersamanya cara untuk menghindar darinya. Demikianlah, kehidupan kaum Yahudi dipenuhi dengan kemunafikan yang luar biasa di mana secara lahiriah mereka menampakkan penghormatan terhadap hari Sabtu, tetapi secara batiniah mereka berusaha menodai kehormatan dengan berbagai macam cara.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Meskipun kelompok Farisiun bertanggung jawab terhadap tugas pelaksanaan syariat dan mengawasinya dengan banyak mendapatkan jarninan-jaminan, maka kita akan melihat bahwa mereka siap untuk menciptakan berbagai rekayasa dan tipu daya yang memungkinkan mereka untuk menghindar dari hukum-hukum syariat di saat yang tepat. Saat yang tepat adalah saat di mana syariat-syariat tersebut bertentangan dengan kepentingan pribadi mereka atau dapat menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan mata pencaharian yang haram yang sudah siap masuk pada kantong mereka. Misalnya, terdapat kaidah syariat yang menetapkan perjalanan pada hari Sabtu tidak boleh melebihi dua ribu yard. Namun orang-orang Farisiun mengadakan walimah di mana mereka mengundang orang-orang untuk menghadiri acara tersebut pada hari Sabtu, padahal tempat diadakannya acara itu berjarak lebih dari dua ribu yard dari rumah mereka. Lalu, bagaimana mereka dapat melaksanakan hal tersebut? Sangat mudah sekali. Mereka meletakkan pada sore hari Sabtu sebagian makanan yang berjarak dua ribu yard dari rumah mereka lalu setelah itu mereka mendirikan suatu tempat tinggal di mana mereka dapat berjalan setelahnya dan menempuh dua ribu yard yang lain. Dari sini mereka dapat menambah jarak yang mereka inginkan. Begitu juga agar mereka menghindar dari larangan membawa sesuatu ke luar rumah pada hari Sabtu, maka mereka membuat tipu daya yang lain. Yaitu mereka mendirikan gerbang-gerbang pintu dan jendela di berbagai jalan sehingga seluruh kota seperti rumah besar yang dimungkinkan bagi mereka untuk membawa segala sesuatu dan bergerak di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Contoh lain yang menunjukan bagaimana orang-orang Yahudi mempermainkan syariat sedangkan mereka mengklaim menjaganya adalah, bahwa syariat Musa menetapkan agar seorang anak menginfaki kedua orang tuanya saat mereka menginjak usia tua dan membutuhkannya. Tetapi kaum Farisiun memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk lari dan menghindar dari tanggung jawab ini dengan suatu tipu daya yang sederhana. Ketika seorang anak dituntut oleh kedua orang tuanya untuk memberi nafkah, maka ia pergi ke para pendeta dan bersepakat kepada mereka untuk mewakafkan semua hartanya dan kekayaannya kepada haikal, yaitu tempat sembahan kaum Yahudi. Saat itu kedua orang tuanya tidak mampu mengambil sesuatu pun darinya. Ketika mereka berdua telah putus asa dan tidak lagi menuntut padanya untuk memberi nafkah, maka semua harta kekayaannya akan dikembalikan kepadanya oleh para pendeta, dengan catatan hendaklah ia memberikan bagian tertentu dari hartanya kepada para pendeta itu. Demikianlah yang terdapat dalam Injil Mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Di tengah-tengah suasana kebodohan pemikiran yang luar biasa ini, juga terdapat sikap keras kepala dan kejumudan berpikir yang mengelilingi kaum Yahudi. Terdapat tujuh tingkat kesucian dan dua puluh enam salat yang harus mereka lakukan saat mereka membasuh tangan sebelum memakan makanan, namun mereka menganggap bahwa meniadakan pembacaan salat-salat sebagai bentuk pembunuhan terhadap jiwa dengan cara bunuh diri dan tercegah dari kehidupan abadi. Demikianlah kekerasan sikap masyarakat Yahudi yang menunjukkan bahwa moral mereka telah rusak dan dipenuhi dengan kemunafikan yang tiada taranya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Sementara itu, Isa berjalan menuju tempat beribadah. Orang-orang berjalan di sekelilingnya. Mereka tampak membanggakan pakaian-pakaian yang berwarna dan berharga sedangkan Isa berjalan dengan memakai baju putih dan menampakkan kezuhudannya. Rambut Isa tampak lembut yang mencapai kedua bahunya dan tampak ia basah terkena air awan yang menurunkan gerimis. Kemudian kedua kakinya berjalan di atas tanah sehingga tanah itu dipenuhi dengan bau harum yang tidak diketahui sumbernya. Baju yang dipakai oleh Isa terbuat dari bulu domba yang sangat sederhana dan kasar. Meskipun hari itu hari Sabtu, Isa memetik buah di suatu kebun dan mengambil dua buah yang beliau berikan kepada anak kecil yang fakir dan lapar. Tindakan semacam ini menurut kepercayaan Yahudi dianggap sebagai tindakan yang menentang agama Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Isa mengetahui bahwa menjalankan agama yang hakiki bukan terletak pada ketaatan eksternal sementara hati jauh dari sikap rendah diri. Oleh karena itu, Isa mencabut buah dan memberikan makan kepada manusia pada hari Sabtu. Beliau menyalakan api untuk wanita-wanita tua sehingga mereka tidak mati kedinginan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Isa sering mengunjungi tempat sesembahan orang Yahudi. Isa berdiri di dalamnya dan mengamati para pendeta dan manusia yang hilir mudik di sekitarnya. Sesampainya Isa di tempat sembahan, ia berdiri di dalamnya. Isa mengamat-amati apa yang ada di dalamnya. Dinding-dinding tempat beribadah itu terbuat dari kayu gahru yang memiliki bau yang harum. Di samping itu, terdapat kelambu-kelambu yang terbuat dari kain-kain yang mengagumkan yang dicampur dengan emas. Juga terdapat lampu-lampu yang terulur dari atap dan juga ada lilin-lilin yang memenuhi ruangan dengan cahaya. Meskipun demikian, kegelapan menyelimuti hati orang-orang yang ada di situ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa berdiri cukup lama di tempat penyembahan itu. Setiap kali ia memutarkan wajahnya, ia mendapati para pendeta di sana. Terdapat dua puluh ribu pendeta. Nama-nama mereka tercatat dalam haikal. Mereka adalah kaum Waliyun yang memakai saku-saku yang besar yang di dalamnya ada kitab-kitab syariat. Sedangkan kaum Farisiun, mereka memakai pakaian yang lebar yang sisi-sisinya tertenun dengan emas. Mereka adalah pembantu haikal yang resmi dengan memakai baju-baju mereka yang putih. Adapun kaum Shaduqiyun adalah kelompok para pendeta aristokrat yang bersekutu dengan penguasa di mana mereka memperoleh kekayaan melalui persekutuan ini. Nabi Isa memperhatikan bahwa jumlah pengunjung haikalita lebih sedikit daripada jumlah para pendeta dan para tokoh agama. Tempat penyembahan itu dipenuhi dengan kambing dan merpati yang dibeli oleh para pengunjung tempat penyembahan itu. Mereka menyerahkannya sebagai kurban kepada Allah. Yaitu kurban yang disembelih di dalam tempat persembahan di atas tempat penyembelihan. Alhasil setiap langkah yang diayunkan oleh para pejalan di tempat penyembahan itu akan menghasilkan uang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Di tempat penyembahan Yahudi itulah tersingkap hakikat kehidupan kaum Yahudi. Nilai satu-satunya yang disembah oleh manusia di zaman itu adalah uang. Jadi, kemewahan materi atau kekayaan adalah nilai satu-satunya yang karenanya manusia akan bergulat satu sama lain. Dalam hal itu, tidak ada perbedaan antara tokoh-tokoh pembawa ajaran syariat dengan manusia-manusia biasa. Kaum Shaduqiyun dan kaum Farisiun bekerja sama di antara mereka di dalam haikal itu seakan-akan mereka di dalam suatu pasar di mana mereka memanfaatkannya untuk diri mereka dengan terus mencari kurban-kurban di dalamnya. Seringkali kaum Shaduqiyun dan Farisiun berseteru dalam persoalan syariat dan hukum. Demikian juga, mereka berseteru dalam menentukan kurban yang harus mereka raih di haikal itu. Kaum Farisiun berpendapat bahwa hewan-hewan kurban itu harus dibeli dari harta haikal sedangkan kaum Shaduqiyun menganggap bahwa harta dari haikal adalah hak mereka. Oleh karena itu, mereka menganggap bahwa hewan kurban itu harus dibeli dengan jumlah tersendiri. Begitu juga kaum Farisiun mewajibkan untuk membakar hewan yang disembelih di atas tempat penyembahan, sedangkan kaum Shaduqiyun mereka mengambil hewan sembelihan ini untuk diri mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Di dalam Talmud disebutkan bahwa kaum Shaduqiyun menjual merpati di toko-toko mereka yang mereka miliki. Mereka sengaja memperbanyak kesempatan-kesempatan yang diharuskan di dalamnya untuk mengorbankan burung-burung merpati sehingga harga seekor burung merpati saja mencapai beberapa Dinar. Melihat hal itu, salah satu tokoh Farisiun yaitu Sam’an bin Amlail mengeluarkan fatwa yang intinya mengurangi kesempatan-kesempatan yang diharuskan di dalamnya seseorang menyerahkan merpati sebagai kurban. Setelah itu, harga burung cuma mencapai seperempat Dinar. Pergulatan antara kedua kelompok itu mendatangkan pukulan berat bagi pemilik toko yang menyimpan burung merpati terutama anak-anak dari kepala pendeta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa memperhatikan apa yang terjadi di sekelilingnya; Nabi Isa melihat kaum fakir yang tidak mampu membeli hewan kurban sehingga mereka tidak mampu berkurban; Nabi Isa melihatbagaimana para pendeta memperlakukan mereka dan memangsa mereka seperti serigala yang buas. Nabi Isa berpikir di dalam dirinya, mengapa binatang-binatang itu mereka bakar lalu dagingnya menjadi asap di udara, padahal di sana terdapat ribuan kaum fakir yang mati kelaparan? Mengapa mereka mengira bahwa Allah SWT ridha ketika tempat penyembelihan dilumuri dengan darah, lalu hewan kurban itu dibawa ke rumah-rumah para pendeta dan toko-toko mereka untuk dijual? Mengapa orang-orang fakir banyak berhutang dan mengeluarkan banyak uang untuk membeli binatang-binatang kurban? Mengapa binatang-binatang kurban itu harus dimiliki dan hanya dirawat oleh para pendeta lalu apa yang mereka lakukan dengan uang-uang ini? Lalu, di manakah tempat orang-orang fakir di haikal itu? Bukankah hal yang aneh ketika seseorang memasuki rumah dengan keharusan membawa uang?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa pergi dari tempat penyembahan itu dan ia meninggalkan kota menuju gunung. Dada Nabi Isa dipenuhi dengan kecemburuan yang suci terhadap yang Maha Benar. Wajahnya tampak semakin pucat ketika melihat berbagai macam kejahatan memenuhi dunia. Nabi Isa berdiri di atas sebuah bukit dan beliau mulai melakukan salat. Tetesan-tetesan air mata mulai berlinang dari pipinya dan jatuh ke bumi. Nabi Isa mulai merenung dan menangis. Di sana terdapat bunga yang nyaris mati karena kehausan lalu ketika ia mendapatkan tetesan air mata al-Masih, maka bunga itu mekar kembali dan mendapatkan kehidupan. Tetesan air mata al-Masih menyelamatkannya, sebagaimana beliau akan menyelamatkan manusia dengan dakwahnya. Di malam yang penuh berkah ini pula, dua orang Nabi yang mulia meninggalkan bumi, yaitu Nabi Yahya dan Nabi Zakaria. Kedua Nabi itu dibunuh oleh penguasa. Sejak kepergian mereka berdua, bumi kehilangan banyak dari kebaikan. Pada malam itu juga, turunlah wahyu kepada Isa bin Maryam. Allah SWT memutuskan perintah-Nya agar ia memulai dakwahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa menutup lembaran halus dari kehidupannya yaitu lembaran yang penuh dengan tafakur dan ibadah. Beliau memulai perjalanannya yang berat dan penuh tantangan serta penderitaan: beliau mulai berdakwah di jalan Allah SWT; beliau mulai membangun kerajaan yang tegak berdasarkan kerendahan hati dan cinta. Kerajaan yang penguasanya bertujuan untuk membebaskan dan menyucikan ruh. Kerajaan yang memancarkan sikap rendah diri dan cinta. Nabi Isa ingin menyelamatkan ruhani. Ajaran Nabi Isa berdasarkan keimanan terhadap hari kiamat dan kebangkitan. Nilai-nilai dan pemikiran tersebut tidak ditemukan dalam kehi-dupan orang-orang Yahudi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Syariat Musa menetapkan pemberlakuan hukum qisas: barangsiapa yang memukulmu di pipi sebelah kananmu, maka pukullah pipi sebelah kanannya. Lalu bagaimanakah orang-orang Yahudi menerapkan hukum qisas tersebut? Jika yang dipukul mampu untuk menghancurkan rumah orang yang memukul, maka ia tidak perlu merasa puas hanya sekadar memukul pipi sebelah kanannya, namum jika ia tidak mampu, maka hendaklah ia memukul pipi sebelah kanannya. Namun boleh jadi hatinya dipenuhi dengan dendam karena ia tidak dapat menghancurkan rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Jadi, kebencian adalah pelabuhan tempat bersinggahnya syariat Musa. Meskipun beliau adalah seorang Nabi yang merupakan cermin cinta Ilahi yang besar namun syariatnya kini berada di bawah kekuasaan hati-hati yang mati, yaitu hati-hati yang penuh dengan dendam dan kebencian. Lalu, apa yang dilakukan Nabi Isa terhadap semua ini? Allah SWT telah mengutusnya dan memperkuat Taurat yang dibawa oleh Musa sebagaimana Allah SWT menurunkannya kepada Musa. Jadi, seorang nabi tidak menghancurkan tugas nabi sebelumnya. Para nabi bagaikan satu mata rantai yang tujuannya adalah satu, yaitu menciptakan kesucian dan mempertahankan kebenaran serta mengesakan Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kemudian apa yang dilakukan Nabi Isa terhadap syariat qisas cersebut? Yang jelas, tindakan yang dilakukkan oleh Nabi Isa murni dari ilham yang didapatnya dari Allah SWT. Nabi Isa mengem-balikan kaum kepada tujuan asli dari syariat. Nabi Isa mengembalikan mereka kepada hikmah syariat yang asli. Nabi Isa mengembalikan mereka kepada cinta. Nabi Isa tidak mengatakan sesuatu pun kepada orang yang memukul pipi sebelah kanannya. Nabi Isa tidak berusaha untuk memukul pipi sebelah kanannya. Al-Masih justru akan membalikkan pipi sebelah kirinya. Inilah syariat Nabi Isa yang tidak berbeda sedikit pun dengan syariat Nabi Musa. Ia merupakan kedalaman yang mengagumkan dari kedalaman syariat Nabi Musa. Nabi Isa ingin menetapkan kepada kaum di sekelilinginya tentang sesuatu yang penting. Nabi Isa ingin memberitahu mereka bahwa syariat bukan mengajari kalian untuk meletakkan dendam pada diri kalian lalu kalian memukul lawan kalian. Syariat yang hakiki adalah, hendaklah kalian menebar kasih sayang, pemaaf, dan cinta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Terdapat banyak binatang-binatang buas di hutan. Binatang-binatang itu mencintai diri mereka sendiri. Mereka bermusuhan dan saling membunuh demi makanan dan minuman. Mereka memberikan makan kepada anak-anaknya. Perbedaan antara manu-sia dan binatang adalah perbedaan pada tingkat cinta. Hewan tidak akan mampu melampui derajat cintanya kepada makhluk yang lain. Atau dengan kata lain, hewan tidak dapat membagi cintanya kepada jenis yang lain. Sedangkan manusia mampu melakukan hal itu. Di situlah manusia mampu dapat mencapai kemuliaannya dan kemanusiaannya. Al-Masih memberitahu kaumnya bahwa manusia tidak akan menjadi manusia sempurna kecuali setelah ia mencintai orang lain sebagaimana ia mendntai dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Aku mendengar bahwa dikatakan, hendaklah engkau mencintai orang yang dekat denganmu dan membenci musuhmu, sedangkan aku berkata kepada kalian, cintailah musuh kalian dan doakanlah orang yang melaknati kalian. Berbuat baiklah kepada pembenci kalian dan salatlah untuk orang-orang berbuat buruk kepada kalian.” (Injil Mata).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Dakwah Nabi Isa datang dan menghapus syariat Nabi Musa dalam bentuk eksternal. Jika kita berusaha membandingkan dua syariat tersebut dalam bentuk yang sederhana, maka pada hakikat-nya dakwah Nabi Isa bertujuan untuk menghapus bid’ah yang dilakukan oleh kaum Farisiun dan Shaduqiun terhadap syariat Nabi Musa dan menunjukkan hakikat syariat ini dan tujuan-tujuannya yang tinggi. Di tengah-tengah masa materialisme yang sangat luar biasa dan dunia dipenuhi dengan penyembahan terhadap emas dan tersebarnya berbagai macam kejahatan, munculah dakwah al-Masih sebagai reaksi ideal yang menunjukkan ketinggian dan kesucian. Al-Masih mengetahui bahwa ia mengajak manusia untuk menciptakan perilaku ideal dalam kehidupan; Al-Masih menyadari bahwa dakwahnya penuh dengan idealisme tetapi idealisme ini sendiri pada saat yang sama merupakan solusi satu-satunya untuk mengobati kehidupan dari kesengsaraan dan penyakit-penyakit menular; Al-Masih mengetahui bahwa tidak semua manusia tidak mampu untuk mencapai puncak yang diisyaratkannya. Tetapi paling tidak, hendaklah setiap orang berusaha sedikit mendaki sehingga ia selamat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Dakwah Nabi Isa terdiri dari kesudan yang mengagumkan; dakwah Nabi Isa bertujuan untuk menyelamatkan ruh atau dakwah yang dapat dianggap sebagai pedoman perilaku individu, bukan suatu system perincian-perincian tersebut dan hanya memfokuskan kepada sumber utama, yaitu ruh. Isa ingin raenghidupkan ruhani manusia dan membimbingnya untuk mencapai cahaya Sang Pencipta. Oleh karena itu, Isa datang dengan didukung oleh ruhul kudus. Ruhul kudus adalah Jibril. Kita tidak mengetahui bagaimana Allah SWT memperkuat Isa dengan Ruh Kudus: apakah Jibril menemaninya dan menyertainya sepanjang pengutusannya? Jibril turun kepada nabi untuk menyampaikan risalah atau membawa mukjizat atau justru mendatangkan hukuman atas kaumnya, tetapi ia tidak bersama mereka sepanjang waktu. Oleh karena itu, apakah memang Jibril menemani Isa sehingga beliau diangkat ke langit?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Hampir saja hati menjadi tenang dengan tafsiran ini karena dalam kehidupan Nabi Isa terdapat sisi-sisi malaikat di mana beliau mempunyai kemampuan yang luar biasa yang berupa mukjizat-mukjizat. Bahkan kemampuan beliau sampai pada batas menghidupkan orang-orang mati dengan izin Allah SWT. Begitu juga, beliau memiliki kemampuan yang luar biasa di mana beliau dengan hanya meniupkan pada suatu tanah, maka tanah itu terbentuk menjadi burung dan ia terbang dengan izin Allah SWT. Selain itu, Nabi Isa sama sekali tidak mendekati wanita sepanjang hidupnya sehingga beliau diangkat oleh Allah SWT. Beliau tidak menikah. Ini juga sifat malaikat di mana kita saksikan bahwa sebagian para nabi yang diutus oleh Allah SWT dan memiliki beberapa wanita bahkan kitab-kitab Yahudi menyebutkan bahwa jumlah istri-istri nabi mereka Sulaiman misalnya, mencapai seribu wanita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Isa hidup dalam keadaan tenggelam dalam ibadah seperti anak dari bibinya, yaitu Yahya. Jika Yahya khusuk beribadah dan tinggal di gunung dan gurun bahkan dia menginap di gua, maka hal itu adalah hal yang alami baginya, sedangkan Isa hidup justru di tengah-tengah masyarakat kota. Persoalannya adalah, bukan hanya Isa tidak terkait hubungan dengan seorang wanita dan bukan hanya mukjizat-mukjizat yang diperolehnya yang luar biasa yang berhubungan dengan ruh, tetapi yang lebih dari itu adalah, bahwa beliau didukung oleh ruhul kudus sepanjang masa dakwahnya. Tentu itu adalah nikmat yang tak seorang pun dari para nabi sebelumnya diberi. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“(Ingatlah), ketika Allah mengatakan: ‘Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan roh kudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat, dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israil (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata: ‘Ini tidak lain hanya sehir yang nyata.’ Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: ‘Berimanlah kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.’ Mereka nienjawab: ‘Kami telah beiiman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).’” (QS. al-Maidah: 110-111)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Ayat-ayat tersebut menyebutkan lima mukjizat Nabi Isa. Pertama, bahwa beliau mampu berbicara dengan manusia saat beliau masih di buaian. Kedua, beliau diajari Taurat dan Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa telah tersembunyi dan telah mengalami perubahan yang dilakukan oleh orang-orang cerdik dari kaum Yahudi. Ketiga, beliau membentuk tanah seperti burung kemudian meniupkannya lalu tanah itu menjadi burung. Keempat, beliau mampu menghidupkan orang-orang yang mati. Kelima, beliau mampu menyembuhkan orang yang buta dan orang yang belang. Terdapat mukjizat yang keenam yang disebutkan dalam Al-Qur’an al-Karim:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: ‘Hai Isa putra Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?’ Isa menjawab: ‘Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orangyang beriman.’ Mereka berkata: ‘Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.’ Isa putra Maryam berdoa: ‘Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu: beri rezekilah kami dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama.’ Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan) itu, maka sesungguhnya Aku ahan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.’” (QS. al-Maidah: 112-115)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Mukjizat yang keenam itu adalah turunnya makanan dari langit karena permintaan Hawariyin. Juga terdapat mukjizat yang ketujuh yang terdapat surah Ali ‘Imran yaitu beliau diberi kemampuan melihat hal-hal yang gaib melalui panca inderanya meskipun beliau tidak menyaksikannya secara langsung. Oleh karena itu, beliau memberitahu kepada sahabat-sahabatnya dan murid-muridnya apa yang mereka makan dan apa yang mereka simpan di rumah-rumah mereka:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu benar-benar beriman. ” (QS. Ali ‘Imran:: 49)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Inilah mukjizat Nabi Isa yang ketujuh yang didahului oleh mukjizat kelahirannya yang sangat mengagumkan. Beliau lahir tanpa seorang ayah, lalu diikuti mukjizat berikutnya di mana beliau diangkat dari bumi ke langit ketika penguasa yang lalim berusaha menyalibnya. Barangkali pembaca akan bertanya-tanya: mengapa mukjizat-mukjizat seperti ini diperoleh oleh Nabi Isa? Kita mengetahui bahwa mukjizat adalah hal yang luar biasa yang Allah SWT berikan kepada nabi-Nya. Tetapi pemberian itu menjadi sempuma jika mukjizat itu disesuaikan dengan keadaan zaman diutusnya nabi tersebut sehingga mukjizat itu sangat berpengaruh dalam jiwa kaum dan mampu menggoncangkan hati mereka dan menjadikan mereka berimana kepada pemilik mukjizat ini. Jadi, mukjizat menjadi suatu hal yang luar biasa. Oleh karena itu, Allah SWT berkehendak agar mukjizat ini sesuai dengan zaman diutusnya nabi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Jadi, setiap mukjizat yang dibawa oleh rasul selalu berlain-lainan. Nabi Saleh diutus di tengah-tengah kaum yang melihat bagaimana seekor unta yang melahirkan dari gunung atau mampu membelah batu-batuan gunung. Sedangkan Nabi Musa diutus di tengah-tengah kaum yang gemar memainkan sihir sehingga sihir mendapat tempat istimewa. Oleh karena itu, mukjizat yang dibawa oleh Nabi Musa bentuk lahirnya seakan-akan menyerupai sihir, tetapi pada hakikatnya ia justru menjatuhkan sihir. Mukjizat itu berupa tongkat yang menjadi ular dan kemudian ular itu memakan tongkat-tongkat para tukang sihir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Lain halnya dengan Nabi Isa, beliau diutus di tengah-tengah kaum materialis yang mengingkari ruh dan hari kebangkitan. Mereka menduga bahwa manusia hanya sekadar tubuh tanpa ruh. Mereka adalah kaum yang meyakini bahwa darah makhluk adalah ruhnya atau jiwanya. Taurat yang ada di tangan Yahudi menyebutkan bahwa tafsir an-Nafst adalah darah. Disebutkan di dalamnya:“Janganlah engkau memakan darah dari tubuh manusia karena jiwa setiap tubuh adalah darahnya. “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa diutus di tengah-tengah kaum yang mereka disesatkan oleh falsafah yang dasarnya mengatakan bahwa penciptaan alam memiliki sumber pertama, seperti sebab dari akibat. Jadi, alam memiliki wujud yang mendahuluinya. Di tengah-tengah masa yang niaterialis ini, di mana ruh diingkari, maka secara logis mukjizat Nabi Isa terkait dengan usaha menunjukkan alam ruhani. Demikianlah Isa dilahirkan tanpa seorang ayah. Mukjizat ini cukup untuk membungkam kaum yang mengatakan bahwa alam memiliki sumber pertama. Jelas bahwa alam tidak memiliki wujud yang mendahuluinya. Kita berada di hadapan Sang Pencipta yang mengadakan sistem bagi segala sesuatu dan menjadikan sebab bagi segala sesuatu. Dia menjadikan proses kelahiran anak berasal dari hubungan laki-laki dan wanita, tetapi Pencipta ini sendiri menciptakan sebab-sebab dan sebab-sebab itu tunduk kepadanya sedangkan Dia tidak tunduk kepada sebab-sebab itu. Dengan kehendak-Nya yang bebas, Dia mampu memerintahkan kelahiran anak tanpa melalui ayah sehingga anak itu lahir. Dan, kelahiran Isa pun terjadi tanpa seorang ayah. Cukup ditiupkan ruh kepadanya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Lalu Kami tiupkan ke dalamnya (tubuhnya) roh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda (kekuasaan Allah) yang besar bagi semesta alam. ” (QS. al-Anbiya’: 91)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kelahiran Isa membawa mukjizat yang luar biasa yang menegaskan dua hal: pertama, kebebasan kehendak Ilahi dan ketidak terkaitannya dengan sebab karena Dia adalah Pencipta sebab-sebab, kedua pentingnya ruh dan menjelaskan kedudukannya serta nilainya di antara kaum yang hanya mementingkan fisik sehingga mereka mengingkari ruh. Seandainya kita mengamati sebagian besar mukjizat Nabi Isa, maka kita akan melihatnya dan mendukung pandangan tersebut. Misalnya, mukjizat Nabi Isa yang mampu membentuk tanah seperti burung lalu beliau meniupkannya sehingga tanah itu menjadi burung. Mukjizat ini pun menguatkan adanya ruh. Semula ia berupa tanah yang bersifat fisik yang tidak dapat disifati dengan kehidupan tetapi ketika Nabi Isa meniupnya, maka segenggam tanah itu menjadi burung yang memiliki kehidupan, Sungguh sesuatu yang bukan fisik masuk ke dalamnya. Sesuatu itu adalah ruh. Ruh itu masuk ke dalam tanah sehingga ia menjadi burung. Jadi, ruh adalah nilai yang hakiki, bukan jasad atau fisik. Di samping itu, juga ada mukjizat menghidupkan orang-orang yang mati. Bukankah ini juga menunjukkan adanya ruh dan adanya hari akhir atau hari kebangkitan. Orang yang mati telah ditelan oleh bumi di mana anggota tubuhnya telah hancur berantakan sehingga ia hampir menjadi tulang-belulang yang hancur lalu al-Masih memanggilnya dan tiba-tiba dia hidup kembali dan bangkit dari kematiannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Seandainya orang yang mati hanya berupa fisik sebagaimana dikatakan orang-orang Yahudi, maka ia tidak akan mampu bangkit dari kematiannya karena fisiknya telah hancur tetapi mayit itu mampu bangkit dari kematian. Jasadnya kembali hidup dan ia bangkit dari kuburannya serta berbicara. Jadi, ruh adalah nilai yang hakild. bukan fisik atau jasad. Kalau begitu, di sana terdapat hari kebangkitan dan hari kiamat. Hal ini bukanlah mustahil sebagaimana yang dikatakan orang-orang Yahudi, karena setelah kematian jasad menjadi tanah yang berterbangan di udara. Itu bukan mustahil tetapi mungkin-mungkin saja. Dalil dari hal itu adalah, kebangkitan orang-orang yang telah mati di hadapan mata kepala mereka sendiri. Nabi Isa telah menghidupkan mereka agar kaumya vakin bahwa kiamat fisik akan terjadi dari kematian dan itu adalah benar dan bahwa hari akhir adalah benar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Juga terdapat mukjizat yang lain, yaitu beliau mampu memberi tahu kaumnya tentang apa yang mereka simpan di rumah-rumah mereka, tanpa terlebih dahulu beliau masuk ke rumah mereka atau dapat bocoran dari seseorang. Mukjizat ini menetapkan bahwa panca indera bukanlah nilai yang hakiki. Nabi Isa tidak melihat apa yang ada di rumah mereka tetapi ruhnya mampu untuk melihat dan berbicara atau memberitahu mereka. Jadi, ruhani adalah nilai yang hakiki, bukan fisik. Demikianlah mukjizat-mukjizat Isa datang untuk memberitahukan pentingnya ruh dan kebebasan kehendak Ilahi. Mukjizat-mukjizat Nabi Isa—sebagaimana dikatakan oleh guru kami Muhammad Abu Zahra’—termasuk dari jenis propagandanya dan sesuai dengan tujuan risalahnya, yaitu dakwah untuk mendidik ruhani dan keimanan kepada hari kebangkitan dan hari kemudian, dan di sana ada kehidupan lain di mana seseorang yang berbuat baik akan dibalas kebaikannya dan orang yang berbuat buruk akan dibalas keburukannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Lalu, apakah mukjizat menghidupkan orang-orang yang mati masih memberikan celah kepada para pengingkar akhirat untuk terus mengingkarinya atau memberikan ruangan kepada penentang hari kebangkitan untuk meneruskan penentangannya? Kami telah mengatakan bahwa orang-orang Yahudi telah diracuni dengan pikiran ketidakpercayaan atau penentangan pada hari akhirat serta tidak beriman kepada hari akhir, maka menghidupkan orang-orang yang mati yang dibawa atau dikuasai oleh Isa menjadi suatu pukulan telak bagi mereka yang membuat mereka beriman, tetapi mereka masih menentang tanda-tanda kebesaran Allah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa menutup lembaran kehidupannya yang lembut dan dan ia mulai berdakwah di jalan Allah. Beliau didukung oleh ruhul kudusdan mukjizat-mukjizat yang luar biasa. Al-Qur’an al-Karim menceritakan kepada kita bahwa esensi dakwah al-Masih tidak banyak berubah dari esensi dakwah para nabi sebelumnya, yaitu menyuarakan Islam yang intinya adalah menebarkan tauhid yang sempurna hanya serta menyerahkan diri kepada Allah: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Al-Qur’an memberitahu kita bahwa yang mengatakan kalimat tersebut adalah Isa. Kalimat tersebut adalah kalimat yang sama yang pernah disampaikan seluruh nabi, meskipun nama mereka, sifat mereka, mukjizat mereka, baju mereka, bahasa mereka, usia mereka, bentuk mereka, dan warna kulit mereka tidak sama. Mereka semua bersepakat untuk menyuarakan Islam dan hanya menyerahkan diri kepada Allah SWT serta beriman bahwa Allah SWT adalah Tuhan mereka dan Tuhan alam semesta. Tiada sekutu bagi-Nya dan tiada yang setara dengan-Nya. Dia Maha Esa yang tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tiada sesuatu pun yang menyerupai-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Isa tidak mengatakan persoalan tauhid lebih banyak atau lebih sedikit dari apa yang pemah disampaikan oleh para nabi. Al-Qur’an datang kira-kira setelah lima ratus tahun dari pengangkatan Nabi Isa. Allah SWT, melalui ilmu-Nya yang azali mengetahui apa yang terjadi di tengah-tengah kaum Masehi di mana mereka berselisih tentang hakikat Isa. Oleh karena itu, Al-Qur’an al-Karim berusaha menyingkap dialog mereka yang belum terjadi. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?’ Isa menjawab: ‘Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya, maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya) yaitu: ‘Sembahlah Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu,’ dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.’” (QS. al-Maidah: 116-117)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Al-Qur’an secara tegas mengatakan bahwa dakwah al-Masih adalah dakwah tauhid. Al-Qur’an ingin mengatakan bahwa al-Masih terlepas dari segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya, yaitu tuduhan bahwa ia anak Tuhan atau ia justru tuhan itu sendiri. “Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakannya) yaitu: ‘Sembahluh Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa pergi berdakwah di jalan Allah SMT. Inti dakwahnya adalah, bahwa tidak ada perantara antara Pencipta dan makhluk; tidak ada perantara antara seorang penyembah dan yang disembah. Allah SWT menurunkan kitab Injil kepada Nabi Isa. Ia adalah kitab suci yang datang untuk membenarkan Taurat dan berusaha menghidupkan syariatnya yang pertama. Injil adalah cahaya, petunjuk, dan peringatan bagi orang-orang yang bertakwa. Nabi Isa ingin meluruskan tafsiran orang-orang Yahudi terhadap syariat di mana mereka menyampaikan tafsir dari syariat itu secara harfiah dan sesuai dengan kepentingan mereka. Nabi Isa menenangkan orang-orang yang yang menjaga syariat bahwa ia tidak datang untuk menghilangkan syariat, tetapi ia datang untuk menyempurnakannya dan menyelesaikan tugas para nabi. Namun Isa lebih menekankan pada penafsiran esensinya, bukan kepada bentuk lahiriahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa memberi pengertian kepada orang-orang Yahudi bahwa sepuluh wasiat yang dibawa oleh Isa mengandung makna-makna yang lebih dalam dari apa yang mereka bayangkan. Wasiat yang keenam bukan hanya melarang pembunuhan materi, sebagaimana yang mereka pahami tetapi juga menyangkut penindasan dan usaha rnencelakakan orang lain. Sedangkan wasiat yang ketujuh bukan hanya melarang zina (dalam pengertian terjadinya hubungan antara laki-laki dengan perempuan melalui cara-cara yang tidak sah), tetapi zina berarti segala bentuk perbuatan yang menjurus kepada dosa. Misalnya, ketika mata diarahkan kepada lawan jenis disertai syahwat dan hasrat seksual, maka itu pun berarti zina. Nabi Isa berkata: “Sesungguhnya lebih baik bagi manusia untuk menghindarkan matanya dari sesuatu yang dapat menghancurkannya daripada ia harus hancur dengan mata itu sendiri. Syariat yang dibawa oleh Isa melarang untuk melanggar sumpah dan janji Nabi Isa memberi pengertian kepada kaumnya bahwa hendaklah mereka tidak melakukan sumpah palsu karena merupakan “kesalahan besar jika nama Allah dibuat main-main di atas mulut-mulut manusia.” (Injil Mata 21 sampai 48).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Dakwah Nabi Isa juga berbenturan dengan arus materialisme yang sangat mendominasi masyarakat saat itu. Oleh karena itu, beliau mengingatkan manusia dari perbuatan munaflk, pamrih, tamak, dan gila pujian. Begitu juga beliau mengingatkan mereka dari sifat rakus terhadap kekayaan dunia; beliau mengingatkan agar jangan sampai mereka menimbun harta di dunia. Yakni, hendak lah mereka tidak memfokuskan perhatian mereka pada urusan-urusan duniawi semata yang sifatnya tidak abadi. Tetapi hendaklah rnereka memfokuskan perhatian mereka pada hal-hal yang bersifat samawi (ukhrawi) karena itu bersifat abadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa memberitahu kepada masyarakatnya agar mereka menjadi orang-orang yang teliti saat memilih gaya hidup mereka karena pada gilirannya akal mereka akan menjadi cermin darinya. Kecenderungan manusia itu terkait kuat dengan hatinya. Jika hati tertuju kepada cahaya langit, maka kehidupan manusia akan tampak bersinar tetapi jika hati tertuju pada kegelapan dunia, maka kehidupannya pun tampak gelap. Nabi Isa mengingatkan kaumnya dari sikap pamrih dan cinta dunia. Beliau mengajak mereka untuk teliti dalam memilih majikan yang mereka mengabdi kepadanya karena manusia tidak dapat mengabdi kepada dua majikan dalam satu waktu. Boleh jadi ia akan menjadikan harta sebagai majikannya, atau boleh jadi ia akan menjadikan Allah SWT sebagai tuannya. Jika ia menyembah harta, maka berarti ia jauh dari penyembahan terhadap Tuhannya. Oleh karena itu, hendaklah manusia menjauhi dunia, seperti makanan dan pakaian di mana mereka akan dikuasai oleh kegelisahan dan ketidaktenangan serta keraguan tentang penjagaan Allah SWT kepada mereka. Allah SWT telah berjanji untuk memenuhi kebutuhan hamba-hamba-Nya dalam kehidupan. Ketika timbul kegelisahan dan keraguan pada diri mereka, maka itu dikarenakan keraguan mereka terhadap penjagaan Allah SWT dan ketidakpercayaan mereka kepada janji-janjinya dan rahmat-Nya serta bimbingan-Nya. Allah SWT-lah yang menciptakan mereka dan Dia pula yang menjamin kehidupan mereka dan melindungi mereka. Bahkan Dia juga melindungi makhluk yang paling kecil urusannya seperti burung di langit dan kumbang-kumbang di kebun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa memberitahu kaumnya bahwa hanya memperhatikan dunia adalah hal yang salah, yang tidak pantas dilakukan oleh orang-orang yang beragama. Itu adalah sikap para penyembah berhala karena penyembah berhala tidak mengetahui apa yang lebih baik darinya, sedangkan orang-orang yang beragama mengetahui bahwa di sana terdapat bimbingan Ilahi yang mengajak mereka untuk percaya kepada Allah SWT dan tidak begitu peduli dengan dunia. Allah SWT mengetahui kebutuhan-kebutuhan mereka lebih daripada apa yang mereka ketahui; Allah SWT akan melindungi mereka dan akan menjamin kehidupan mereka. Karena itu, yang layak bagi mereka adalah, hendaklah mereka memohon agar diberi kekuasaan Allah SWT dan kebaikan dari-Nya. Yakni kehidupan ruhani dan apa yang dikandungnya dari kebahagiaan abadi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Di samping itu, &lt;b&gt;Nabi Isa&lt;/b&gt; menasihati mereka agar jangan terlalu pusing dengan kejadian-kejadian yang akan datang dan persoalan-persoalan esok hari karena esok hari sudah berjalan sebagaimana mestinya. Jika kebutuhan dan penderitaan datang silih berganti, maka bantuan dan perlindungan Ilahi pun terus datang silih berganti. Dakwah Nabi Isa juga berbenturan dengan dualisme yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat. Kita saksikan sebagaimana mereka suka mendapatkan kebaikan yang ditujukan kepada diri mereka, maka mereka pun biasa untuk melakukan kejahatan kepada orang-orang lain. Demikianlah, kehidupan orang-orang Yahudi dicemari sikap dualisme ini. Nabi Isa mewasiatkan kepada manusia agar mereka memperlakukan sesama mereka sesuai dengan akidah yang mengatakan: “Perlakukanlah orang lain sebagaimana engkau memperlakukan dirimu sendiri”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa terus melangsungkan dakwahnya dan mengajak manusia untuk menyembah Allah SWT serta tidak menyekutukan-Nya, sebagaimana beliau juga mengajak manusia untuk membersihkan dan menyudkan ruhani serta hati dan berasaha memasuki kerajaan langit. Dakwah Nabi Isa itu sangat memukul kalangan para pendeta Yahudi. Kalimat-kalimat yang dilontarkan Nabi Isa bagaikan senjata yang siap menerpa wajah mereka dan menyatakan peperangan terhadap mereka serta menyingkap kedok kemunafikan mereka. Mula-mula pemerintahan Romawi tidak turut campur dalam masalah tersebut karena mereka melihat bahwa itu hanya sekadar perselisihan internal antara kelompok-kelompok Yahudi. Bagi mereka, selama orang-orang Yahudi sibuk dengan masalah mereka sendiri dan tidak peduli dengan kekuasaan, mereka pun tidak turut campur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kemudian para pendeta Yahudi mulai merancang suatu persekongkolan untuk menyingkirkan Isa. Mereka ingin mengusir Isa dan membuktikan bahwa Isa datang untuk menghancurkan syariat Musa. Syariat Musa memutuskan untuk merajam wanita yang berzina. Para pendeta Yahudi menghadirkan wanita yang salah yang berhak dirajam. Mereka berkumpul di sekeliling Isa dan bertanya kepadanya: “Tidakkah syariat menetapkan untuk merajam wanita yang bersalah?” Isa menjawab: “Benar,” Mereka berkata: “Ini adalah wanita yang bersalah.” Isa memandang wanita itu dan ia pun melihat para pendeta Yahudi. Isa mengetahui bahwa para pendeta Yahudi lebih banyak kesalahannya daripada wanita tersebut. Para pendeta itu menunggujawaban Isa. Jika ia mengatakan bahwa wanita itu tidak berhak dibunuh, maka berarti ia menentang syariat Musa, dan jika ia mengatakan bahwa ia berhak dibunuh, maka ia justru menghancurkan dirinya sendiri yang membawa syariat cinta dan toleransi. Nabi Isa memahami bahwa ini adalah persekongkolan. Beliau tersenyum dan wajahnya tampak bercahaya. Kemudian beliau melihat para pendeta Yahudi dan wanita itu sambil berkata: “Barangsiapa di antara kalian yang tidak memiliki kesalahan, maka hendaklah ia merajam wanita itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Suara beliau yang keras itu memecahkan keheningan tempat penyembahan. Beliau menetapkan peraturan baru yang berhubungan dengan hukum yang dijatuhkan kepada orang yang ber-buat salah. Hendaklah orang yang tidak berbuat salah menghukum orang yang salah dan tidak berhak seseorang pun dari kalangan manusia untuk menghukum orang yang bersalah jika ia sendiri bersalah, tetapi yang menghukumnya adalah Allah SWT yang Maha Suci dan Maha Tinggi dan Allah SWT adalah Maha Pengasih di antara yang mengasihi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa keluar dari tempat penyembahan itu. Tiba-tiba, wanita itu mengejar dari belakangnya. Lalu wanita itu mengeluarkan dari pakaiannya satu botol dari minyak yang berharga. Ia berdiri di depan Isa dan menjatuhkan dirinya di atas kedua kaki Isa lalu menciumnya dan membasuhnya dengan minyak wangi dan air mata. Setelah itu, ia mengeringkan kedua kakinya dengan rambutnya. Bagi wanita itu, al-Masih mempakan harapan terakhir yang dapat menyelamatkannya. Lalu keluarlah dari belakang Isa seorang tokoh pendeta Yahudi. Ia berdiri menyaksikan pemandangan tersebut dan ia merasa kagum terhadap kasih sayang Isa. Isa melihat kepadanya dan bertanya; “Seorang kreditor yang memiliki dua orang debitor, salah satunya berhutang lima ratus dinar dan yang lain lima puluh dinar.” Pendeta itu berkata: “Ya.” Isa berkata: “Tak seorang pun dari mereka berdua yang merniliki uang yang cukup untuk melunasi uangnya. Lalu si kreditor memaafkan mereka dan membebaskan mereka dari hutang.” Pendeta berkata: “Ya.” Kemudian Isa bertanya: “Siapa di antara mereka yang paling senang kepada kreditor itu?” Pendeta menjawab: “Tentu yang berhutang lebih besar.” Isa berkata: “Benar apa yang engkau ucapkan. Lihadah wanita ini. Aku telah masuk ke rumahmu tetapi engkau tidak memberikan kepadaku air agar aku dapat membasuh wajahku, tetapi wanita itu membasuh kedua kakiku dengan air mata lalu ia mengusapnya dengan rambut kepalanya. Begitu juga engkau tidak memberikan ciuman kepadaku tetapi wanita ini tidak merasa puas dengan hanya mencium kedua kakiku. Jadi, hatimu sungguh sangat keras tetapi hati wanita itu dipenuhi dengan rasa cinta. Maka barangsiapa yang banyak mencintai niscaya kesalahan-kesalahannya akan diampum.” Kemudian Isa menoleh ke wanita itu dan memerintahkannya untuk bangkit dari tanah sambil berkata: “Ya Allah, ampunilah wanita ini dan hilangkanlah kesalahan-kesalahannya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa berusaha menyadarkan para pendeta Yahudi bahwa para dai yang menyeru di jalan Allah SWT bukanlah algojoalgojo yang bengis yang menerapkan hukum syariat tanpa melihat keadaan masyarakat yang bersalah, tetapi mereka datang dan membawa ajaran Allah SWT yang merupakan ajaran yang penuh dengan rahmat kepada manusia. Jadi, rahmat adalah tujuan semua dakwah Ilahi ini. Bahkan diutusnya para nabi itu sendiri mengandung rahmat Allah SWT terhadap kaum mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Isa terus berdoa kepada Allah SWT agar merahmati kaumnya. Beliau menyuruh kaumnya agar menyayangi diri mereka sendiri dan beriman kepada Allah SWT. Kehidupan Nabi Isa menggambarkan kezuhudan dan ketaatan dalam ibadah. Mu’tamar bin Sulaiman berkata, sebagaimana diri wayatkan Ibnu ‘Asakir: “Nabi Isa menemui kaumnya dengan memakai pakian dari wol. Beliau keluar dalam keadaan tidak beralas kaki sambil menangis serta wajahnya tampak pucat karena kelaparan dan bibimya tampak kering karena kehausan. Nabi Isa berkata, “salam kepada kalian wahai Bani Israil. Aku adalah seseorang yang meletakkan dunia di tempatnya sesuai dengan izin Allah SWT, tanpa bermaksud membanggakan diri. Apakah kalian mengetahui di mana rumahku?” Mereka menjawab: “Di mana rumahmu wahai Ruhullah?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa menjawab: “Rumahku adalah mesjid, wewangianku adalah air makananku adalah rasa lapar, pelitaku adalah bulan di waktu malam dan salatku di waktu musim dingin di saat matahari terletak di timur, bungaku adalah tanaman-tanaman bumi, pakaianku terbuat dari wol, syiarku adalah takut kepada Tuhan Yang Maha Mulia, teman-temanku adalah orang-orang yang fakir, orang-orang yang sakit, dan orang-orang yang miskin. Aku memasuki waktu pagi dan aku tidak mendapati sesuatu pun di rumahku begitu juga aku memasuki waktu sore dan aku tidak menemukan sesuatu pun di rumahku. Aku adalah seseorang yang jiwanya bersih dan tidak tercemar. Maka siapakah yang lebih kaya daripada aku?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Isa terus melakukan dakwahnya. Ia didukung oleh mukjizat dari Allah SWT. Nabi Isa mampu membuat bentuk burung dari tanah kemudian ia meniupnya, maka tanah itu menjadi burung dengan izin Allah SWT. Selain itu, ujung bajunya yang sederhana jika tersentuh orang yang sakit, maka orang itu akan sembuh. Bahkan jika Isa meletakkan tangannya di atas mata orang yang buta atau orang yang terkena sakit belang niscaya ia akan sembuh. Jadi, Nabi Isa didukung oleh mukjizat yang luar biasa. Bahkan beliau mampu menghidupkan orang-orang yang mati dari kuburan mereka sehingga mereka keluar dalam keadaan hidup dengan izin Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Para ahli tafsir mengatakan bahwa Nabi Isa menghidupkan empat orang. Pertama, al-Azir yaitu temannya. Kemudian dua orang anak laki-laki dari seorang tua, dan seorang anak perempuan satu-satunya dari seorang ibu. Mereka adalah tiga orang yang mati di zaman Nabi Isa. Ketika orang-orang Yahudi melihat hal tersebut, mereka berkata: “Engkau menghidupkan orang-orang yang mati dan kematian mereka tidak lama .Barangkali mereka tidak mati tapi mereka sekadar mengalami keadaan tidak sadarkan diri atau mati suri. Lalu mereka meminta kepada Nabi Isa untuk membangkitkan Sam bin Nuh dari kematiannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Para ahli tafsir mengatakan bahwa Nabi Isa bertanya kepada mereka, “Di manakah kaum kuburan Sam bin Nuh?” Mereka keluar bersama Isa sehingga mereka mencapai kuburan. Lalu Nabi Isa berdoa kepada Allah SWT agar menghidupkan orang yang mati di situ. Sam bin Nuh keluar dari kuburannya, dan rambut dikepala-nya tampak beruban. Isa berkata kepadanya: “Bagaimana rambut di kepalamu bisa beruban, sementara di zamanmu kau tidai. ada uban,” Sam berkata: “Ya Ruhullah, aku mendengar engkau berdoa untukku lalu aku mendengar suara yang mengatakan, aku akan mengabulkan wahai Ruhullah. Aku mengira bahwa kiamat telah tiba. Karena takutnya kepada hal itu sehingga rambut di kepalaku beruban.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Apa pun yang dikatakan berkaitan dengan cerita itu yang menyebutkan tentang bagaimana Nabi Isa menghidupkan orang-orang yang mati, namun kita tidak mengetahui konteks Al-Qu’ran serta perincian-perincian yang menjelaskan hal tersebut. Allah SWT hanya menyebutkan bahwa Isa menghidupkan orang-orang yang mati dengan izin-Nya. Kita percaya bahwa Nabi Isa mampu menghidupkan mereka tetapi kita tidak mengetahui apakah mereka mati kembali setelah dihidupkan atau mereka sempat menjalani kehidupan selama beberapa saat. Nabi Isa terus berjalan di jalan Allah SWT. Beliau membuat bagi mereka apa yang disebut dengan hukum ruh. Beliau menaiki gunung dan para sahabat-sahabatnya berdiri di sekitarnya. Nabi Isa melihat orang-orang yang beriman kepadanya yang terdiri dari orang-orang yang fakir, orang-orang yang menderita, dan orang- orang yang sedih. Jumlah mereka sedikit sebagaimana lazimnya jumlah para pengikut nabi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Gunung diliputi dengan awan tipis dan turunlah hujan gerimis. Isa mulai berbicara: “Sungguh beruntung bagi orang-orang miskin karena mereka memiliki kerajaan langit. Beruntunglah orang-orang yang sedih karena mereka akan menjadi orang-orang yang mulia. Beruntunglah yang diserahi amanat karena mereka akan mewarisi bumi. Beruntunglah orang-orang yang lapar dan haus karena mereka akan dikenyangkan. Beruntunglah orang-orang yang menyayangi karena mereka akan disayangi. Beruntunglah orang-orang yang bersih hatinya karena mereka akan melihat Allah SWT. Beruntunglah orang-orang yang tertindas demi mempertahankan kebenaran karena mereka akan mendapatkan kerajaan langit. Kalian adalah garam bumi jika garam telah rusak, maka siapa gerangan yang dapat mengembalikannya menjadi garam kembali.” Renungkanlah kedalaman ungkapan dari Nabi Isa, “kalian adalah garam bumi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Garam adalah sesuatu yang memberikan rasa yang khusus dan tanpa garam makanan akan menjadi hambar. Yakni, tanpa orang-orang mukmin, maka cita rasa kehidupan terasa tidak bermakna; tanpa kehadiran orang-orang Muslim dan perbuatan mereka yang ikhlas terhadap Allah SWT akan tampak kehidupan sangat berat dan tidak berarti. Di samping itu, kehadiran manusia sebagai khalifah Allah SWT di muka bumi pun sia-sia, dan keagungan manusia sebagai hamba Allah SWT pun tidak bermakna, dan pada gilirannya kehidupan akan dipenuhi dengan kejahatan dan keburukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Allah SWT teiah mewahyukan kepada “garam bumi” agar mereka beriman kepada Nabi Isa. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut-pengikut Isa yang setia: ‘Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku.’ Mereka menjawab: ‘Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh (kepada seruanmu).’” (QS. al-Maidah: 111)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Al-Hawariyin mengakui kebenaran ajaran Nabi Isa dan mereka menyatakan keislaman kepadanya, sebagaimana ratu Saba’ mengakui kebenaran ajaran Nabi Sulaiman dan menyatakan keislaman padanya, dan sebagaimana semua para nabi menyatakan keislaman. Hakikat ajaran para nabi terbatas kepada pernyataan keislaman dan semua nabi menyeru kepada jalan tauhid dan jalan Islam. Islam dalam pandangan kami memiliki makna yang lebih dalam daripada tauhid. Pengakuan seseorang terhadap Allah SWT dan keimanan akan keesaan-Nya dalam menciptakan makhluk tidak mencegah orang itu untuk berbuat dosa, sedangkan keislaman atau penyerahan hati dan anggota badan serta pemikiran kepada Allah SWT merupakan suatu tingkatan sedikit lebih tinggi. Ini adalah tingkat kepatuhan orang-orang yang patuh dan puncak ketauhidan orang-orang yang bertauhid. Itu adalah keserasian antara tindakan dengan pikiran, yaitu usaha manusia untuk menghindari kesalahan dan memurnikan amal hanya untuk Allah SWT. Al-Qur’an al-Karim memberitahu kita bahwa Allah SWT menyampaikan wahyu kepada al-Hawariyin agar mereka beriman kepadanya dan kepada Rasul-Nya Isa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Marilah kita renungkanlah sejenak tentang wahyu Allah SWT terhadap Hawariyin. Kita mengetahui bahwa Allah SWT mewahyukan kepada manusia dan kepada makhluk-makhluk lainnya. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada lebah…” (QS. an-Nahl: 68)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Yang dimaksud dengan wahyu di sini adalah memberikan ilham kepada makhluk agar mereka menuju ke jalan fitrahnya yang telah Allah SWT gariskan di atasnya sehingga mereka mencapai jalan kesempurnaan. Tidakkah Anda ingat tentang jawaban Nabi Musa terhadap pertanyaan Fira’un:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Fir’aun berkata: ‘Siapakah Tuhan kamu berdua wahai Musa. ” (QS. Thaha: 49)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Musa berkata: ‘Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya kemudian memberinsa petunjuk. ” (QS. Thaha: 50)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Makna di sana dan di sini sama. Makna yang sama tersebut diterapkan kepada kaum Hawariyin di mana wahyu Allah SWT terhadap mereka berupa pemberian ilham kepada mereka demi kebaikan mereka dan kebahagiaan mereka, dan wahyu ini tidak bertentangan dengan ikhtiar mereka dan usaha mereka serta keinginan mereka, bahkan tidak bertentangan dengan kebebasan mereka. Allah SWT telah melihat hati mereka yang dipenuhi dengan kebaikan. Dia melihat mereka sebagai garam bumi, maka Allah SWT mewahyukan kepada mereka agar beriman kepadanya dan rasul-Nya sehingga mereka pun beriman dan mereka pun bersaksi bahwa mereka orang-orang yang berserah diri atau Muslim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Tampaknya kaum Hawariyin menyembunyikan keimanan mereka sehingga Isa merasakan kekufuran kaumnya semakin menjadi-jadi lalu Isa memanggil mereka: “Siapakah di antara kalian yang menolong aku menuju jalan Allah SWT?” Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran dari mereka (Bani Israil) berkatalah dia: ‘Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk menegakkan (agama) Allah?’ Para Hawariyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: ‘Kamilah penolong-penolong (agama) Allah. Kami beriman kepada Allah; dan sahsikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi.’” (QS. Ali ‘Imran: 52-53)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nas Al-Quran menunjukkan bahwa Nabi Isa mengajak mereka untuk mengikuti Islam sehingga mereka pun berserah diri; nas Al-Quran menegaskan bahwa Nabi Isa menyampaikan kabar gembira dengan kedatangan seorang rasul yang datang setelahnya yang bernama Ahmad. Dikatakan dalam Al-Qur’an:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan (ingatlah) ketika Isa putra Maryam berkata: ‘Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab yang turun sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).’ Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: ‘Ini adalah sihir yang nyata.’” (QS. Shaff: 6)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kita tidak mengetahui secara pasti kapan Nabi Isa menyampaikan kabar berita tentang kedatangan seorang rasul ini yang datang setelah masanya, yaitu Ahmad saw. Apakah kabar berita itu beliau sampaikan dipermulaan pengutusannya kepada manusia, atau apakah beliau menyampaikan kabar itu pada akhir masa dakwahnya dan sebelum beliau diangkat ke langit? Tetapi melihat konteks Al-Qur’an tampaknya kabar berita tersebut itu disampaikan di permulaan dakwahnya, sebagaimana firman-Nya: “Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: ‘lni adalah sihir yang nyata.‘”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kata ganti (dhamir) dalam ayat tersebut kembali kepada Nabi Isa. Ayat tersebut menunjukkan bahwa Nabi Isa menyampaikan kabar gembira dengan datangnya Muhammad atau Ahmad ketika Allah SWT mengutus kepada kaumnya. Kemudian terjadilah di hadapan Nabi Isa berbagai macam mukjizat yang luar biasa seperti penghidupan orang yang mati, peniupan tanah, dan sebagainya. Ketika Nabi Isa datang membawa bukti-bukti yang jelas ini, maka mereka menuduhnya bahwa ia membawa sihir. Nabi Isa mengetahui bahwa tuduhan semacam ini telah dialamatkan kepada sebagian besar para nabi sebelumnya. Beliau juga mengetahui bahwa nabi yang terakhir pun akan mendapatkan tuduhan yang sama. Oleh karena itu, nabi yang mulia itu tetap berdakwah di jalan Allah SWT dan tidak peduli dengan tuduhan kaumnya yang mengatakan bahwa beliau membawa sihir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kemudian pertentangan antara Nabi Isa dan Bani Israil semakin meningkat. Mereka adalah orang-orang yang hatinya keras, yang membeku di hadapan kebenaran. Isa datang kepada mereka dan menghancurkan segala pemikiran mereka dan kehidupan mereka serta sistem mereka. Sesungguhnya dakwah Nabi Isa terfokus kepada kebenaran, kedamaian dan keadilan dan pada saat yang sama mengumumkan peperangan terhadap kehidupan orang-orang yang lalim yang telah menjauhi kebenaran. keadilan, dan kedamaian. Injil Mata menyebutkan melalui lisan Isa: “Jangalah kalian mengira bahwa aku membawa kedamaian ke muka bumi. Aku tidak datang hanya membawa kedamaian tetapi aku datang membawa pedang.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kalimat tersebut menyiratkan hakikat yang penting dari hakikat dakwah para nabi. Para nabi adalah pejuang sejati di mana senjata yang mereka gunakan di medan peperangan beraneka ragam. tetapi mereka pada hakikatnya adalah pejuang. Mereka memulai peperangan mereka dengan satu pemikiran yaitu suatu tekad mengatakan bahwa tiada Tuhan selain Allah SWT. Pemikiran itu tentu berbenturan dengan kepercayaan akan tuhan-tuhan yang diyakini oleh manusia, baik tuhan-tuhan yang terbuat dari emas atau batu. Pemikiran itu sangat mengganggu ketenangan orang-orang yang lalim atau penguasa yang bengis serta sangat melawan kepentingan mereka, sehingga para raja dan para penguasa seperti biasanya bergerak menentang nabi kecuali orang yang mendapatkan petunjuk dari Allah SWT. Para pembesar dari kalangan kaum nabi menentang nabi. Al-Mala’ adalah para pembesar sebagaimana telah kami jelaskan dalam kisah Nabi Nuh dan sesudahnya. Kemudian Nabi terus melangsungkan peperangan mewujudkan tekadnya: Nabi meletakkan dasar peperangannya dengan menyampaikan ketuhanan Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Setelah meneguhkan dasar yang kuat ini, Nabi menetapkan keadilan. Tak seorang pun berhak untuk menghinakan seseorang atau menjadikannya sebagai budak karena penghambaan hanya pantas ditujukan kepada Allah SWT. Manusia adalah sama di antara mereka sehingga tidak berhak seseorang untuk memanfaatkan kekuatan manusia untuk membangun kejayaan pribadinya atau unruk memperkaya dirinya dengan merugikan orang lain, atau menghancurkan hak-hak mereka atau berbuat buruk terhadap mereka dalam berbagai bentuknya. Jadi, inti dakwah para nabi berarti mengganti dan mengubah sistem yang rusak yang didirikan oleh para pembesar kaumnya. Kalau begitu, ia adalah dakwah yang menyatakan peperangan dan karena itu seseorang nabi harus membava senjata. Setelah meneguhkan pemikiran tersebut, dimulailah peperangan. Seorang nabi menggunakan pedang. Ia berlindung di balik senjata dan senjata yang dimiliki oleh setiap nabi berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Mula-mula seorang nabi tidak menggunakan senjata apa pun dalam peperangannya selain berusaha untuk membangkitkan akal. Lalu peperangan semakin meningkat sehingga nabi terpaksa untuk menggunakan senjata. Para musuh memaksanya untuk menggunakan senjata sehingga para nabi pun menggunakan senjata. Di sini setiap nabi mempunyai senjata yang berbeda-beda. Terkadang senjata seorang nabi berupa mukjizat yang dapat menghentikan langkah dan menghancurkan mereka seperti taufan (kisah Nabi Nuh) atau angin (kisah Nabi Hud), dan terkadang senjata para nabi adalah mukjizat yang membantunya untuk mengalahkan musuh-musuhnya secara pasti seperti ditundukkannya jin dan burung baginya (kisah Nabi Sulaiman) dan senjata nabi berupa mukjizat yang menyelamatkannya dari tipu daya musuh seperti berubahnya api menjadi sesuatu yang dingin dan membawa keselamatan (kisah Nabi Ibrahim) dan terkadang senjata nabi yang luar biasa yang memperkuat dakwahnya seperti menghidupkan orang-orang yang mati (kisah Nabi Isa) dan terkadang senjata nabi berupa pedang yang dipegang di tangannya saat ia melangsungkan peperangan dan mempertahankan dakwahnya (kisah Nabi Muhammad saw).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Jadi, senjata para nabi berbeda-beda, baik dalam bentuk kualitas maupun kapasitasnya. Allah SWT mengetahui kondisi mereka lebih dari apa yang kita ketahui sehingga Allah SWT sangat tepat ketika memilihkan senjata untuk setiap nabi. Dan tak seorang nabi pun yang tinggal di suatu tempat sementara ia tidak berjuang dan tidak bergerak dan tidak mengalami penderitaan dari kaumnya. Oleh karena itu, sesuai dengan kadar kesabaran para nabi dan perjuangan mereka dalam menyampaikan dakwah di jalan Allah SWT, mereka layak untuk mendapatkan tempat yang istimewa di sisi Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Isa bin Maryam telah menyampaikan bahwa beliau adalah seorang pejuang yang membawa senjata. Kata-katanya sendiri berusaha menghancurkan masyarakat yang keras, masyarakat yang bodoh. Masyarakat di zaman Nabi Isa berdiri di atas kesalahan, kesyirikan, kebohongan, kemunafikan, meterialisme, pamrih, kelaliman dan tidak ada kebebasan. Maka melalui kalimat-kalimatnya, Nabi Isa menghancurkan semua ini. Nabi Isa memberitahu kaumnya bahwa dakwahnya di jalan Allah SWT bukan terfokus pada dakwah kedamaian tetapi dalam hal-hal tertentu dakwahnya pun berisi pernyataan perang. Sesuatu menjadi tidak bernilai ketika tidak berusaha dipertahankan oleh yang bersangkutan sampai tetes darah penghabisan. Timbulnya pemikiran-pemikiran, nilai-nilai dan prinsip-prinsip tidak hanya bersandar kepada idealismenya tetapi nilainya justru bersandar kepada usaha keras yang dikerahkan oleh para pembawanya dalam rangka mempertahankannya. Tanpa peperangan dan mengangkat senjata dakwah para nabi akan menjadi pemikiran-pemikiran yang sekadar idealisme yang tidak akan menghentikan seseorang pun dan tidak akan membangkitkan seseorang pun.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kita mengetahui bahwa sebagian besar nabi berhadapan dengan kelompok besar dari masyarakat yang menentangnya dan berusaha memeranginya. Mula-mula mereka mengejeknya dan pada akhirnya mereka berusaha untuk membunuhnya. Kita mengetahui bahwa para nabi berusaha mati-matian untuk memperjuangkan kebenaran yang dibawanya. Melalui kisah para nabi, kita mengetahui bahwa bagaimana serangan masyarakat, para pembesar, dan para penguasa terhadap para nabi tetapi pada saat yang sama kita seakan-akan tidak melihat bagaimana serangan para nabi terhadap mereka. Penjelasan dari hal itu sangat mudah. Peperangan yang dibangkitkan oleh kebatilan atas para nabi didukung oleh alat-alat yang canggih dan sangat kuat di mana mereka memiliki berbagai macam sarana untuk menjatuhkan para nabi, sedangkan para nabi hanya menyandarkan kekuatan dari yang Maha Benar, yaitu Allah SWT; kekuatan yang tidak berdasarkan pada sebab-sebab tertentu atau tidak peduli dengan tuduhan-tuduhan atau kegaduhan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Para nabi hanya terus melangsungkan dakwahnya yang berdasarkan kepada usaha membangkitkan akal dan hati serta menvucikan ruh. Keteguhan sikap para nabi ini bagi musuh-musuh mereka merupakan problem yang besar. Dakwah nabi juga menjamah suatu keluarga di mana seorang ayah dapat beriman sementara seorang anak dapat menentang atau seorang anak dapat beriman sementara si ayah dapat menentang atau seorang istri beriman atau seorang suami kafir atau seorang suami beriman sementara si istri kafir. Perbedaan anak laki-laki dengan ayahnya dan seorang istri dengan suaminya menimbulkan permusuhan di dalam rumah-rumah. Dengan terjadinya hal ini, masyarakat bergerak untuk menentang nabi dan semakin meningkatkan tekanan-tekanan mereka kepadanya sehingga permusuhan dan kebencian mereka kepada nabi semakin meruncing. Mereka pun berusaha untuk melawan nabi itu yang bagi mereka telah memisahkan antara ayah dan anaknya atau ia datang untuk memisahkan seorang anak perempuan dari ibunya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kemudian seorang nabi meletakkan suatu undang-undang bagi orang yang mengikutinya, yaitu undang-undang pokok yang membatalkan undang-undang yang tidak sesuai dengannya. Undang-undang ini tampak dalam kalimat nabi: “pertama-tama cinta kepada Allah dan kemudian cinta kepada nabi dan setelah itu cinta kepada sesama manusia.” Makna-makna yang demikian ini tercermin secara jelas dari kalimat-kalimat Isa yang disampaikan oleh Injil Mata pada pasal ke-10.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Al-Masih berkata: “Janganlah engkau mengira bahwa aku datang membawa kedamaian di bumi, aku datang bukan hanya membawa kedamaian tetapi pedang. Aku datang untuk menjadikan seorang anak berbeda dengan ayahnya dan seorang anak perempuan berbeda dengan ibunya sehingga musuh seseorang justru terdapat pada keluarganya. Maka barangsiapa yang mencintai ibunya dan ayahnya lebih dari kecintaannya kepadaku, maka ia tidak berhak mencintaiku, dan barangsiapa yang mencintai anak laki-lakinya dan perempuannya lebih dariku, maka ia tidak berhak mengikutiku. Meskipun kehidupannya tampak beruntung sebenarnya ia telah rugi, dan barangsiapa yang kehidupannya merugi karena aku, maka sebenarnya ia telah beruntung.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Penjelas Injil mengatakan: “Pemikiran orang-orang Yahudi tentang al-Masih adalah, ketika al-Masih datang, maka semua pengikutnya akan merampas kekayaan dan kejayaan di dunia ini lalu ia hanya memberi mereka ketenangan dan kedamaian. Ketika al-Masih datang, ia menjelaskan kepada para muridnya bahwa hal tersebut tidak benar, karena jika ia datang untuk memberikan kedamaian kepada para pengikutnya, maka mereka akan terancam kelaliman dan mereka akan mati karena tajamnya pedang. Maka hendaklah mereka tidak mengharapkan kedamaian tetapi peperangan; hendaklah mereka tidak mengharapkan keserasian tetapi perpecahan.” Demikianlah masyarakat Yahudi terbagi menjadi dua kelompok: kelompok orang-orang yang fakir, orang-orang yang lemah dan orang-orang yang bersih hatinya bersama Isa, sedangkan kelompok mayoritas menentang Isa. Bahkan kelompok mayoritas kafir itu sering menyakiti Isa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Injil Mata menceritakan penderitaan al-Masih pada pasal ke-11. Ia menceritakan bagaimana kemarahan al-Masih terhadap orang-orang yang tidak mengabdi kepada Yuhana (Yahya) dengan baik atau mengabdi kepadanya secara pribadi dengan baik. Injil Mata menguntip pernyataan Isa sebagai berikut: “Dengan apa aku menyerupakan generasi ini, Sesungguhnya mereka menyerupai anak-anak kecil yang duduk di pasar yang berteriak-teriak memanggil teman-teman mereka sambil berkata: “Kami telah meniup seruling tetapi kalian tidak menari. Kami mengasihi kalian tetapi kalian tidak menangis.” Yuhana telah datang dan tidak makan dan minum tetapi mereka mengatakan, sesungguhnya ia terkena setan. lalu datanglah seorang anak manusia yang makan dan minurn lalu mereka mengatakan, ia adalah seorang yang ahli makan dan ahli minum khamer.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Dokumen itu menunjukkan penderitaan al-Masih dan menyingkap peperangan yang akan dihadapinya. Penderitaan yang dialami oleh hati suci al-Masih adalah sebagai tindakan generasi tersebut di mana beliau diutus di dalamnya sebagai orang yang memberi petunjuk dan menyampaikan berita gembira tentang kerajaan langit. Beliau menyerupakan generasi Yahudi itu dengan anak-anak kecil yang duduk-duduk di pasar sambil berteriak-teriak memanggil teman-teman mereka sambil berkata: “kami telah meniup seruling tetapi kalian tidak menari. Kami berbelas kasih kepada kalian tetapi kalian tidak menangis.” Al-Masih mengisyaratkan dengan pernyataan itu tentang apa yang diperbuat anak-anak kecil saat mereka bermain-main, di mana biasanya mereka meniru orang-orang yang besar saat mereka bergembira dengan menari-nari dan saat mereka sedih mereka menangis. Demikianlah mereka sangat cepat berubah antara bergembira dan sedih tanpa melalui pertimbangan dan kesadaran. Demikianlah keadaaan orang-orang Yahudi saat mereka mengabdi kepada Yahya, kemudian saat mereka mengabdi kepada al-Masih. Yahya telah datang kepada mereka dalam keadaan menangis, tidak makan dan tidak minum dari apa yang mereka makan dan yang mereka minum. Ia tidak bergaul dengan sembarangan manusia. Telah datang kepada mereka seorang nabi yang ahli ibadah tetapi kebanyakan mereka menolaknya dan mereka mengatakan bahwa ia terkena setan. Kemudian datang kepada mereka al-Masih di mana ia makan dan minum bersama pada acara walimah dan hari raya lalu mereka pun menolaknya dan mengatakan bahwa ia suka makan dan minum khamer padahal beliau adalah cermin terbesar dalam menghilangkan syahwat dan kesucian yang sempurna.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Alhasil, generasi itu adalah generasi yang main-main Iayaknya anak kecil. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mempengaruhi mereka dan mereka tidak mau bertaubat. Meskipun demikian, di sana terdapat kelompok kecil dari manusia yang terpengaruh dan bertaubat. Dokumen tersebut menunjukkan betapa beratnya penderitaan Isa di tengah-tengah generasi yang sezaman dengannya. Isa mengalami banyak penderitaan dalam menyampaikan dakwahnya. Isa banyak menderita di tengah-tengah kaum yang pikiran mereka belum matang. Mereka tak ubahnya seperti anak-anak kecil yang suka bermain-main. Kaum yang tak tergugah oleh kalimat-kalimat yang baik dan mereka tidak bergerak atau tersentuh ketika menyaksikan mukjizat-mukjizat yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Allah SWT kembali memperkuat Isa dengan mukjizat-mukjizat yang mengagumkan. Mukjizat di sini adalah senjata yang diberikan Allah SWT kepada nabi-Nya agar nabi tersebut menjadi tenteram dan agar menambah keyakinan orang-orang yang beriman kepadanya, sedangkan bagi orang-orang kafir mukjizat tersebut justru menambah kekufuran mereka sehingga Allah SWT memberikan pembalasan yang setimpal kepada kedua kelompok tersebut. Mukjizat yang Allah SWT berikan kepada Isa bin Maryam yang lain adalah, Allah SWT mengabulkan doa Hawariyin dengan menurunkan makanan dari langit. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“(Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: ‘Hai Isa putra Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?’ Isa menjawab: ‘Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman.’ Mereka berkata: ‘Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.‘ Isa putra Maryam berdoa: ‘Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada hami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu: beri rezekilah kami dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama.’ Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan) itu, maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia.’” (QS. al-Maidah: 112-115)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Barangkali kita terheran-heran ketika memperhatikan perkataan Hawariyin, “wahai Isa bin Maryam, apakah Tuhanmu mampu?” Mungkin pertama-tama yang terlintas dalam pikiran kita berkenaan dalam ayat tersebut adalah, keraguan Hawariyin terhadap kekuatan atau kekuasaan Allah SWT. Bagaimana hal itu mampu mereka laku-kan sedangkan mereka adalah murid-murid Isa yang beriman dan berserah diri kepada Allah SWT? Berkaitan dengan tafsir ayat tersebut, para ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama mengatakan, bahwa pertanyaan mereka ‘apakah Tuhanmu mampu?’ Yakni, berarti apakah Tuhanmu bisa? Kemudian mereka mencarikan alasan yang membenarkan perkataan Hawariyin itu dengan mengatakan bahwa pertanyaan itu dilontarkan saat mereka baru saja mengikuti Isa, sebelum mereka banyak mengetahui Allah SWT. Oleh karena itu, Isa berkata dalam jawabannya terhadap pertanyaan mereka, bertakwalah kepada Allah SWT jika kamu benar-benar orang mukmin. Yakni, janganlah kalian meragukan kekuasaan atau kekuatan Allah SWT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Qurthubi menampik tafsir ini. Hawariyin adalah para penolong Allah SWT, sesuai dengan nas Al-Qur’an dan tentu tidak boleh bagi penolong Allah SWT untuk tidak mengetahui kekuatan-Nya, apalagi meragukan kekuasaan-Nya. Sebagian ulama mengatakan bahwa perkataan tersebut dikeluarkan orang-orang yang bersama Hawariyin yang berasal dari Bani Israil dan tidak seorang pun dari Hawariyin yang mengatakan demikian kecuali mereka hanya sekedar menukil perkataan tersebut. Ada pendapat lain lagi yang mengatakan bahwa ayat tersebut tidak dibaca ‘hal yastathi’ rabbuka‘ tetapi dibaca ‘hal tastathi’ rabbaka’ sebagaimana bacaan Aisyah dan sebagaimana dibaca oleh Nabi. Maknanya, “apakah engkau mampu menghadirkan kekuatan Tuhanmu terhadap apa yang engkau minta.” Ada pendapat yang lain mengatakan ia dibaca ‘hal tastathi’ rabbaka’, yakni “apakah engkau mampu untuk berdoa kepada Tuhanmu atau meminta-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Sebagian kaum sufi berpendapat bahwa kaum Hawariyin bukan tidak mengetahui kekuasaan Allah SWT tetapi pertanyaan itu justru bersumber dari cinta kepada Allah SWT dan keinginan menyaksikan kekuasaan Allah SWT. Sikap mereka ini menyerupai dengan perbedaan tingkatan sikap Nabi Ibrahim as ketika beliau mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang-orang mati?’ Allah berfirman: ‘Apakah kamu belum percaya?’ Ibrahim menjawab: ‘Saya telah percaya, tetapi agar bertambah mantap hatiku.’” (QS. al-Baqarah: 260)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Oleh karena itu, kaum Hawariyin berkata: “Dan hati kami menjadi mantap,” sebagaimana Nabi Ibrahim berkata: “Agar bertambah mantap hatiku.” Inilah tafsir yang membuat kita puas dan membuat hati kita tenang. Nabi Isa menjawab pertanyaan mereka:‘Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman.’ Yakni, hati-hatilah kalian dengan banyak bertanya dan menguji Allah SWT karena kalian tidak mengetahui apa yang boleh kalian minta untuk didatangkan bukti-bukti kekuasaan Allah SWT. Perkataan Nabi Isa, jika kalian benar-benar beriman terfokus kepada apa yang dibawanya yang berupa mukjizat-mukjizat atau tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Nabi Isa bermaksud untuk mengatakan, sesungguhnya apa yang telah aku bawa dari mukjizat-mukjizat bagi kalian seharusnya sudah cukup membuat hati kalian mantap. “Mereka berkata: ‘Kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.’”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kaum Hawariyin menjelaskan kepada Isa sebab pertanyaan mereka ketika beliau melarangnya. Jika Nabi Isa keluar, maka beliau diikuti lima ribu orang atau lebih. Sebagian mereka dari kalangan Hawariyin dan sebagian yang lain campuran di antara pengikutnya dan musuhnya. Dikatakan bahwa mereka berpuasa dan mereka tidak mempunyai makanan, lalu para pengikut berkata kepada kaum Hawariyin, “Tanyalah kepada Isa apakah ia mampu berdoa kepada Tuhannya sehingga diturunkan kepada kita makanan dari langit.” Kemudian kaum Hawariyin pergi dengan membawa surat kaum itu kepada Isa. Ketika Isa meminta mereka untuk merasa cukup dengan mukjizat-mukjizat sebelumnya, mereka kembali melontarkan kebenaran permintaan mereka: ‘Kami ingin memakan hidangan itu. Mereka adalah orang-orang yang lapar sementara mereka tidak mempunyai makanan. Dan supaya tenteram hati kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Hati kaum Hawariyin menjadi tenang seperti tenangnya hati Ibrahim. Dan para pengikut pun merasa hatinya tenang dan mengakui bahwa Isa adalah Nabi yang diutus untuk mereka. Dan hati musuh juga menjadi tenang karena mereka menyaksikan kebatilan mereka sehingga pilihan mereka untuk tidak mengikuti Isa berakibat pada suatu saat mereka akan dimintai pertanggung jawaban.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami. Yakni kami mengetahui bahwa engkau utusan Allah. Dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu. Yakni, kami menyaksikan keesaan Allah dan risalah dan kenabianmu. Dan bagi orang lain yang tidak menyahsikannya, maka kami akan menceritakan kepada mereka peristiwa yang terjadi.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Isa putra Maryam berdoa: ‘Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turimnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kavii dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan-Mu: beri rezekilah kami dan Engkaulah Pembeti rezeki Yang Paling Utama.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Ketika kaum Hawariyin bertanya kepada Isa bin Maram agar diturunkan makanan dari langit, maka Nabi Isa berdiri dan meletakkan pakaian dari kulit wol kemudian beliau melangkahkan kakinya dan meletakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya, lalu beliau menundukkan kepalanya dalam keadaan khusuk dan tunduk kepada Allab SWT. Kemudian beliau membuka matanya dan menangis sehingga air matanya membasahi jenggotnya bahkan mencapai dadanya dan berkata: ‘Ya Tuhan kami, turunhanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit… Allah berfirman: ‘Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Lalu turunlah makanan besar dari celah dua awan: satu awan di atasnya satu awan di bawahnya. Saat itu manusia melihatnya. Nabi Isa berkata, “Ya Allah jadikanlah makanan ini sebagai rahmat dan jangan menjadi fitnah.” Lalu turunlah di depan Nabi Isa sapu tangan yang menutupinya kemudian Nabi Isa tersungkur dalam keadaan sujud yang diikuti oleh kaum Hawariyin. Mereka mendapati suatu bau yang harum yang belum pernah mereka temukan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nabi Isa berkata, “Siapakah di antara kalian yang paling ikhlas dan paling percaya kepada Allah SWT agar ia membuka makanan itu sehingga kita bisa makan darinya serta berzikir kepada Allah SWT atasnya serta bersyukur kepadanya.” Kaum Hawariyin berkata: “Wahai Ruhullah sesungguhnya engkau lebih berhak daripada kami dalam hal itu.”, maka Nabi Isa berdiri lalu beliau mengambil wudhu dan salat. Kemudian beliau banyak berdoa sambil duduk di sisi makanan itu dan membukanya. Tiba-tiba di atas makanan itu terdapat ikan yang lezat yang tidak ada durinya. Nabi Isa ditanya: “Wahai Ruhullah, apakah ini makanan dari dunia atau dari surga?” Nabi Isa menjawab: “Bukankah Tuhan kalian melarang kalian untuk bertanya pertanyaan semacam ini. Ia turun dari langit dan tidak ada makanan sepertinya di dunia dan ia bukan berasal dari surga tetapi ia adalah sesuatu yang Allah SWT ciptakan dengan kekuasaan yang luar biasa di mana Dia cukup mengatakan “jadilah, maka jadilah.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Para mufasir berbeda pendapat sekitar bentuk makanan yang diturunkan kepada Isa, apakah itu ikan atau daging? Apakah roti atau buah-buahan? Kami memandang bahwa pembahasan-pembahasan ini kurang penting. Sesuatu yang paling penting yang perlu kita perhatikan adalah apa yang dikatakan oleh Nabi Isa, Sesungguhnya ia diciptakan oleh Allah SWT dengan kekuasaan yang mengagumkan di mana Dia cukup mengatakan “Jadilah, maka jadilah ia.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Inilah hakikat makanan tersebut. Ia merupakan tanda-tanda kebesaran Allah SWT yaitu suatu tanda yang Allah SWT mengancam bagi siapa yang menentangnya Dia akan menyiksanya dengan azab yang belum pernah diterima oleh seseorang pun di dunia. Para ulama berbeda pendapat apakah makanan tersebut memang diturunkan atau tidak, tetapi menurut pendapat mayoritas dan ini yang benar makanan tersebut memang diturunkan, sesuai dengan firman Allah SWT: “Aku akan menurunkan hidangan itu bagimu. “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Dikatakan bahwa ribuan pengikut Nabi Isa memakannya dan makanan tersebut tidak habis. Setiap orang yang buta ia sembuh dari butanya dan setiap orang yang belang ia sembuh dari belangnya akibat memakan hidangan itu. Alhasil, setelah menyantap makananitu, orang yang sakit sembuh dari penyakitnya. Maka hari turunnya makan itu dijadikan hari raya dari hari raya-hari raya kaum Hawariyin dan para pengikut Nabi Isa. Kemudian berita dan peristiwa turunnya makanan itu mulai hilang dan mulai dilupakan sehingga kita tidak menemukan beritanya hari ini di Injil-Injil yang mereka akui. Setelah peristiwa makanan yang Allah SWT ceritakan dalam surah al-Maidah, Allah SWT menunjukkan kepada kita sikap lain dari Nabi Isa bin Maryam. Allah SWT berkata setelah menceritakan kepada kita tentang turunnya mukjizat makanan dari langit:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah!’ Isa menjawab: ‘Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya, maka tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib. Aku tidak pernah mengatakan kepada rnereka kecuali apa yang Engkau tiepadaku (mengatakan)nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu,’ dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.’ Allah berfirman: ‘lni adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka. Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-selamanya; Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar.’ Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. ” (QS. al-Maidah: 116-120)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Dengan ayat-ayat tersebut, Al-Qur’an menutup surah al-Maidah. Demikianlah konteks Al-Qur’an berpindah secara mengejutkan dari turannya makanan kepada sikap atau dialog antara Allah SWT dan Isa bin Maryam pada hari kiamat. Allah SWT bertanya pada hari kiamat: ‘Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: ‘Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Para ahli ilmu sepakat bahwa pertanyaan tersebut bukan bersifat pertanyaan mumi meskipun tampak dalam bentuk pertanyaan karena Allah SWT mengetahui apa yang dikatakan oleh Isa. Tentu yang dimaksud dengan pertanyaan itu adalah sesuatu yang lain. Ada yang mengatakan bahwa Allah SWT bermaksud memberitahu Isa bahwa kaumnya telah mengubah ajarannya sepeninggalnya. Dan mereka telah mendapatkan fitnah. Ada lagi yang mengatakan bahwa Allah SWT bermaksud dari pertanyaan itu untuk mencela orang-orang yang mengubah akidah Nabi Isa setelah beliau tidak ada. Kami kira pertanyaan tersebut memuat dua makna dan mencakup makna yang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Allah SWT ingin menyingkap dan memberitahu manusia dalam Kitab-Nya yang terakhir bahwa Nabi Isa terlepas dari berbagai macam tuduhan, dan apa saja yang dilakukan kaumnya sepeninggalnya. Konteks AI-Qur’an menunjukkan tentang peristiwa gaib yang belum terjadi meskipun akan terjadi pada hari kiamat. Oleh karena itu, Al-Qur’an menyampaikannya dalam bentuk fi’il madhi (kata kerja bentuk lampau). Al-Qur’an menyampaikan berita gaib ini kepada penduduk dunia agar mereka mengetahui hakikat Isa bin Maryam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Allah SWT bertanya kepadanya dan Isa bin Maryam menjawab. Sebagai nabi besar, Isa tidak menjawab kecuali setelah ia mengatakan: ‘Maha Suci Engkau ya Allah.’ Sebelum menjawab, Isa memulai dengan tasbih dan menyucikan Allah SWT. Nabi Isa menampakkan kepatuhan dan ketundukan kepada kemuliaan Allah SWT dan rasa takut terhadap azab-Nya. Qurthubi menyampaikan dalam tafsirnya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Ketika Allah SWT berkata kepada Isa, apakah engkau berkata kepada manusia jadikanlah aku dan ibuku tuhan selain Allah, maka Isa tampak gemetar terhadap perkataan itu sehingga ia mendengar rintihan dari tulang-tulangnya di dalam jasadnya lalu ia berkata:‘Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Tidak mungkin aku memutuskan sesuatu yang tidak aku miliki, yang diriku tidak dapat melakukannya. Aku hanya seorang hamba, bukan seorang yang disembah: Jika aku pernah mengatakannya maha tentulah Enghau telah mengetahuinya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Demikianlah Nabi Isa menyampaikan jawabannya kepada Allah SWT dan ia mengembalikan sesuatu kepada Allah SWT. Dan Allah SWT Maha Mengetahui terhadap apa yang dikatakannya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Yakni, Engkau mengetahui apa yang aku sembunyikan sedangkan aku tidak mengetahui apa yang engkau sembunyikan. Engkau mengetahui rahasiaku dan apa yang terlintas dalam hatiku dan aku tidak mengetahui apa yang Engkau sembunyikan dari ilmu gaib-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang gaib. Hanya Engkau yang tahu terhadap hal-hal yang gaib. Hanya Engkau yang tahu terhadap apa yang terjadi di tengah-tengah mereka setelah Engkau angkat aku dari bumi:‘Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau kepadaku (mengatakan)nya yaitu: ‘Sembahlah Allah, Tuhanku, dan Tuhanmu.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Demikianlah kalimat-kalimat yang disampaikan oleh Isa bin Maryam. Dia hanya mengajak manusia untuk hanya menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya: Dan aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Sesungguhnya Engkau mengawasi mereka saat aku tinggal di tengah-tengah mereka dan mengajak mereka ke jalan yang benar. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkaulah yang mengawasi mereka. Al-Wafat dalam Kitab Allah mempunyai tiga bentuk: Pertama, wafat dalam pengertian kematian, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya.” (QS. az-Zumar: 42)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Yakni ketika tercabutnya ajal. Kedua, bahwa wafat adalah tidur, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan Dialah yang menidurkan kamu di malam hari. ” (QS. al-An’am: 60)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Yakni yang menidurkan kalian. Ketiga, wafat berarti pengangkatan, sebagaimana firman Allah SWT:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Hai Isa, sesungguhnya Aku yang menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku. ” (QS. Ali ‘Imran: 55)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Demikianlah Isa terbebas dari apa yang mereka katakan dan apa yang mereka nisbatkan kepadanya. Isa mengumumkan bahwa dakwahnya tidak lebih dari sekadar ajakan untuk bertahuid dan tidak keluar dari kerangka Islam yang diakui oleh pengikutnya. Kemudian Isa kembali menyampaikan pembicaraannya dan meminta belas kasihan kepada Allah SWT: Jika Engkau rnenyiksa mereka, makasesungguhnya mereka adalah hamba-hamba-Mu. Tidak seorang pun dari makhluk yang mempunyai kekuasaan di atas-Mu dan tidak ada Pencipta selain-Mu. Maha Suci Engkau dan tiada sekutu bagi-Mu dalam kerajaan dan kekuasaan. Pada akhirnya, mereka adalah hamba-Mu dan seorang hamba tidak memiliki apa-apa di hadapan tuannya kecuali kepatuhan: Dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.’&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Isa tidak mengatakan jika Engkau mengampuni mereka, maka Engkau Maha Pengampun dan Maha Pengasih. Jadi, jawaban Isa terfokus pada penyerahan diri dan kepatuhan serta tunduk kepada kemuliaan Allah SWT dan kebesaran-Nya. Para pengikut Nabi Isa adalah hamba-hamba Allah SWT yang patuh. Jika Allah SWT berkehendak, maka Dia akan menyiksa mereka sesuai dengan siksaan yang layak mereka terima, dan jika Dia berkehendak, maka Dia akan mengampuni mereka karena Dia mengetahui karena mereka memang layak untuk mendapatkan ampunan. Dengan penyerahan yang mutlak ini, Isa menyampaikan jawaban atas pertanyaan Allah SWT dan beliau berlepas diri dari apa yang dikatakan oleh kaumnya sepeninggalnya. Isa menyampaikan—pada awal pembicaraannya—bahwa hanya Allah SWT yang patut disembah, dan pada akhir pembicaraannya Isa menyampaikan penyerahan dirinya kepada Allah SWT. Allah berfirman: ‘Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Allah SWT memuji ketulusan Isa, dan karena dialog tersebut terjadi pada hari kiamat, Allah SWT berfirman: “Hari ini adalah hari kiamat di mana orang-orang yang benar akan dapat mengambil manfaat dari kebenaran mereka di dunia. Kebenaran mereka di sana akan mereka temukan balasannya yang berupa rahmat di sini. “Bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-selamanya; Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha terhadap-Nya. “&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Demikianlah balasan orang-orang yang benar, surga. Dan ada balasan yang lebih baik dari surga, yaitu kepuasan (ridha) seorang hamba terhadap Allah SWT dan keridhaan Allah SWT terhadap hamba. Pengertian kepuasaan seorang hamba adalah kegembiraannya terhadap penyembahan kepada Allah SWT sedangkan pengertian keridhaan Allah SWT terhadap hamba-Nya adalah rahmat yang diberikan-Nya kepada mereka: Itulah keberuntungan yang paling besar.’ Setelah itu Allah SWT, memberitahukan hakikat Isa dan seluruh nabi-Nya: “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Allah SWT adalah Penguasa satu-satunya dan Dia Pencipta satu-satunya. Selain-Nya adalah hamba.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Isa terus melangsungkan dakwahnya sehingga kejahatan dan keburukan mengetahui bahwa singgasana mereka terancam hancur. Lalu pasukan keburukan bergerak untuk menangkapnya. Orang-orang Yahudi menyakitinya dan menuduhnya dengan berbagai macam tuduhan. Isa dikatakan sebagai penyihir dan sebagai orang yang mengubah syariat dan mereka menisbatkan kekuatannya yang luar biasa kepada kekuatan setan. Ketika mereka tidak lagi memiliki tipu daya yang dapat melumpuhkan Nabi Isa dan mereka melihat orang-orang yang lemah dan orang-orang fakir berkumpul di sekitarnya, maka mereka mulai membikin suatu, makar. Mereka mempengaruhi orang-orang Romawi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Mula-mula pemerintahan Romawi tidak turut campur karena menganggap bahwa perselisihan-perselisihan antara orang-orang Yahudi adalah perselisihan yang terjadi demi memperebutkan kepentingan sesama mereka. Lalu diadakanlah majelis Sanhadurim (yaitu majelis undang-undang tertinggi dari kalangan Yahudi). Mereka berkumpul untuk membuat persekongkolan demi menyingkirkan Isa. Persekongkolan itu mengambil bentuk yang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Ketika orang-orang Yahudi tidak mampu memerangi Nabi Isa, mereka berpikir untuk membunuhnya. Mulailah para ketua pendeta Yahudi bermusyawarah untuk membuat suatu kesimpulan tentang cara yang mereka lakukan untuk menangkap Nabi Isa yang tidak menirnbulkan kegaduhan di tengah-tengah masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Ketika para kepala Yahudi bermusyarah, maka salah seorang dari murid al-Masih yang dua belas pergi kepada mereka, yaitu Yahuda al-Iskhriyutha. Ia berkata kepada mereka, “Apa yang kalian berikan jika aku berhasil menyerahkannya kepada kalian.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Meja penghianatan telah digelar di antara mereka dan dimulailah perundingan. Orang-orang Yahudi berusaha mencari titik temu dan mereka sepakat untuk memberinya tiga puluh lempeng dari perak. Ini adalah harga yang biasa mereka lakukan untuk membeli seorang budak sesuai dengan syariat Yahudi.” (penjelasan Injil Mata)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Selesailah konspirasi yang menetapkan untuk menangkap al-Masih dan kemudian membunuhnya. Dikatakan bahwa kepala pendeta Yahudi merobek-robek bajunya secara dramatis di suatu pertemuan agama dan ia berteriak, “sungguh Isa telah kafir.” Pero bekan baju dalam tradisi orang-orang Yahudi dilakukan ketika mereka mendengar atau melihat sesuatu yang mengandung penghinaan terhadap Allah. Para pendeta Yahudi tidak memiliki kekuasaan untuk menetapkan hukum bunuh pada saat itu. Semua itu dilakukan oleh kekuasaan penguasa Romawai. Tetapi tampaknya mereka berhasil meyakinkan kekuasaan Romawi bahwa Isa telah membuat rencana untuk melengserkan kekuasaan Romawi atau mereka berhasil meyakinkan penguasa Romawi bahwa masalah yang mereka hadapi murni berkaitan dengan tradisi mereka dan keyakinan mereka. Kemudian mereka menyarankan agar penguasa tidak turut campur atas apa yang mereka tetapkan. Demikianlah konspirasi itu telah ditetapkan dan telah diputuskan bahwa Isa harus ditangkap dan kemudian disalib.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Empat Injil yang diakui oleh kalangan Masehi saat ini membicarakan tentang proses pembunuhan Isa di mana beliau disalib kemudian beliau bangkit dari kematiannya dan naik ke langit. Semua Injil ini sepakat tentang proses pengyaliban Isa dan kematiannya, sebagaimana mereka sepakat tentang tabiat Isa yang mengandung ketuhanan yang bercampur dengan tabiatnya sebagai manusia. Kami akan menyampaikan keyakinan orang-orang Masehi berkaitan dengan Isa sebagaimana diyakini oleh mayoritas kaum Nasrani saat ini, kemudian kami akan mengemukakan keyakinan Islam tentang Isa sebagaimana diceritakan oleh Al-Qur’an al-Karim dan disampaikan oleh para ulama dan disebutkan dalam hadis. Setelah itu, kita akan membicarakan hal-hal yang perlu dibicarakan berkaitan hubungan antara kaum Muslim dan kaum Masehi serta kaitannya dengan akidah mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Injil Mata mengatakan, “Isa ditangkap dan majelis Sanhadirum memutuskan bahwa ia harus dibunuh. Kemudian para anggota mejelis itu dari kepala-kepala para pendeta dan para tokoh mereka menghinanya dan mengejeknya serta berbuat aniaya terhadapnya bahkan mereka meludahi wajahnya dan menempelengnya. Sambil mengejek mereka berkata, “beritahukanlah wahai al-Masih siapa yang memukulrnu.” Setelah itu al-Masih ditangkap dan ia ditetapkan untuk dibunuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Adalah sudah menjadi tradisi di kalangan orang-orang Romawi untuk mencambuk orang yang ditetapkan untuk dibunuh sebelum pelaksaan hukum tersebut. Oleh karena itu, para penguasa Romawi menetapkan agar al-Masih dicambuk terlebih dahulu. Sedangkan syariat Musa menetapkan agar cambukan itu tidak melebihi empat puluh kali, namun orang-orang Romawi tidak berhenti pada batasan ini bahkan mereka terus mencambuk korban dengan cambukan yang kejam dan terus-menerus sehingga punggung yang bersangkutan hampir saja patah dan napasnya nyaris tinggal sedikit. Setelah itu, mereka mulai melaksanakan hukum bunuh kepadanya. Demikianlah yang dilakukan oleh tentara terhadap penyelamat kita. (Injil Mata 26)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Selesailah proses pecambukan, lalu penguasa Romawi menyerahkan Isa kepada tentara agar mereka menyalibnya. Kemudian para tentara membuat sesuatu hal yang bermaksud untuk menghibur. Mereka mencabut pakaian Isa yang dilumuri dengan darah yang ada luka di tubuhnya setelah proses pencabukan, lalu mereka memakaikan pakaian merah dengan maksud untuk mengejeknya. Para raja biasanya memakai pakaian merah. Mereka terus menghinanya. Mereka memakaikannya mahkota dari duri dan meletakkannya di atas kepalanya. (Injil Mata 26)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Akhirnya, mereka sampai pada suatu tempat yang bernama Jaljatsah, yaitu suatu tempat di luar pagar Ursyilim. Tradisi Yahudi menetapkan untuk memberi satu gelas khamer yang bercampur dengan minyak wangi bagi orang yang ditetapkan untuk dihukum mati sebelum pelaksanaan hukum. Ini dimaksudkan sebagai alat pembius untuk meringankan penderitaannya. Tetapi para tentara menentang tradisi ini dan mereka memberi al-Masih satu gelas dari cuka yang bercampur dengan sesuatu yang pahit.” (Injil Mata 26)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Teks Injil mata mengatakan (cetakan tahun 1972) pada pasal kedua puluh tujuh: “Sehingga mereka sampai ke suatu tempat yang bernama Jaljatsah lalu mereka memberinya minuman keras yang bercampur dengan empedu agar ia meminumnya. Ketika ia merasakannya, ia enggan untuk meminumnya. Kemudian mereka menyalibnya. Kemudian mereka duduk di sana menjaganya dan meletakkan di atas kepalanya suatu tuduhan yang tertulis: Ini adalah Yasu’, penguasa Yahudi. Mereka benar-benar menyalibnya bersama Yasim. Salah seorang dari keduanya di sebelah kanannya dan yang lain di sebelah kirinya. Lalu orang-orang yang lewat di tempat itu mencelanya dan berkata, “wahai yang menghancurkan tempat sembahan dan yang membangunnya pada tiga hari, selamatkanlah dirimu dan jika engkau adalah anak Allah, maka turunlah dari tempat penyaliban itu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Demikianlah sebagian riwayat kaum Masehi tentang proses penyalipan serta penafsiran mereka berkaitan dengannya. Kami telah menukilnya tanpa memperhatikan tentang catatan yang terdapat dalam Injil Mata yang terbaru, yaitu ia merupakan catatan yang paling baik dalam bentuknya yang terkumpul dari ulama-ulama mereka dan tokoh-tokoh agama Masehi sehingga ia lebih mudah untuk dipahami dan lebih sederhana. Kami telah mengemukakan sebagiannya kepada Anda dalam halaman-halaman ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Sementara itu, dalam akidah Islam disebutkan suatu riwayat yang berbeda dengan riwayat yang ada dalam Injil-Injil yang terdapat sekarang, baik yang berhubungan dengan kehidupan akhir yang dialami oleh Isa maupun tabiat Isa yang merupakan sumber perselisihan setelah pengangkatannya. Al-Qur’an al-Karim menceritakan bahwa Allah SWT tidak menghendaki Bani Israil untuk membunuh Isa atau menyalibnya tetapi Allah SWT menyelamatkannya dari kekufuran mereka lalu mengangkatnya di sisi-Nya. Mereka tidak berhasil membunuhnya dan tidak berhasil menyalibnya tetapi ia diserupakan seperti orang-orang di antara mereka. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah,’ padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah arang yang diserupakan dengan Isa bagi meeha. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keraguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidah mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepadanya.” (QS. an-Nisa’: 157-158)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Dan Allah SWT juga berflrman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan karnu pada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir. ” (QS. Ali ‘Imran: 55)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Para ulama-ulama Islam sepakat atas hal itu dan mereka berselisih pendapat tentang cara beragumentasi terhadap apa yang mereka yakini sebagai kebenaran. Sebagian mereka meyakini nas-nas Al-Qur’an saja yang menyebut tentang Isa al-Masih dan mereka tidak mendukungnya atau memperkuatnya dengan kitab-kitab lain selain Al-Qur’an. Kedua metode tersebut memiliki titik kekuatan tersendiri. Orang yang berpegangan dengan pendapat yang pertama mengatakan bahwa Nabi melarang untuk membahas kitab-kitab pegangan kaum Yahudi dan kaum Nasrani. Bagi kaum itu agama mereka dan bagi kita agama kita dan hanya Allah SWT yang akan memutuskan segala perselisihan di antara kita pada hari kiamat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Sedangkan orang-orang yang berpegangan dengan cara yang kedua mengatakan bahwa larangan Nabi tersebut terjadi pada permulaan masa Islam di mana kaum Muslim sangat dekat dengan masa jahiliah. Nabi memerintahkan mereka agar tidak disibukkan dengan kitab-kitab lain selain kitab mereka, yakni Al-Qur’an. Yang demikian ini dimaksudkan agar mereka memiliki akidah yang kuat dan keyakinan mereka benar-benar tertanam dalam diri mereka, Tetapi ilmu dan pandangan ilmiah menetapkan bahwa seorang yang alim harus banyak menggali kitab-kitab kuno dalam rangka mengetahui kebenaran dan jika ia mendapati sesuatu yang sesuai dengan apa yang didapatinya dengan kebenaran, maka hatinya akan lebih merasa tenang dan damai. Berkaitan dengan kelompok yang pertama yang merasa cukup dengan Al-Qur’an, kita tidak menemukan perincian-perincian yang mendalam berkenaan dengan usaha penangkapan Isa, bagaimana proses pengangkatannya ke langit, di mana Isa diserupakan dengan salah seorang di antara mereka, bagaimana dia diserupakan dengan salah seorang di antara mereka. Allah SWT telah menyerupakannya dengan salah seorang di antara mereka sedangkan Nabi Isa diangkat ke langit. Demikianlah penjelasan singkat mereka, tidak ada penambahan lagi. Sedangkan kelompok yang kedua, mereka melontarkan kisah secara lengkap. Mereka mengatakan bahwa Allah SWT menyerupakan Isa dengan Yahuda. Yahuda ini adalah Yahuda al-Askhariyutha yang menurut Injil ia menjualnya kepada musuh-musuhnya dan menunjukkan kepada mereka tentang keberadaannya. Ia adalah seorang muridnya yang terpilih. Demikian ini sesuai dengan Injil Barnabas di mana disebutkan di dalamnya: “Ketika para tentara mendekat bersama Yahuda di tempat yang di situ terdapat Yasu’, maka Yasu’ mendengar kedatangan segerombolan orang yang menuju tempatnya. Oleh karena itu, ia segera pergi ke rumah dalam keadaan takut. Di dalam rumah itu terdapat sebelas orang yang tidur. Ketika Allah melihat bahaya akan mengancam hamba-Nya, maka Dia merintahkan Jibril, Mikail, dan Rafail (Israfil), serta Idril (Izrail) yang mereka semua adalah para utusan-Nya untuk mengambil Yasu’ dari dunia. Lalu datanglah malaikat-malaikat yang suci di mana mereka mengambil Yasu’ dari pintu yang dekat dengan arah selatan. Mereka membawanya dan meletakkannyadi langit yang ketiga dengan disertai para malaikat yang selalu bertasbih kepada Allah selama-lamanya. Yahuda masuk secara paksa ke kamar yang di situlah Yasu’ diangkat ke langit. Saat itu murid-murid sedang tidur semuanya, lalu Allah mendatangkan keajaiban yang luar biasa di mana Yahuda berubah cara berbicaranya dan juga wajahnya. Ia sangat mirip sekali dengan Yasu’ sehingga kami mengiranya Yasu’. Adapun ia (Yahuda) setelah membangunkan kami, ia mencari-cari di mana si guru berada. Oleh karena itu, kami merasa heran dan kami menjawab, “bukankah engkau wahai tuanku guru kami, apakah sekarang engkau telah melupakan kami?” Demikianlah kisah yang terdapat dalam Injil Barnabas. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Al-Masih putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang Sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan.” (QS. al-Maidah: 75)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Para ulama berkata, “Al-Masih dinamakan al-Masih karena ia mengusap bumi dan membersihkannya serta usahanya untuk menyelamatkan agama dari fitnah di zaman itu karena saking hebatnya kebohongan orang-orang Yahudi kepadanya dan bagaimana usaha mereka untuk menciptakan dusta padanya dan kepada ibunya as.” Banyak ulama yang meriwayatkan tentang kesucian spiritual dari Nabi Isa. Abu Hurairah meriwayatkan dari Nabi bahwa beliau menceritakan tentang al-Masih sebagai berikut: “Isa melihat seorang lelaki yang mencuri lalu ia berkata: “Wahai si fulan apakah engkau mencuri?” Orang itu berkata: “Tidak, demi Allah aku tidak mencuri,” Isa berkata: “Aku beriman kepada Allah SWT dan pengelihatanku telah berbohong.” Ini menunjukkan kesucian ruhani Isa di mana ia lebih memilih sumpah orang itu atas apa yang disaksikannya. Ia membayangkan bahwa orang tersebut tidak akan bersumpah dan membawa nama Allah SWT yang Maha Besar lalu ia berdusta sehingga ia menerima pernyataannya dan ia kembali kepada dirinya sendiri sambil berkata: “Aku beriman kepada Allah SWT, yakni aku mempercayaimu dan mataku telah berbohong karena engkau telah bersumpah.” Ada riwayat lagi yang mengatakan bahwa suatu hari Nabi Isa berjalan bersama sahabatnya dan mereka melewati bangkai anjing yang busuk baunya, lalu sahabat-sahabat Isa sangat terpukul dan sangat menderita dengan bau anjing itu. Melihat sikap mereka, Isa berkata: “Lihatlah betapa putih giginya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Isa ingin mengajari manusia bagaimana mereka menghadapi keburukan di mana Nabi Isa menekankan agar mereka lebih melihat kepada keindahan dan kebaikan. Dakwah Nabi Nabi Isa merupakan puncak dari ketinggian ruhani dan idealisme yang mengagumkan di mana Beliau lebih menekankan kebaikan daripada keburukan. Rasulullah berkata: “Semua para nabi adalah saudara, agama mereka satu sedangkan mereka dilahirkan dari berbagai macam ibu dan aku adalah manusia yang utama begitu juga Isa bin Maryam di mana tidak ada nabi setelahku dan sesudahnya.” Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa Nabi Isa akan turun pada akhir zaman. Islam sangat memberikan penghormatan kepada Isa yang sesuai dengan kedudukannya sebagai salah satu nabi ulul azmiyang besar. Islam menamakannya Rasulullah dan Kalimatullah yang telah diberikan kepada Maryam. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Wahai ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah hamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (yang terjadi dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: ‘(Tuhan itu) tiga.’ Berhentilah dari ucapan itu. (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah untuk menjadi Pemelihara. Al-Masih sekali-kali tidak enggan menjadi hamba bagi Allah, dan tidak (pula enggan) malaikat malaikat yang terdekat (kepada Alah). Barangsiapa yang enggan dari menyernbah-Nya dan menyombongkan diri, nanti Allah akan mengumpulkan mereka semua kepadanya. Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari Allah. ” (QS. an-Nisa’: 171- 173)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Ibnu Katsir berkata dalam Qhisasul Anbiya’: Para pengikut Nabi Isa berselisih pendapat setelah Nabi Isa diangkat ke langit. Sebagian mereka mengatakan, di tengah-tengah kita ada hamba Allah SWT dan rasul-Nya (Ariyus). Sebagian lagi mengatakan, dia adalah Allah. Yang lain lagi mengatakan, dia adalah anak Allah. Mereka berselisih pendapat tentang Injil yang menyebutkan berbagai kebo hongan di mana terdapat di dalamnya penambahan, pengurangan, dan pergantian. Al-Qur’an al-Karim telah membahas persoalan ketuhanan. Ia menjelaskan bahwa Allah SWT Maha Suci dari segala sekutu dan anak dan segala hal yang menyerupai-Nya serta segala bentuk ingkarnasi, kejauhan, kedekatan dan pencapaian pandangan mata. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Katakanlah: “Dia-lah Allah, YangMahaEsa.’Allah adalah Tuhan yang bergantung kepadanya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. ” (QS. al-Ikhlash: 1-4)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Dan tentang Isa as Allah berfirman: “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: ‘Jadilah’ (seorang manusia), maka jadilah ia.” (QS. Ali ‘Imran: 59)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Mereka (orang-orang kafir) berkata: Allah mempunyai anah.’ Maha Suci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunyaan Allah; semua tunduk kepadanya. Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia mengatakan kepadanya: ‘Jadilah’, lalujadilah ia.” (QS. al-Baqarah: 116-117)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu putra Allah’ dan orang-orang Nasrani berhata: Al-Masih itu putra Allah.’ Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Mereka dilaknat oleh Allah; bagaimana mereka sampai berpaling?” (QS. at-Taubah: 30)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Nas tersebut mengisyaratkan akidah orang-orang Mesir dan orang-orang seperti mereka dari umat-umat yang terdahulu di mana akidah mereka terfokus pada keyakinan penyaliban Isa, tentang tebusan dan kebangkitan Tuhan yang disembelih serta penentangannya terhadap para pengikutnya setelah kematiannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya Allah itu ialah al-Masih putra Maryam.‘ Katakanlah: ‘Maka siapakah (gerangan) yang dapat menghalang-halangi kehendah Allah, jika Dia hendak membinasakan al-Masih putra Maryam itu beserta ibunya dan seluruh orang-orang yang berada di bumi semuanya?’ Kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apayang ada di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dihehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. al-Maidah: 17)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: Allah salah seorang dari yang tiga,’ padahal sekali-kali tidak ada selain dari Tuhan YangEsa.” (QS. al-Maidah: 73)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Demikianlah Al-Qur’an al-Karim menyebutkan sikap berbagai aliran yang saling berlawanan yang tumbuh setelah pengangkatan al-Masih. Al-Qur’an menjelaskan bahwa al-Masih adalah hamba Allah SWT dan seorang rasul yang diutus kepada Bani Israil. Kata hamba dan rasul adalah kata yang sangat jelas artinya, adapun yang dimaksud dengan al-Kalimah dan ar-Ruh, maka kedua kata tersebut perlu dijelaskan. Kaum Muslim memahami bahwa al-Kalimah adalah petunjuk Allah SWT yang diberikan-Nya kepada Maryam sedangkan ar-Ruh adalah menunjukkan atau mengisyaratkan kepada Ruh Kudus, yaitu Jibril as. Allah SWT telah menguatkannya atau menguatkan Nabi Isa dengan ruh yakni Jibril:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan (ingatlah) ketiha Aku dukung kamu dengan Ruhul Kudus.” (QS. al-Maidah: 110)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Setelah mengemukakan keyakinan kaum Masehi tentang karakter Nabi Isa dan akhir dari kehidupannya dan setelah menjelaskan kebenaran yang Allah SWT ceritakan kepada kita tentang karakter tersebut dan akhir dari kehidupan yang dialami oleh Nabi Isa, kita ingin mengetahui apa yang harus dilakukan oleh kaum Muslim dalam hubungan mereka dengan orang-orang Masehi serta keyakinan mereka. Islam menetapkan atau menyampaikan nas-nas yang jelas yang mengkhususkan agama Masehi—di antara agama-agama yang lain—dengan kecintaan. Al-Qu’ran mengingkari ketuhanan al-Masih; ia juga mengingkari penyaliban dan tebusan dosa yang dilakukannya. Namun Al-Qur’an menegaskan dalam nasnya bahwa agama Nasrani merupakan agama yang lebih dekat kecintaannya kepada Islam. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata: ‘Sesungguhnya kami ini orang Nasrani.’ Yang demikian itu disebabkan karena di antara mereka itu (orang-orang Nasrani) terdapat pendeta-pendeta dan rahib-rahib, (juga) karena sesungguhnya mereka tidak menyombongkan diri.” (QS. al-Maidah: 82)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Allah SWT memuji para pengikut al-Masih yang berjalan di atas petunjuknya. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyah (keadaan tidak menikah dan mengurung diri di biara) padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi mereka sendirilah yang mengada-adakannya untuk mencarai keridhaan Allah.” (QS. al-Hadid: 27)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Tidak terdapat kontradiksi dari dua sikap tersebut. Pengingkaran Al-Qur’an terhadap ketuhanan al-Masih dan pengakuannya terhadap kecintaan kaum Nasrani serta pujiannya terhadap orang-orang yang mengikuti Nabi Isa mengandung makna lebih dari satu: Pertama, bahwa Masehi berdasarkan pada agama Tauhid dan sangat sulit bagi para pengikutnya untuk meninggalkan tauhid, dan hanya Allah SWT yang mengakui hakikat apa yang terpendam dalam hati; kedua, dalam kalangan orang-orang Nasrani terdapat para pendeta dan para rahib yang tidak bersikap congkak di hadapan Allah SWT tetapi mereka sangat patuh dan tunduk kepadanya; ketiga, sebagian pengikut Nabi Isa memiliki hati yang dipenuhi dengan kasih sayang dan rahmat. Tentu rahmat dan kasih sayang tersebut tidak tumbuh kecuali dari keimanan terhadap hari akhir. Allah SWT telah menetapkan perintah-Nya kepada kaum Muslim agar mereka memperlakukan ahlul kitab dengan perlakuan yang mulia dan baik, sebagaimana Islam menjamin kebebasan untuk menentukan keyakinan pada setiap manusia. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” (QS. Yunus: 99)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah.” (QS. al-Baqarah: 256)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Katakanlah: ‘Hai ahli kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidah kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling, maka katakanlah kepada mereka: ‘Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri (kepada Allah).’” (QS. Ali ‘Imran: 64)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kita perhatikan bahwa ayat-ayat tersebut berbicara tentang cara memperlakukan kaum Masehi sebagai individu sebagaimana ia berbicara tentang bagaimana kita memperlakukan keyakinan mereka. Sehubungan dengan kaum Masehi sebagai individu, kita menyaksikan ayat-ayat tersebut memerintahkan untuk membalas kecintaan yang mereka perlihatkan di mana nas tersebut dengan tegas mengatakan bahwa mereka lebih dekat kecintaannya kepada orang-orang yang beriman. Jika Allah SWT yang menegaskan hal tersebut, maka orang-orang Muslim harus membalas kebaikan dan kecintaan yang ditunjukkan oleh kaum Nasrani. Adapun sehubungan dengan keyakinan mereka, di dalam Al-Qur’an terdapat banyak ayat yang melarang untuk memaksa manusia dalam bentuk apa pun. Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Dan katakanlah: ‘Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Maka barangsiapa yang ingin beriman hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin kafir biarlah ia kafir.” (QS. al-Kahfi: 29)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Yang demikian itu, karena keimanan yang didahului dengan paksaan adalah bukan keimanan karena ia berarti mencabut ikhtiar atau kebebasan manusia, padahal itu adalah syarat dari keimanan. Dan barangkali inilah yang menunjukkan kesempumaan Islam dilihat dari sikapnya yang demikian indah. Kami kira tanpa kita harus memaksakan tafsiran kita kepada ayat-ayat tersebut dan memohon kepada Allah SWT dari kesalahan dan kebodohan bahwa Islam dengan sikapnya itu ingin menjauhkan para pengikutnya dari kalangan awam dari perdebatan yang panjang dan melelahkan seputar keyakinan orang lain. Tentu perdebatan tersebut tidak akan berujung dan akan menjadi seperti debat kusir saja. Namun tugas tersebut hanya diemban oleh para ulama, di mana mereka membahas sebagaimana mereka kehendaki berbagai keyakinan-keyakinan keberagamaan, sedangkan orang-orang awam tidak diberi tanggung jawab dalam hal itu. Lagi pula, perselisihan antara keyakinan dan aliran-aliran di kalangan Masehi dan kalangan Yahudi jika melibatkan orang-orang awam, maka itu hanya memboroskan waktu dan hanya membuat lelah saja.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Islam akan kembali menjadi asing dan akan kembali menjadi asing seperti pertama kali terbit. Dalam suasana keasingan Islam yang pertama, orang-orang Muslim berhasil membangun suatu individu Muslim yang kokoh. Dan ketika bangunan tersebut telah selesai, maka sempurnalah pembangunan pemerintahan Islam. Kita tidak mendengar bahwa salah seorang di antara mereka terlibat dalam perdebatan yang sengit yang tidak berujung sekitar keyakinan orang lain. Sesungguhnya memberi petunjuk kepada orang lain sehingga orang tersebut engetahui jalan menuju Allah SWT adalah perbuatan yang indah, tetapi hidayah tersebut didahului dengan tekad seseorang untuk memberikan petunjuk kepada dirinya sendiri. Seandainya orang-orang Islam membimbing mereka menuju jalan Allah SWT niscaya Allah SWT memberi petunjuk melalui mereka siapa saja yang dikehendaki dari hamba-hamba-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Al-Qur’an menetapkan dua mukjizat kepada Nabi Isa yang tidak disebutkan dalam kitab Injil: pertama mukjizat yang berupa pembicaraannya saat ia masih menyusui dibuaian. Dan yang kedua mukjizat makanan yang turun dari langit kepada kaum Hawariyin. Sebagaimana Al-Qur’an menetapkan kemuliaan yang diperoleh oleh Nabi Isa saat ia diselamatkan dari tangan-tangan jahat orang-orang Yahudi yang ingin menyiksanya atau membunuhnya sehingga Nabi Isa terselamatkan dan dia diangkat ke langit. Rasulullah saw mewasiatkan kepada sahabatnya agar mereka memperlakukan orang-orang Masehi dengan penuh kebaikan, bahkan beliau menikahi Maria al-Qibthiya. Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa seseorang lelaki dari Bani Salim bin Auf yang bernama al-Hasin mempunyai dua orang anak yang masih Kristen, lalu ia masuk Islam dan bertanya kepada Rasulullah saw bagaimana seandainya ia harus memaksa kedua anaknya untuk memeluk Islam sedangkan mereka berdua menolak agama lain selain agama Masehi? Kemudian Allah SWT menurunkan ayat yang berbunyi:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Tidak ada paksaan dalam memeluk agama (Islam).” (QS. al-Baqarah: 256)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Ketika para utusan Najran dari kalangan kaum Masehi datang ke Madinah untuk berunding dengan Nabi, maka beliau memberi mereka setengah dari mesjidnya agar mereka dapat melaksanakan salat dengan cara mereka di dalamnya. Pada suatu hari Rasulullah saw berdiri untuk melakukan salat kepada seseorang jenazah lalu dikatakan kepadanya bahwa ia adalah jenazah Yahudi. Kemudian Rasulullah menjawab: “Bukankah ia adalah manusia.” Dalam kesempatan lain Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang mengganggu secara aniaya seorang Yahudi atau seorang Nasrani, maka aku akan jadi musuhnya pada hari kiamat.” Terkadang kekuasaan akan langgeng meskipun disertai dengan kekufuran tetapi ia tidak akan abadi ketika disertai dengan kelaliman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Para ulama Islam berselisih pendapat berkaitan dengan keadaan Nabi Isa setelah pengangkatannya. Mereka sepakat bahwa beliau tidak disalib tetapi Allah SWT mengangkatnya di sisi-Nya. Tetapi ketika ia tidak disalib, maka bagaimana keadaannya setelah itu: apakah ia masih hidup, ataukah ia mati seperti matinya nabi yang lain? Mayoritas mengatakan bahwa Allah SWT mengangkat Isa dengan fisiknya dan ruhnya di sisi-Nya. Mereka mengambil zahir dari firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“Tetapi Allah mengangkatnya di sisi-Nya.” (QS. an-Nisa’: 158)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Juga sebagian hadis yang mendukung hal tersebut. Sementara itu, kelompok yang lain dari kalangan mufasirin, dan ini adalah kelompok yang minoritas, mereka mengatakan bahwa Nabi Isa hidup sehingga Allah SWT mematikannya sebagaimana Dia mematikan nabi-nabi-Nya lalu Dia mengangkat ruhnya di sisi-Nya sebagaimana ruh para nabi diangkat, begitu juga ruh para shidiqin (orang-orang yang benar) dan syuhada. Mereka mengambil zahir firman-Nya:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;“(Ingatlah) ketika Allah berfirman: ‘Hai ha, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir.” (QS. Ali ‘Imran: 55)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;Kami sendiri lebih memilih pendapat yang pertama karena ia sangat sesuai—sebagai mukjizat yang luar biasa—dengan kelahiran Isa di mana kelahiran tersebut dipenuhi dengan mukjizat yang luar biasa, juga sesuai dengan kehidupannya dan kesuciannya. Jadi, kedua-duanya merupakan mukjizat yang luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: Georgia,'Times New Roman',serif;"&gt;demikian &lt;b&gt;kisah&amp;nbsp;Nabi Isa AS&lt;/b&gt; semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9165284390133610691-992019810830010451?l=death-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/992019810830010451/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2012/01/riwayat-sejarah-kisah-nabi-isa-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/992019810830010451'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/992019810830010451'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2012/01/riwayat-sejarah-kisah-nabi-isa-as.html' title='Riwayat Sejarah Kisah Nabi Isa AS'/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691.post-354275822644987815</id><published>2012-01-23T16:57:00.000-08:00</published><updated>2012-01-23T16:57:09.833-08:00</updated><title type='text'>Kisah Nabi Adam AS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya, laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dan bintang-bintangnya&amp;nbsp; yang bergemerlapan, menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk yang diciptakan untuk beribadah menjadi perantara antara Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba terutama para &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Rasul&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;-Nya maka tibalah kehendak &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi, memeliharanya, menikmati tumbuh-tumbuhannya, mengelola kekayaan yang terpendam didalamnya dan berkembang biak turun menurun, waris mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kekhawatiran Para Malaikat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Para malaikat ketika diberitahukan oleh &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; akan kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu, mereka khawatir kalau-kalau kehendak menciptakan makhluk lain, disebabkan kecualian dan kelalaian mereka dalam beribadah dan menjalankan tugas atau karena pelanggaran yang mereka lakukan tanpa disadari. Berkata mereka kepada &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: "Wahai Tuhan kami! Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain selain kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan Nama-Mu tanpa henti-hentinya, sedangkan ,akhluk yang akan Tuhan ciptakan dan turunkan ke bumi itu, niscaya akan bertengkar satu sama lain, akan saling bunuh membunuh, berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat diatasnya dan terpendam didalamnya, sehingga akan terjadilah kerusakan dan kehancuran diatas bumi yang Tuhan ciptakan itu".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; berfirman untuk menghilangkan kekhawatiran itu:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;"&lt;/b&gt;Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui dan aku sendirilah yang mengetahui hikmah pengetahuan Bani Adam atas bumi-Ku. Bila aku telah menciptakannya dan meniupkan ruh kepadanya, maka bersujudlah kamu kepada makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah, karena &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian diciptakanlah Adam oleh &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dari segumpal tanah liat, kering dan lumpur hitam yang berbentuk. Setelah disempurnakan ditiupkanlah ruh ciptaan Tuhan kedalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Iblis Laknatullah Membangkang&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iblis laknatullah membangkang dan enggan mematuhi perintah &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;seperti malaikat yang lain, yang segera bersujud dihadapan &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;Adam sebagai penghormatan bagi makhluk &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh diatasnya serta yang terpendam didalamnya. Iblis laknatullah merasa dirinya lebih mulia,&amp;nbsp; lebih utama dan lebih agung dari Adam karena ia diciptakan dari api, sedangkan Adam dari tanah dan lumpur. Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintah oleh &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; bertanya kepada iblis: "Apakah yang mencegahmu sujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan Tangan-Ku?"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iblis menjawab: "Aku adalah lebih unggul dan lebih mulia dari dia. Engkau ciptakan aku dari api dan menciptakannya dari tanah". Karena kesombongan, kecongkakan&amp;nbsp; dan pembangkangannya melakukan sujud yang diperintahkan, maka &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;menghukum iblis dengan mengusir dari surga dan mengeluarkannya dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat. Disamping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon agar kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.&lt;b&gt; &lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah SWT&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; berfirman kepada Iblis: mengabulkan permohonannya dan ditangguhkanlah ia hingga hari kiamat., tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu, bahkan sebaliknya ia mengancamkan akan menyesatkan Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari surga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk membujuk mereka untuk meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang, menggoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal shaleh. Kemudian &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi neraka Jahannam dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hambaKu yang telah beriman kepada-Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki aqidah yang mantap yang tidak akan tergoyah oleh rayuanmu walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Pengetahuan Nabi Adam Tentang Nama-Nama Benda&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;hendak menghilangkan anggapan rendah malaikat terhadap &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;Adam dan meyakinkan mereka akan kebenaran hikmah-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi, maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta, kemudian diperagakanlah benda-benda itu dihadapan para malaikat seraya: "Cobalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu, jika benar-benar kamu merasa lebih mengetahui dan lebih mengerti dari Adam". &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para malaikat tidak berdaya memenuhi tantangan &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;untuk menyebut nama-nama benda yang berada didepan mereka. Mereka mengakui ketidak sanggupan mereka dengan berkata: "Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kami tidak memiliki pengetahaun tentang sesuatu&lt;b&gt; &lt;/b&gt;kecuali apa yang Tuhan ajarkan kepada kami. Sesungguhlah Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adam lalu diperintahkan oleh &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan setelah diberitahukan oleh Adam, berfirmanlah &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;kepada mereka: "Bukankah aku telah katakan padamu bahwa Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu ketahui dan apa yang kamu sembunyikan".&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nabi Adam Menghuni Surga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;Adam diberi tempat oleh&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;di surga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya, menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi keperluan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulama, Hawa diciptakan oleh&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;dari salah satu tulang rusuk Adam yang di sebelah kiri di waktu ia masih tidur sehingga ia terjaga, ia melihat Hawa sudah berada disampingnya lalu ia ditanya oleh malaikat: "Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada disampingmu itu?"&lt;br /&gt;Berkatalah Adam: "Seorang perempuan". Sesuai fitrah yang diilhamkan oleh&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;kepadanya. "Siapa namanya?" tanya malaikat lagi. "Hawa", jawab Adam. "Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?" tanya malaikat lagi. Adam menjawab: "Untuk mendampingiku, memberi kebahagiaan bagiku dan mengisi keperluan hidupku sesuai dengan kehendak&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;".&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;berpesan kepada Adam: "Tinggallah engkau bersama istrimu di surga, rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya, rasailah dan makanlah buah-buahan yang lezat yang terdapat didalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nafsumu. Kamu tidak akan mengalami atau merasa lapar, dahaga ataupun letih selama kamu berada didalamnya. Akan tetapi aku ingatkan janganlah makan buah dari pohon ini yang akan menyebabkan kamu celaka dan termasuk orang-orang yang dzalim. Ketahuilah bahwa iblis itu adalah musuhmu dan musuh istrimu, ia akan berusaha membujuk kamu dan menyeret kamu keluar dari surga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu sedang nikmati ini".&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Iblis Mulai Beraksi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai dengan ancaman yang diucapkan ketika diusir oleh&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;dari surga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki terhadap Adam yang menjadi sebab sampai ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir dari singgasana kebesarannya. Iblis mulai menunjukkan rancangan penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang sedang hidup berdua di surga yang tentram, damai dan bahagia.&lt;br /&gt;Ia menyatakan kepada mereka bahwa ia adalah kawan mereka dan ingin memberi nasihat dan petunjuk untuk kebaikan dan mengkekalkan kebahagiaan mereka. Segala cara dan kata-kata halus digunakan oleh iblis untuk mendapatkan kepercayaan Adam dan Hawa bahwa ia betul-betul jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka. Ia membisikkan kepada mereka bahwa larangan&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;kepada mereka memakan buah-buahan yang ditunjuk itu adalah karena dengan memakan buah itu mereka akan menjelma menjadi malaikat dan akan hidup kekal. Diulang-ulangilah bujukannya dengan menunjukkan akan harumnya pohon yang dilarang itu, indah bentuk buahnya dan lezat rasanya. Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dikerjakanlah larangan&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;mencela perbuatan mereka itu dan berfirman yang bermaksud: "Tidakkah aku mencegah kamu mendekati pohon itu dan memakan dari buahnya tidakkah telah aku ingatkan kamu bahwa syetan itu adalah musuhmu yang nyata".&lt;br /&gt;Adam dan Hawa mendengar firman&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;itu sadarlah ia bahwa mereka telah melanggar perintah&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;dan bahwa mereka telah melakukan suatu kesalahan dan dosa besar. Seraya menyesal berkatalah mereka: "Wahai Tuhan kami! Kami telah menganiaya diri kami sendiri dan telah melanggar perintah-Mu karena terkena bujukan iblis. Ampunilah dosa kami &amp;nbsp;karena niscaya kami akan tergolong orang-orang yang rugi bila Engkau tidak mengampuni dan mengasihani kami.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nabi Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;telah menerima tobat Adam dan Hawa serta mengampuni perbuatan yang telah mereka lakukan hal mana telah melegakan dada mereka dan menghilangkan rasa sedih akibat kelalaian peringatan&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;tentang iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis namun beracun itu.&lt;br /&gt;Adam dan Hawa merasa tentram kembali setelah menerima pengampunan&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;dan selanjutnya akan menjaga jangan sampai tertipu lagi oleh iblis dan akan berusaha agar pelanggaran yang telah dilakukan dan menimbulkan murka dan teguran&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;itu menjadi pelajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan iblis yang terlaknat itu. Harapan untuk tinggal terus di surga yang telah pudar karena perbuatan pelanggaran perintah&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di surga tidak akan terganggu oleh sesuatu dan bahwa ridho&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;serta rahmat-Nya akan tetap berlimpah diatas mereka untuk selama-lamanya. Akan tetapi&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;telah menentukan dalam takdirnya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikir oleh mereka.&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;yang telah menentukan dalam takdir-Nya bahwa bumi yang penuh dengan kekayaan yang dikelolanya, akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu. Berfirmanlah &lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;kepada mereka: "Turunlah kamu ke bumi sebagian dari pada kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain kamu dapat tinggal dan hidup disana sampai waktu yang telah ditentukan.&lt;br /&gt;Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi cara hidup yang baru yang jauh berlainan dengan hidup di surga yang pernah dialami dan yang akan tidak akan berulang kembali. Mereka harus menempuh hidup didunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan akan menurunkan umat manusia yang beraneka ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya. Umat manusia yang akan berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa dimana yang mana satu menjadi musuh yang lain, saling bunuh membunuh, saling menganiaya dan menindas sehingga dari waktu ke waktu&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;mengutus&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nabi-Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;nya dan&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Rasul-Rasul&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;nya memimpin hamba-hambanya ke jalan yang lurus penuh damai kasih sayang diantara sesama manusia, jalan yang menuju kepada ridho-Nya dan kebahagiaan manusia didunia dan akherat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;a href="http://kisahkisahislamiah.blogspot.com/2011/11/kisah-nabi-adam-as.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kisah Nabi Adam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;Dalam Al-Quran&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Al-Quran&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; menceritakan                &lt;a href="http://kisahkisahislamiah.blogspot.com/2011/11/kisah-nabi-adam-as.html"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;kisah&amp;nbsp;Nabi Adam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; dalam beberapa surah diantaranya surah Al-Baqarah ayat 30 sampai ayat 38 dan surah Al-A'raaf ayat 11 sampai 25.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Pelajaran Yang Terdapat Dari &lt;a href="http://kisahkisahislamiah.blogspot.com/2011/11/kisah-nabi-adam-as.html"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Kisah Nabi Adam&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;dan dalam apa yang diciptakannya kadang kala tidak atau belum dapat dicapai oleh otak manusia dan bahkan oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana yang telah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahwa&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;akan menciptakan manusia-keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;menciptakan jenis makhluk lain dari pada mereka yang sudah taat beribadah, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan Nama-Nya.&lt;br /&gt;Bahwasanya manusia walaupun ia telah dikaruniakan kecerdasan berfikir dan kekuatan fisikal dan mental, ia tetap mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya seperti sifat lalai, lupa dan khilaf. Hal mana telah terjadi pada diri&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;Adam yang walaupun ia telah menjadi manusia yang sempurna dan dikaruniakan kedudukan yang istimewa di surga ia tetap tidak terhindar dari sifat-sifat manusia yang lemah itu. Ia telah lupa dan melalaikan peringatan&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;kepadanya tentang pohon terlarang dan tentang iblis yang menjadi musuhnya dan musuh segala keturunannya, sehingga terperangkap ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilakukan oleh manusia terhadap larangan&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;Bahwasanya seseorang yang telah terlanjur melakukan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sepatutnya berputus asa dari rahmat dan ampunan&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;asalkan ia sadar akan kesalahannya dan bertaubat tidak akan melakukannya kembali. Rahmat&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;dan maghfirah-Nya dapat mencakupi segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya kecuali syirik, walau sebesar apapun dosa itu asalkan diikuti dengan kesadaran bertaubat dan pengakuan kesalahan. Sifat sombong dan congkak selalu membawa akibat kerugian dan kebinasaan. Lihatlah iblis yang turun dari singgasananya dilepaskan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;dari surga dengan disertai kutukan dan laknat yang akan melekat pada dirinya hingga hari kiamat karena kesombongannya dan kebanggaannya dengan asal usulnya sehingga ia menganggap dan memandang rendah kepada&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Nabi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt; &lt;/b&gt;Adam dan menolak untuk sujud menghormatinya walaupun diperintah oleh&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9165284390133610691-354275822644987815?l=death-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/354275822644987815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2012/01/kisah-nabi-adam-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/354275822644987815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/354275822644987815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2012/01/kisah-nabi-adam-as.html' title='Kisah Nabi Adam AS'/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691.post-614993560427720732</id><published>2011-05-21T18:32:00.000-07:00</published><updated>2011-05-21T18:32:19.743-07:00</updated><title type='text'>Kisah Nabi Yusuf AS</title><content type='html'>Saya akan memberitahukan tentang kisah Nabi Yusuf AS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="post-content"&gt;    &lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Tulisan ini bersumber dari Surat Yusuf, surat 12 dalam Al Quran. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Ibrahim AS, adalah bapak para Nabi. Ibrahim berputra tiga orang, 2 diantaranya adalah nabi, yaitu nabi Ismail AS (Siti Hajar) dan nabi Ishaq AS (Siti Sarah). Nabi Ismail menurunkan Nabi Muhammad SAW beberapa generasi selanjutnya.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Nabi Ishaq mempunyai 2 orang anak, yaitu Isu dan Ya’qub AS. &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Nabi Ya’qub (Israil) – keturunannya disebut Bani Israil. Punya 12 anak yang membentuk 12 suku Bani Israil. Salah seorang diantaranya adalah Nabi &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Yusuf&lt;/i&gt;&lt;i&gt; &lt;/i&gt;&lt;i&gt;AS.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Suku Bani Israil ini menurunkan banyak nabi: Nabi Musa AS, Nabi Harun AS, Nabi Ilyas AS, Nabi Ilyasa AS, Nabi Daud AS, Nabi Sulaiman AS, Nabi Yunus AS, Nabi Zakaria AS, Nabi Yahya AS, Nabi Isa AS.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;Nabi Yusuf hidup kira-kira pada tahun 1700 S.M atau 3700 tahun yang lalu.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Surat ini dimulai dengan cerita mimpi Nabi Yusuf semasa dia kanak-kanak. Mimpi itu diceritakannya kepada ayahnya Yaakub, yang juga menjadi seorang Nabi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Ayah, saya melihat sebelas bintang, dan matahari, dan bulan; saya melihat mereka sujud kepada saya” (12:4).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setelah mendengar cerita Yusuf, ayahnya melarang mimpi itu daripada diceritakan kepada saudara-saudaranya (12 bersaudara). Dia juga memberi tahu Yusuf bahawa Tuhan telah memilihnya dan mengajarnya interpretasi mimpi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Abang-abangnya tidak suka padanya Karena mereka mengira Yusuf dan adiknya (Bunyamin) lebih dicintai oleh ayah mereka daripada mereka. Lalu mereka bercadang untuk membunuh atau membuang Yusuf ke tempat lain, lalu mereka berjanji akan menjadi orang Shaleh (bertaubat). Akan tetapi,&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;“Seorang daripada mereka berkata, ‘Tidak, janganlah membunuh Yusuf, tetapi lemparlah dia ke dasar sumur, dan supaya dipungut oleh sebagian orang-orang yang lalu (pengembara), jika kamu mau melakukan’” (12:10).&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setelah menetapkan rencana itu mereka pergi kepada ayah mereka (Nabi Ya’qub), meminta ijin dari ayah mereka, supaya Yusuf dapat pergi bersama mereka untuk bersenang-senang dan bermain pada keesokan hari.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pada mulanya ayah mereka keberatan untuk membolehkan Yusuf pergi bersama mereka, dengan berkata “&lt;i&gt;Sesunggungnya kepergian kamu bersama Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau ia dimakan serigala, sedang kamu lalai daripadanya ” (12:13).&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka ketika mereka membawa Yusuf pergi dan kemudian memasukkannya ke dalam sumur, lalu Allah menurunkan wahyu pada kepada nabi Yusuf &lt;i&gt;“Sesungguhnya kamu akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tiada ingat lagi” (12:15). &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka balik kepada ayah mereka pada waktu petang hari, seraya menangis dan berkata, &lt;i&gt;“Ayah, kami pergi berlomba lari, dan kami meninggalkan Yusuf dengan barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala. Tetapi ayah tentu tidak akan mempercayai kami, sekalipun kami berkata benar.” &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan, mereka menunjukkan baju Yusuf dengan lumuran darah palsu padanya. Ayahnya berkata, &lt;i&gt;“Bahkan sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) ini, maka kesabaran itulah yang baik. Dan Allah jualah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan.”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tidak lama kemudian, orang-orang datang ke sumur di mana Yusuf berada di dasarnya. Mereka mengutus seseorang untuk mengambil air dari sumur, lalu dia menurunkan timbanya. Tiba-tiba dia berkata, “Oh, kabar gembira! Ini seorang anak muda.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka merahasiakan penemuan Yusuf dari kafilah lainnya dan mengambil Yusuf sebagai barang dagangan; dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Kemudian mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, hanya beberapa dirham saja, karena mereka tidak tertarik padanya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Orang yang membelinya, berasal dari Mesir, berkata kepada istrinya, “Hormatilah kedudukannya, boleh jadi dia akan bermanfaat kepada kita, atau kita pungut dia sebagai anak sendiri.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dengan itu, Tuhan meneguhkan Yusuf di bumi (Yusuf kelak menjadi pemimpin di Mesir) dan agar Allah dapat mengajarnya interpretasi mimpi.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka tinggallah Nabi Yusuf bersama orang Mesir yang membelinya sehingga dewasa. Dia menjadi seorang lelaki yang amat tampan. Ketampanan beliau membuat Zalikha, istri pembesar yang membelinya, menjadi tergoda.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Perempuan itu menutup pintu-pintu di rumah mereka seraya berkata, “Marilah engkau kesini!” Yusuf menjawab, “Aku berlindung pada Allah, sesungguhnya tuanku telah memperlakukan aku dengan baik”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kalau tidak karena pertolongan Allah, Nabi Yusuf akan tergoda pada perempuan itu. Dan keduanya lari ke pintu, lalu perempuan tersebut mengkayakkan baju Yusuf dari belakang. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka mendapati suami perempuan itu di depan pintu. Perempuan itu berkata, “Apakah balasan bagi orang yang menghendaki berbuat serong dengan istrimu selain dipejarakan atau dihukum dengan sisaan yang pedih?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yusuf berkata, “Dia yang menggoda saya”. Lalu seorang saksi dari keluarga perempuan itu memberi suatu kesaksian, “Jika bajunya koyak di bagian depan, maka perempuan itu telah berkata benar, dan Yusuf berdusta termasuk orang yang berdusta. Tetapi jika bajunya koyak di bagian belakang, maka perempuan itulah yang berdusta, dan&amp;nbsp; Yusuf orang yang benar.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka tatkala suaminya melihat baju Yusuf koyak di belakang, dia berkata, “Sesungguhnya perbuatan ini adalah sebagian dari tipu daya kamu. Yusuf, berpalinglah dari hal ini, dan engkau hai istriku, mohon ampunlah atas dosamu itu karena sesungguhnya engkau termasuk orang-orang yang bersalah.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kejadian itu sampai ke telinga wanita-wanita lain di kota itu. Mereka berkata, “Istri pembesar itu menggoda hambanya yang menundukkan hatinya dengan cinta!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka tatkala perempuan itu mendengar ejekan mereka dan diundanglah perempuan-perempuan itu untuk datang ke rumahnya. Ia memberikan tiap-tiap orang yang datang sebilah pisau. Kemudian, dia menyuruh Yusuf datang ke ruangan tempat mereka berkumpul. Ketika mereka melihatnya, mereka sangat kagum kepadanya, hingga pisau yang mereka genggam melukai jari-jari mereka. “Maha Sempurna Allah, ini bukan manusia, ini tidak lain hanya malaikat yang mulia.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Lalu isteri pembesar itu berkata, “Inilah dia orang yang kamu cela aku karenanya. Benar, aku telah menggoda dia, tetapi dia menolak. Dan, jika dia tidak mematuhi apa yang aku perintahkan, niscaya dia akan dipenjarakan.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yusuf berkata, “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada apa yang mereka serukan padaku. Dan jika Engkau tidak menghindarkan tipu daya mereka daripadaku, niscaya hatiku cenderung kepadanya, dan tentulah aku tergolong orang-orang yang bodoh.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka Tuhan memperkenankan doanya, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Untuk menutupi aib keluarga pembesar tersebut, maka Yusuf dimasukkan ke dalam penjara. Masuklah bersamanya dua orang pemuda. Salah seorang daripada mereka berkata, “Sesungguhnya aku bermimpi memeras anggur.” Dan yang lainnya berkata, “Aku bermimpi bahwa aku membawa roti di atas kepalaku dan sebagian diantaranya dimakan burung. Terangkan pada kami artinya. Sesungguhnya kami memandangmu sebagai orang yang berbuat kebajikan.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Lalu Yusuf menerangkan arti mimpi mereka, “Wahai kedua temanku dalam penjara, salah seorang dari kamu akan memberi minuman arak untuk tuannya (dia akan kembali ke pekerjaannya semula sebagai pelayan sekeluarnya dari Penjara), dan yang satu lagi, dia akan disalib, lalu burung memakan sebagian kepalanya.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kemudian dia berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, “Ingatkanlah keadaanku kepada tuanmu.” Akan tetapi, setan menjadikan dia lupa untuk mengingatkan keadaan Yusuf kepada tuannya. Maka tinggallah Yusuf dalam penjara selama beberapa tahun.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Suatu hari, raja berkata, “Aku bermimpi tujuh ekor sapi betina yang gemuk, dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus; dan tujuh tangkai yang hijau, dan tujuh tangkai lain yang kering. Wahai para pembesar, terangkanlah padaku tentang arti mimpiku.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tiada seorang pun antara mereka yang tahu. Kemudian pemuda yang telah diselamatkan dahulu (teman Yusuf di penjara) berkata, setelah teringat pada Yusuf, “Aku sendiri akan memberitahu padamu artinya, maka utuslah aku (pada Yusuf).”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setelah bertemu Yusuf, ia bertanya,”Wahai Yusuf orang yang benar, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk, yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus, dan tujuh tangkai yang hijau, dan tujuh tangkai lain yang kering, supaya aku kembali kepada mereka (raja dan para pembesar mesir tadi) agar mereka mengetahuinya.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yusuf berkata, “Kamu bercocok tanam tujuh tahun sebagaimana biasa; maka apa yang kamu tuai hendaklah kamu biarkan pada tangkainya, kecuali sedikit daripadanya untuk kamu makan. Kemudian setelah itu, akan datang tujuh tahun yang amat sulit menghabiskan apa yang kamu sediakan itu kecuali sedikit yang kamu simpan. Kemudian sesudah itu akan datang tahun yang padanya manusia diberi hujan, dan dimasa itu mereka memeras buah-buahan.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setelah mendengar interpretasi mimpi itu, Raja berkata, “Bawalah dia kepadaku.” Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf, “Kembalilah kepada tuanmu, dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya perempuan-perempuan yang telah melukai tangannya (Yusuf). Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Raja mengabulkan permintaan Yusuf, serta memanggil perempuan-perempuan itu dan bertanya, “Apakah urusan kamu, perempuan-perempuan, sehingga kamu menggoda Yusuf?” Mereka menjawab, “Maha Sempurna Allah! Kami tidak mengetahui keburukan padanya.” Isteri pembesar itu berkata, “Sekarang sudah nyatalah kebenaran. Sayalah yang menggodanya.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Raja berkata, “Bawalah Yusuf kepadaku. Aku akan memilihnya sebagai pembantu dekatku.” Setelah Yusuf berada didekatnya, dia berkata kepada Yusuf, “Pada hari ini, engkau di sisi kami mempunyai kedudukan lagi dipercaya.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yusuf berkata, “Jadikanlah aku bendahara negeri ini (Mesir). Sesungguhnya aku sanggup memelihara lagi cukup mengetahui.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka Yusuf ditetapkan Allah untuk memperoleh kedudukan terhormat di negeri Mesir, walaupun ia dapat tinggal di mana saya yang ia kehendaki.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Suatu hari, datanglah saudara-saudara Yusuf, lalu masuk menemuinya. Yusuf mengenali mereka, tetapi mereka tidak. Mereka datang untuk meminta pertolongan makanan.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Setelah Yusuf menyiapkan perbekalan untuk mereka, dia berkata, “Bawalah kepadaku saudaramu yang sebapak (yaitu Bunyamin). Tidakkah kamu melihat aku menepati sukatan (timbangan/ukuran), sedang aku sebaik-baik penerima tamu? Tetapi jika kamu tidak membawanya kepadaku, maka kamu tidak akan mendapatkan sukatan (lagi) dari padaku, dan jangan kamu mendekatiku.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka menjawab, “Kami akan membujuk ayah kami; dan sungguh kami akan melakukannya.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Lalu Yusuf menyuruh budak-budak suruhannya untuk mengembalikan uang yang dibawa untuk mengganti perbekalan makanan dari Yusuf ke dalam pundi-pundi mereka, supaya mereka dapat mengenalinya apabila mereka balik kepada keluarga mereka.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka tatkala mereka kembali kepada ayah mereka, mereka berkata, “Ayah, sukatan itu dilarang bagi kami, sebab itu kirimlah saudara kami (Bunyamin) bersama kami supaya kami mendapat sukatan itu. Sesungguhnya kami akan menjaganya.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ayah mereka (Ya’qub) berkata, “Adakah aku akan mempercayai kamu kepadanya seperti aku mempercayai kamu kepada saudaranya dahulu?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan, ketika mereka membuka barang-barang mereka, mereka dapati uang mereka dikembalikan lagi kepada mereka. Mereka berkata, “Ayah, apakah yang kita inginkan lagi? Uang kita sudah dikembalikan kepada kita, dan kami mendapat bekalan makanan untuk keluarga kami, dan kami akan menjaga saudara kita; kami akan mendapat tambahan beban seekor unta. Itulah sukatan (perhitungan) yang mudah.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Aku tidak akan mengutusnya bersama kamu sehingga kamu memberi aku satu janji yang teguh dengan Allah, bahwa kamu pasti akan mendatangkannya kembali kepadaku, kecuali kamu dikepung.” Maka tatkala mereka telah memberikan janji mereka, dia berkata, “Allah menjadi saksi atas apa yang kami ucapkan.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka apabila mereka menemui Yusuf sekali lagi, Yusuf membawa saudaranya ketempatnya, seraya berkata, “Sesungguhnya aku adalah saudaramu; maka janganlah engkau bersedih terhadap apa yang telah mereka perbuat.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka tatkala Yusuf menyiapkan perbekalan mereka, dia meletakkan gelas minumannya ke dalam karung milik saudaranya. &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Ketika mereka hendak pergi untuk kembali kepada keluarga mereka, datang orang yang menyerukan, “Hai kafilah, kamu pencuri!”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka bertanya sambil mendekati orang yang menyeru, “Barang apakah yang hilang dari kamu?” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Kami kehilangan gelas berkaki kepunyaan raja. Dan barang siapa dapat mendatangkannya akan memperoleh bahan makanan seberat beban seekor unta; itu aku jamin.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka berkata, “Demi Allah, kamu mengetahui bahwa kami tidak datang untuk membuat kerusakan di muka bumi (Mesir ini). Kami bukanlah pencuri.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Apakah balasannya jika kamu adalah pendusta?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Balasannya adalah – bahwa barangsiapa didapati barang yang hilang dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya. Begitulah kami memberi hukuman terhadap orang-orang yang zalim.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka Yusuf mulai memeriksa karung-karung mereka sebelum memeriksa karung saudaranya, kemudian dia mengeluarkan gelas itu dari karung saudaranya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Demikianlah Allah membuat muslihat untuk Yusuf. Menurut peraturan raja, saudara Yusuf haruslah dijadikan hamba sahaya, tapi Yusuf tidak menghukum saudaranya karena dia tahu saudaranya tidak bersalah.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka berkata, “Jika dia seorang pencuri, seorang saudaranya (yaitu Yusuf) adalah seorang pencuri juga.” Tetapi Yusuf merahasiakannya di dalam dirinya, dan tidak menampakkannya kepada mereka, dengan berkata, “Kamulah yang lebih buruk kedudukannya; Allah Maha Mengetahui apa yang kamu terangkan itu.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka berkata, “Wahai al-aziz (yang perkasa), sesungguhnya dia mempunyai ayah yang sangat tua; maka ambillah salah seorang antara kami untuk mengganti tempatnya; kami melihat bahwa engkau adalah termasuk orang-orang yang berbuat baik.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yusuf berkata, “Kami berlindung kepada Allah daripada menahan seseorang, kecuali orang yang kami temukan harta benda kami padanya, sesungguhnya jika kami berbuat demikian, maka kami termasuk orang-orang&amp;nbsp; yang zalim (12: 79).&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka kembalilah mereka kepada ayah mereka dan menceritakan tentang saudaranya yang mencuri dan ditahan di Mesir. Kedukaan ayahnya (Ya’qub bertambah), lalu dia berpaling dari mereka, dan berkata, “Aduhai, dukacitaku untuk Yusuf!” dan kedua-dua matanya menjadi putih karena kedukaannya, tetapi dia menahan perasaannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kemudian dia berkata, “Wahai anak-anakku, pergilah dan carilah berita mengenai Yusuf dan saudaranya. Janganlah berputus asa dari kesenangan Allah; sesungguhnya tiada yang berputus asa melainkan kaum yang tidak percaya (kafir).”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Lalu mereka pergi kepada Yusuf dan berkata, “Wahai al-aziz, penderitaan telah menyentuh kami dan keluarga kami. Kami datang dengan membawa barang-barang yang tidak berharga. Tepatilah kepada kami sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami; sesungguhnya Allah membalas orang-orang yang bersedekah.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yusuf bertanya, “Apakah kamu mengetahui apa yang kamu lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya, yang ketika itu kamu belum mengetahuinya?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka menjawab, “Mengapa, apakah kamu benar-benar Yusuf?” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dia berkata, “Aku Yusuf. Ini saudaraku. Sungguh, Allah telah berbudi baik kepada kami. Sesiapa bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala bagi orang-orang yang berbuat baik.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka berkata, “Demi Allah, sesungguhnya Allah lebih menyukai kamu daripada kami, dan sesungguhnya kami bersalah.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Yusuf berkata, “Tidak ada cercaan pada hari ini kepada kamu; Allah mengampuni kamu; Dia adalah yang Maha Penyayang diantara yang paling para penyayang. Pergilah, ambil baju ini, dan kamu letakkanlah ke wajah ayahku, dan dia akan memperoleh kembali penglihatannya; kemudian bawalah kepadaku keluarga kamu semuanya.” &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka, apabila kafilah telah berangkat, ayah mereka berkata, “Sesungguhnya aku mendapati bau Yusuf, sekiranya kamu tidak menuduh aku lemah akal.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka berkata, “Demi Allah, sungguh engkau adalah dalam kekeliruan engkau yang dahulu.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Tetapi apabila pembawa berita gembira datang kepadanya dan meletakkan baju Yusuf ke mukanya, tiba-tiba dia kembali dapat melihat. Dia berkata, “Tidakkah aku mengatakan kepada kamu bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak tahu?”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Mereka berkata, “Ayah kami, mohonkanlah ampun untuk kami atas kesalahan-kesalahan kami; sesungguhnya kami bersalah.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;“Sungguh, aku akan meminta memohonkan ampun bagi kamu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagu Maha Penyayang.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Kemudian mereka berangkat ke Mesir untuk menemui Yusuf.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Maka, ketika mereka datang menemui Yusuf, dia membawa ibu dan ayahnya kepadanya, dan berkata, “Masuklah kamu ke Mesir, Insya Allah dalam keadaan aman.”&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Dan dia menaikkan ibu dan ayahnya ke atas singgasana; dan mereka yang lainnya jatuh bersujud kepadanya. Berkata, ‘Ayah, inilah arti mimpi saya yang dahulu; Sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kebenaran yang nyata. Dia telah berbuat baik kepadaku ketika Dia mengeluarkanku dari penjara, dan Dia mendatangkan kamu dari dusun setelah setan memecah-belah antara aku dan saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Halus (aturan-Nya) terhadap apa&amp;nbsp; yang Dia kehendaki; Sesungguhnya Dialah Yang Mengetahui lagi Yang Maha Bijaksana.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9165284390133610691-614993560427720732?l=death-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/614993560427720732/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/05/kisah-nabi-yusuf-as.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/614993560427720732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/614993560427720732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/05/kisah-nabi-yusuf-as.html' title='Kisah Nabi Yusuf AS'/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691.post-1712558396333196306</id><published>2011-04-18T05:06:00.001-07:00</published><updated>2011-04-18T05:06:42.942-07:00</updated><title type='text'>Mengangkat Tangan Ketika Berdoa</title><content type='html'>&lt;b&gt; Tentang Mengangkat Tangan Ketika Berdoa &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.  Diriwayatkan (dari Anas bin Malik r.a.) : Rasulullah Saw mengangkat   kedua tangannya seraya berkata, " Ya Allah! limpahkan kepada kami hujan,   Ya Allah! limpahkan kepada kami hujan, Ya Allah! limpahkan kepada kami   hujan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. : Nabi  Muhammad  Saw tidak pernah mengangkat kedua tangannya setiap kali berdoa  kecuali  istisqa dan ia mengangkat tangannya sedemikian rupa sehingga  ketiaknya  yang putih terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. (diriwayatkan dari  Salim) : Ibn Umar r.a. mengerjakan ramyu jamrah al-dunya  (jamrah di  dekat masjid Khaif) dengan tujuh batu kecil dan membaca  takbir setiap  kali melontar batu. ia kemudian pergi ke arah depan hingga  sejajar  dengan tanah tempat ia berdiri menghadap kiblat untuk waktu  yang lama  dan berdoa sambil mengangkat tangannya. kemudian ia  mengerjakan jamrah  al-Wustha  (jamrah yang tengah) dan kemudian pergi ke arah kiri menuju   tengah-tengah tanah, tempat ia berdiri menghadap kiblat. ia tetap   berdiri disana untuk waktu yang lama dan berdoa sambil mengangkat   tangannya. kemudian ia mengerjakan ramyu jamrah al-Aqabah  dari  pertengahan lembah, tetapi ia tidak berhenti di tempat tersebut  bahkan  langsung pergi dan berkata, "aku melihat Nabi Muhammad Saw  mengerjakan  yang seperti ini"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. diriwayatkan dari Abu Musa r.a. :   sekembalinya dari Perang Hunain, Nabi Muhammad Saw mengutus Abu Amir   sebagai komandan pasukan menuju Authas untuk menaklukan mereka. ia (Abu   Amir, dalam perang itu) bertemu dengan Duraid bin Alshima. Duraid   terbunuh dan Allah Swt mengalahkan kawan-kawannya. Nabi Muhammad Saw   mengutusku bersama Abu Amir. kaki Abu Amir terkenah panah yang   dilontarkan seorang laku-laki dari suku Jusyam. aku memburunya dan   berkata, "wahai paman, siapa yang memanahmu?"  ia menunjukkan Abu Musa   seraya berkata,"ia yang memanahku". maka ku datangi ia. ketika ia   melihatku, ia melarikan diri. aku mengejarnya sambil berteriak   memanggilnya, "tak punya malukah kamu, berhenti!" maka ia pun berhenti   lalu bertarung pedang satu lawan satu dengan ku. dan aku membunuhnya.   kemudian aku kembali dan berkata kepada Abu Amir, "Allah telah membunuh   pembunuhmu". Ia berkata," cabutlah anak panah ini" aku mencabutnya dan   darah menyembur dari lukanya. kemudian ia berkata, "wahai anak   saudaraku! sampaikan salamku kepada Rasulullah Saw dan mintalah ia   memohonkan ampunan (Allah) untukku".&lt;br /&gt;Abu Amir menunjukku sebagai komandan pengganti pasukan itu. beberapa saat ia masih bernapas, kemudian syahid.&lt;br /&gt;(kemudian)   aku kembali dan menemui Rasulullah Saw di rumahnya. kulihat Nabi   Muhammad Saw tengah berbaring di tempat tidurnya. kusampaikan kepada   Nabi Muhammad Saw perihal kami dan permintaan terakhir Abu Amir. Nabi   Muhammad Saw meminta air kemudian berwhudu dan mengangkat tangannya   seraya berkata : " Ya Allah ! ampunilah Ubaid Abu Amir" pada saat itu   kulihat ketiak Nabi Muhammad Saw yang putih. kemudian Nabi Muhammad Saw   berkata, "ya Allah ! jadikanlah ia (Abu Amir) lebih utama dibandingkan   mahluk hidup-MU yang lain pada hari kiamat."&lt;br /&gt;aku berkata,"maukah   engkau memintakan pula ampunan (Allah) untukku?" Nabi Muhammad Saw   kemudian berkata,"ya Allah ! ampunilah dosa-dosa Abdullah bin Qais (   nama lain Abu Musa al-Asy'ari) dan masukkan ia kedalam surga-MU pada   hari kiamat".&lt;span id="goog_1637707338"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1637707339"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9165284390133610691-1712558396333196306?l=death-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/1712558396333196306/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/04/mengangkat-tangan-ketika-berdoa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/1712558396333196306'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/1712558396333196306'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/04/mengangkat-tangan-ketika-berdoa.html' title='Mengangkat Tangan Ketika Berdoa'/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691.post-4083906212433204545</id><published>2011-04-07T02:29:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T02:29:17.889-07:00</updated><title type='text'>Arti Tenaga Dalam</title><content type='html'>&lt;b&gt;Tenaga dalam&lt;/b&gt; adalah suatu konsep yang populer di dalam masyarakat Melayu di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Asia_Tenggara"&gt;Asia Tenggara&lt;/a&gt; terutamanya di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia"&gt;Indonesia&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Malaysia"&gt;Malaysia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Tenaga dalam dianggap suatu tenaga &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt;  yang mempunyai kekuatan luarbiasa. Tenaga dalam dibedakan dari tenaga  luar manusia (yang biasanya disebut secara ringkas sebagai "tenaga"  saja) yang berbentuk tenaga fisik seperti kekuatan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otot"&gt;otot&lt;/a&gt; tangan mengangkat barang.&lt;br /&gt;Pada dasarnya setiap orang memiliki apa yang disebut dengan tenaga  dalam, hanya saja mereka tidak mengetahui bagaiman cara membangkitkan  atau mengembangkannya. Tenaga dalam itu itu sudah ada sejak manusia  dilahirkan. Tetapi tenaga itu masih pasif dan sewaktu-waktu akan bangkit  bila orang tersebut dalam keadaan panik, tidur berjalan, terhipnotis  atau ketakutan yang luar biasa.&lt;br /&gt;Contoh&amp;nbsp;: Seseorang yang takut kepada anjing akan memiliki kemampuan  yang luar biasa dalam berlari menghindari kejaran anjing yang berlari  cepat. Bila terdesak, orang tersebut dapat melompati tembok setinggi 2 m  dengan sekali lompat. Rasa takut yang berlebihan tersebut dapat  membangkitkan tenaga dalamnya yang sedang 'tidur'. Secara otomatis  tenaga dalam tersebut bangkit dan tersalur pada kedua kakinya yang  sedang dipergunakan untuk berlari, tetapi setelah berhasil menyelamatkan  diri kekuatan itu reda dan energi itu 'tidur' kembali. Kemudian orang  itu baru menyadari bahwa dirinya telah melakukan sesuatu yang luar  biasa.&lt;br /&gt;Orang yang sedang tidur berjalan dapat melakukan hal-hal yang luar  biasa dan tidak wajar apabila orang itu dalam keadaan sadar. Hal itu  bisa dilihat dari gerakan akrobatik ketika orang tersebut tidur  berjalan, seperti jalan di atas atap rumah atau mengigau tentang  kejadian yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;h2&gt;&lt;span class="mw-headline" id="Hawa_panas_dan_hawa_dingin"&gt;Hawa panas dan hawa dingin&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;Tenaga dalam membentuk getaran-getaran yang tersalurkan pada  urat-urat tubuh dan pembuluh-pembuluh darah apabila disalurkan.  Getaran-getaran energi ini berbeda-beda, ada yang panas dan ada yang  dingin, tergantung bagaiman cara orang itu berlatih. Energi panas  (positif) dan energi dingin (negatif). Ukuran bangkitnya tenaga dalam  yaitu dengan terasanya hawa hangat pada perut atau ulu hati. Hawa hangat  ini tidak terpencar-pencar dan bisa kita salurkan ke bagian tubuh  manapun yang kita mau. Makin lama hawa hangat itu semakin panas dan  menyalurkannya semakin gampang.&lt;br /&gt;Tenaga dalam ini apabila disalurkan pada suatu titik tertentu akan  membentuk kekuatan yang dapat dipergunakan untuk menghancurkan  benda-benda keras, pengobatan dan lain-lain. Energi inilah yang  dipergunakan oleh kalangan persilatan di dalam menambah mutu silatnya,  juga dapat dipergunakan sebagai senjata yang ampuh.&lt;br /&gt;&lt;div class="thumb tright"&gt; &lt;div class="thumbinner" style="width: 222px;"&gt;&lt;a class="image" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Berkelebat.jpeg"&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="thumbcaption"&gt; &lt;div class="magnify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="magnify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="magnify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="magnify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="magnify"&gt;&lt;a class="internal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Berkelebat.jpeg" title="Perbesar"&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="thumbcaption"&gt;Tenaga dalam untuk meningkatkan mutu silat&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;Tenaga dalam biasanya dikaitkan dengan aliran seni &lt;a class="mw-redirect" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bela_diri" title="Bela diri"&gt;bela diri&lt;/a&gt;  masyarakat Melayu. Dipercayai tenaga dalam ada pada diri semua manusia  namun perlu dibangkitkan dengan kaedah-kaedah tertentu antara lain:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Teknik pernafasan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Meditasi"&gt;Meditasi&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Latihan jurus.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Dalam lingkungan masyarakat China, tenaga dalam sangat bergantung pada aliran &lt;i&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Chi"&gt;chi&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;  dalam tubuh kita. Aliran chi adalah aliran tenaga adalah tenaga dari  alam dan tubuh kita yang menyatu. Ini juga tergantung pada keyakinan  Yin-Yang.&lt;br /&gt;Tujuan-tujuan membangkitkan tenaga dalam, di antara lain, adalah seperti berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Untuk kesehatan &lt;a class="new" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Mental&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1" title="Mental (halaman belum tersedia)"&gt;mental&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisik"&gt;fisik&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk bela diri jarak jauh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tenaga fisik menjadi jauh lebih kuat apabila tenaga dalam sudah  mencapai tingkat tertentu. Jadi bila dengan tenaga fisik biasa kita  hanya mampu mengangkat beban 50 kg, dengan dibantu penyaluran tenaga  dalam kita dapat mengangkat beban yang lebih berat dari itu.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk mempertajam panca indera. Jadi kelima panca indera mulai dari  penglihatan, pendengaran, penciuman, indera peraba dan perasa menjadi  lebih peka pada tingkatan tertentu ke atas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk membangkitkan indera keenam. Indera keenam yang lazim disebut  dengan Extra Sensory Perception (ESP) bila sudah bangkit maka firasat  kita akan menjadi tajam dan bisa mengetahui adanya bahaya sebelum  terjadi. Selain itu juga bisa mengetahui niat jahat seseorang hanya  dengan melihat sekilas raut wajah orang tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk menghancurkan benda-benda keras. Target kesanggupan memecahkan  benda keras tersebut tergantung dari tingkatan tenaga dalam yang  dikuasainya. Makin tinggi tenaga dalamnya, makin besar daya hancur  terhadap sasarannya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk meringankan tubuh.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk memperkuat memori otak.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Untuk perawatan penyakit terutama penyakit yang tidak dapat dirawat oleh ilmu kedokteran modern.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sebagian pengamal ilmu tenaga dalam mengatakan bahwa tenaga dalam  dapat dijelaskan secara ilmiah. Namun hingga kini, belum ada kajian yang  jelas secara ilmiah berkenaan tenaga dalam dan manfaatnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9165284390133610691-4083906212433204545?l=death-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/4083906212433204545/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/04/arti-tenaga-dalam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/4083906212433204545'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/4083906212433204545'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/04/arti-tenaga-dalam.html' title='Arti Tenaga Dalam'/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691.post-4851836434314635880</id><published>2011-03-22T03:39:00.001-07:00</published><updated>2011-03-22T03:39:51.826-07:00</updated><title type='text'>Cara Melihat Aura</title><content type='html'>&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;R&lt;/span&gt;amai orang menyangka aura seseorang  hanya dapat dilihat dengan kekuatan batin tingkat tinggi, atau dengan  bantuan khodam (jin dan makhluk halus). Yang lebih moden, aura dapat  dilihat dengan jelas menggunakan kamera khas. Tapi tahukah anda, aura  sebenarnya dapat dilihat dengan mata kasar. Tips di bawah ini akan  menerangkan cara-cara bagaimana untuk melihat aura seseorang. Namun  sebelum kita melangkah lebih jauh, ada baiknya kita lihat sejenak  mengenai apakah dan bagaimanakah sifat aura itu. Maksudnya agar kita  tidak tersalah pemahaman tentang aura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal penting yang berkaitan dengan aura :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura manusia selalu berubah-ubah sesuai dengan kematangan dan keperibadian seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura  manusia berwarna-warni sesuai dengan keperibadian dan kehidupan  seseorang. Masing-masing warna aura menunjukkan keperibadian yang  berbeza.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panjang pendeknya aura dapat dikesan dengan panca indera biasa seperti kulit ataupun dengan alatan pengesan aura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aura  seseorang dapat mempengaruhi serta dipengaruhi oleh persekitaran. Ia  dapat bertambah dan berkurang kerana faktor persekitaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa perkara yang dapat dilakukan agar pancaran aura seseorang tetap bersinar, diantaranya ialah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Makan makanan yang halal, baik dan tidak berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melakukan senaman dan olahraga yang cukup dan teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Memenuhi keperluan tubuh seperti mendapatkan udara segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Istirehat yang cukup, mengurangkan tabiat rokok, alkohol dan ubat terlarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menjauhi gerak hati, gerak fikir dan kegiatan-kegiatan yang negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Menjauhi sikap hati yang kasar, mudah marah sebaliknya membanyakkan rasa kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang,  mari kita melakukan latihan melihat aura. Sebelum melihat aura orang  lain, ada beberapa urutan latihan yang harus dilakukan untuk mendapatkan  hasil yang sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melihat Aura Dengan Jari Tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Carilah  tembok yang berwarna putih, lalu duduklah dengan tenang pada jarak 1/2  meter dari tembok. Ambil nafas sebanyak mungkin dan tahan selama  mungkin. Lakukan sebanyak 5 kali. Gosoklah kedua telapak tangan hingga  terasa hangat. Rapatkan masing-masing jari tangan kanan dan kiri saling  berpasangan. Letakkanlah kedua tangan yang masih berpasangan tadi 30 cm  di depan mata dengan latar belakang tembok berwarna putih.  Renggangkanlah perlahan-lahan kedua telapak tangan saling menjauh.  Perhatikanlah, antara kedua ujung jari tadi akan mengeluarkan garis  cahaya putih. Itulah aura yang memancar dari ujung jari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melihat Aura Dengan Telapak Tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tariklah  nafas dan gosokkanlah kedua telapak tangan seperti pada cara No. 1.  Tempelkanlah salah satu telapak tangan pada tembok yang berwarna putih.  Tariklah nafas, tahan dan hembuskanlah. Lepaskan telapak tangan dari  tembok. Amatilah bekas telapak tangan yang tertinggal ditembok. Itulah  aura yang memancar dari telapak tangan dan lama kelamaan akan larut  dalam aura alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melihat Aura Diri Sendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letakkanlah  cermin besar dihadapan kita. Duduklah dengan tenang. Usahakanlah latar  belakang tembok berwarna putih dan penerangan berupa lampu neon.  Tariklah nafas sebanyak mungkin dan tahanlah selama mungkin. Ulangilah  sebanyak 5 kali. Tataplah bayangan diri kita yang ada di cermin.  Pandangan mata diusahakan tidak melihat tubuh maupun bayangan tubuh,  namun lihatlah batas tepian kepala dengan latar belakang tembok. Setelah  pandangan mata kita terfokus, maka perlahan-lahan dari kepala dan bahu  akan keluar cahaya aura kita. Sinar yang pertama kali terlihat, biasanya  berwarna putih. Putih ini biasanya bukan merupakan warna aura kita yang  sesungguhnya, melainkan dari warna aura yang sesungguhnya. Tataplah  terus sampai kita melihat warna lain yang tidak berubah. Setelah  berhasil, mulailah untuk melihat aura orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Melihat Aura Orang Lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mintalah  bantuan seseorang yang akan menjadi objek untuk berdiri didepan tembok  yang berwarna putih. Usahakanlah penerangan di dalam ruangan dibuat  remang-remang atau redup. Berdirilah lebih kurang 3 meter di depan  objek. Fokuskanlah pandangan mata pada bagian tepi kepala dan bahu  objek. Perlahan-lahan akan keluar sinar aura dari tepi kepala objek.  Fokuskanlah pandangan pada seluruh tepian tubuh objek, maka seluruh  tubuh objek akan memancarkan warna aura.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9165284390133610691-4851836434314635880?l=death-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/4851836434314635880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/cara-melihat-aura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/4851836434314635880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/4851836434314635880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/cara-melihat-aura.html' title='Cara Melihat Aura'/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691.post-5743257345160804377</id><published>2011-03-22T03:37:00.001-07:00</published><updated>2011-03-22T03:37:16.281-07:00</updated><title type='text'>Sejarah Puasa</title><content type='html'>&lt;span style="color: red; font-size: large;"&gt;S&lt;/span&gt;ebenarnya puasa sudah menjadi salah satu ibadah yang  paling  terkenal di dunia sejak zaman dahulu. Mulai dari zaman manusia menyembah  kekuatan-kekuatan alam hingga roh-roh gaib, sampai mereka mengenal  tuhan-tuhan ‘baru’ yang diajarkan oleh para Nabi dan Biksu.&lt;br /&gt;Puasa semula dijadikan ajang untuk melatih diri agar lebih dekat  dengan Yang Maha melalui penderitaan menahan keinginan-keinginan  manusiawi. Puasa berlandaskan juga pada rasa ketidakberdayaan manusia di  hadapan tuhan-tuhannya. Lewat ‘penyiksaan’ itu, manusia yang  melakukannya merasa damai dan lebih tenang karena merasa sudah  menunjukan kepasrahan, merendah, kepada Sang Maha.&lt;br /&gt;Tokoh-tokoh filsafat Yunani menganjurkan para pengikutnya untuk  puasa. Puasa ini dianggap sebagai jalan untuk menyelami hakikat seorang  manusia sejati. Sebelum berperang, bangsa Romawi mempuasakan pasukannya  terlebih dahulu demi mendapatkan kemenangan. Suku Indian di Amerika  melakukan puasa demi mendapatkan ilham dan mempertajam penglihatan gaib  mereka. Sementara itu, di Mesir puasa dianggap sebagai salah satu bentuk  kesadaran atas kesalahan yang telah dilakukan.&lt;br /&gt;Para pendeta Hindu melakukan puasa setiap kali mereka akan menghadapi  sebuah upacara keagamaan. Hari Raya Nyepi di Bali dijalani dengan  menahan diri atas berbagai kegiatan. Tentunya ini juga sebuah bentuk  lain dari puasa. Biksu-biksu Budha juga sering melakukan puasa dalam  rangka introspeksi diri. Di samping itu, salah satu persyaratan ketat  untuk menjadi seorang Biksu adalah menjauhi berbagai hal duniawi.&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi melakukan puasa konon dalam tiga kesempatan.  Pertama, ketika bersiap melaksanakan tugas keagamaan. Kedua, saat-saat  duka. Ketiga, pada saat menghadapi kesulitan hidup sebagai bentuk  pertobatan kepada Tuhan. Meski tidak diakui sebagai perintah dari  Alkitab, namun umat Kristen juga melaksanakan puasanya sebagai bentuk  melepaskan diri dari keterikatan duniawi.&lt;br /&gt;Demikianlah puasa pada awalnya dalam sejarah dunia, kemudian mengalami  berbagai perubahan, dari mulai bentuk, waktu, dan jenis pantangan yang  dilakukan. Tujuannya pun kelak berubah menjadi tak lagi semata menghamba  pada penguasa alam semesta, melainkan memenuhi kebutuhan dan mengharap  keuntungan secara pribadi. Banyak yang melaksanakan puasa di kemudian  hari sebagai sarana memperbaiki kesehatan fisik, mendapatkan bentuk  tubuh ideal (langsing), atau sekedar menjelang pembedahan yang akan  dijalaninya di rumah sakit. Kelak puasa juga populer sebagai bentuk  protes terhadap keadaan yang terjadi di masyarakat sebagaimana yang  dilakukan oleh Mahatma Gandhi saat memprotes kekerasan yang merajalela  di India dan ‘puasa’ alias mogok makan yang dilakukan oleh para  mahasiswa atau aktivis yang tidak setuju dengan kebijakan pemerintah.&lt;br /&gt;Tak hanya manusia, hewan-hewan pun menjalani ‘puasa’ mereka  masing-masing. Ayam menjalani puasanya selama mengerami telur. Ular  berpuasa demi menjaga kesehatan kulitnya. Ulat berpuasa selama menjadi  kepompong hingga berubah jadi kupu-kupu. Beruang menjalani puasanya  selama musim dingin dengan membuat liang di dalam tanah.&lt;br /&gt;Ternyata puasa sudah menjadi bagian yang sedemikian dekatnya dengan  kehidupan makhluk-makhluk Allah di atas dunia. Tak heran kemudian jika  puasa menjadi hal yang sudah sedemikian lazimnya di tengah masyarakat  dunia khususnya Indonesia. Tentu saja, sebagai negara dengan minoritas  muslim terbesar di dunia, puasa di Indonesia lebih mewakili kegiatan  kalangan Muslim setiap Ramadhan tiba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9165284390133610691-5743257345160804377?l=death-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/5743257345160804377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/sejarah-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/5743257345160804377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/5743257345160804377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/sejarah-puasa.html' title='Sejarah Puasa'/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691.post-4100491032903832311</id><published>2011-03-21T02:29:00.000-07:00</published><updated>2011-03-21T02:29:18.095-07:00</updated><title type='text'>Wahyu di Gua Hira</title><content type='html'>&lt;b&gt; Wahyu di Gua Hira &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari  ‘Aisyah  r.a. : mula-mula wahyu Allah SWT diturunkan kepada Rasulullah  SAW dalam  bentuk mimpi-mimpi yang kebenarannya seterang cahaya siang  hari, lalu  kecintaan ber-&lt;i&gt;khalwat (mengasingkan diri) &lt;/i&gt;dilimpahkan  Allah SWT  kepadanya. Ia pergi berkhalwat di gua Hira tempat ia  beribadah kepada  Allah SWT terus menerus selama beberapa malam sebelum  kembali (atau ia  ingin berjumpa dengan) keluarganya. Ia membawa bekal  makanan untuk  persediaan dan pulang menemui Khadijah (istrinya) untuk  mengambil lagi  bekal makanan hingga wahyu secara tiba-tiba diturunkan  kepadanya pada  saat ia masih berada di gua itu. Malaikat datang  menemuinya dan  menyuruhnya untuk membaca. Nabi Saw. Menjawab, “aku  tidak bisa membaca.”  Nabi Saw. Meneruskan, “kemudian malaikat itu  memelukku (dengan kuat)  dan menekanku begitu keras hingga aku tidak  bisa bernapas. Kemudian ia  melepaskan aku dan menyuruh membaca, namun  kembali kujawab,”aku tidak  bisa membaca” lalu untuk ketiga kalinya ia  menangkap aku dan memelukku  dengan kuat, dan kemudian melepaskan  pelukannya dan berkata, &lt;b&gt;&lt;i&gt;“Bacalah  dengan nama Tuhanmu yang  menciptakan. Menciptakan manusia dari segumpal  darah. Bacalah! Tuhanmu  lah yang Maha Pemurah” (QS. Al Alaq {96}: 1-3). &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian  Rasulullah SAW pulang membawa wahyu itu dengan hati  yang gundah.  Setelah itu Nabi Saw. Pergi menemui Khadijah binti  Khuwailid r.a. dan  berkata,”selimuti aku!, selimuti aku!” dia menutupi  tubuhnya  dengan  selimut hingga rasa takutnya hilang dan setelah itu  menceritakan kepada  Khadijah apa yang telah terjadi (lalu berkata),”aku  takut sesuatu akan  terjadi padaku.” Khadijah menjawab,”Tak pernah! Demi  Allah, Allah  tidak akan pernah memberimu aib. Kau berbuat baik terhadap  sahabat dan  kerabat, menolong orang miskin dan papa, memuliakan tamumu  dan  memberikan bantuan kepada orang-orang yang ditimpa kemalangan.”&lt;br /&gt;kemudian  Khadijah mempertemukan Nabi Saw. Dengan sepupunya, Waraqah bin  Naufal  bin Abd’ Al ‘Uzza, yang pada masa jahiliyah menjadi pengikut  Nasrani  dan menulis (Kitab Injil) dengan bahasa Ibrani. Ia menulis Injil  dalam  bahasa Ibrani sebanyak yang diinginkan Allah. Ia telah uzur dan  matanya  telah buta. Khadijah berkata kepadanya, “sepupuku dengarkanlah  cerita  kemenakan laki-lakimu ini.” Waraqah bertanya, “Kemenakanku apa  yang  telah kau lihat”, Rasulullah SAW pun menjelaskan apa yang telah   dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://lh5.googleusercontent.com/-aW4-MASZEPw/TYcaO3laK8I/AAAAAAAAAAQ/2bAav0YcHeA/s1600/199499_10150182439228745_792973744_8181657_8082814_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh5.googleusercontent.com/-aW4-MASZEPw/TYcaO3laK8I/AAAAAAAAAAQ/2bAav0YcHeA/s1600/199499_10150182439228745_792973744_8181657_8082814_n.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah mendengan cerita Nabi Saw. Waraqah  berkata, “Ia  adalah malaikat yang sama (yaitu Jibril) yang diutus Allah  kepada Musa.  Seandainya aku masih muda dan hidup hingga datangnya masa  ketika kaummu  mengusirmu.” Rasulullah SAW bertanya, “apakah mereka  akan mengusirku?”  ia menjawab dengan tegas,”setiap orang (laki-laki)  yang datang dengan  sesuatu yang kau bawa, pasti dia akan dimusuhi; dan  seandainya aku hidup  hingga datangnya hari itu (ketika kau diusir)  niscaya aku akan  membelamu dengan seluruh kemampuanku”. Tetapi selang  beberapa hari  Waraqah meninggal dunia dan wahyu Illahi berhenti  sementara waktu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9165284390133610691-4100491032903832311?l=death-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/4100491032903832311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/wahyu-di-gua-hira.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/4100491032903832311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/4100491032903832311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/wahyu-di-gua-hira.html' title='Wahyu di Gua Hira'/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh5.googleusercontent.com/-aW4-MASZEPw/TYcaO3laK8I/AAAAAAAAAAQ/2bAav0YcHeA/s72-c/199499_10150182439228745_792973744_8181657_8082814_n.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691.post-204495768736002107</id><published>2011-03-18T19:22:00.000-07:00</published><updated>2011-03-18T19:22:17.238-07:00</updated><title type='text'>Melatih kepekaan dengan Tenaga Dalam</title><content type='html'>Hawa Panas dan Hawa Dingin.&lt;br /&gt;Sebuah tulisan menarik karya sahabat Bango samparan yang dapat  bermanfaat untuk teman-teman semua.&lt;br /&gt;Untuk merasakan aliran TD hawa panas dan hawa dingin, dapat dilakukan  dengan cara meditasi TD&lt;br /&gt;1. duduk bersila, dengan punggung dan kepala tegak, mata terpejam, kedua  tangan lurus bertumpu pada lutut.&lt;br /&gt;2. lakukan pernafasan dada, tarik nafas sebanyak mungkin melalui hidung  pelan-pelan, kemudian lepaskan pelan pelan (tanpa perlu melakukan  penahanan), sambil berusaha rileks (rahang rileks jangan kaku, lidah  jangan menyentuh langit-langit mulut, leher rileks tidak kaku, semua  anggota badan rileks tidak kaku).&lt;br /&gt;3. lakukan langkah 2 dengan 5-7 siklus&lt;br /&gt;4. berdoalah dalam hati dengan maksud meminta ijin kepada ALLAH untuk  mempergunakan Nur Illahi-nya.&lt;br /&gt;5. jika dalam keadaan mata terpejam, anda merasakan keberadaan seberkas  atau segumpal cahaya, yakinlah bahwa itu adalah Nur Illahi yang anda  minta.&lt;br /&gt;6. afirmasikan kepada diri anda untuk membuka cakra mahkota, kemudian  imajinasikan menarik seberkas atau segumpal cahaya itu masuk kedalam  tubuh anda melalui cakra mahkota yang telah anda niatkan membuka.&lt;br /&gt;7. imajinasikan terus cahaya itu masuk melalui cakra mahkota terus turun  melalui tulang sumsum, sampai berakhir di tulang ekor (cakra dasar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. ibaratkan tubuh anda adalah botol kosong, biarkan cahaya itu terus  mengalir dari cakra mahkota ke cakra dasar hingga seluruh tulang sum sum  anda penuh dengan Nur Illahi , dan dalam imajinasi anda tulang sumsum  nampak bercahaya (silver core).&lt;br /&gt;9. afirmasikan untuk menutup cakra mahkota, jika merasa tulang sumsum  sudah dipenuhi oleh Nur Illahi.&lt;br /&gt;10. berkonsetrasilah pada cakra dasar, afirmasikan energi cakra dasar  aktif (dalam imajinasi anda akan terlihat ujung tulang ekor anda akan  berkilau akibat terjadinya sinergi antara energi cakra dasar dan nur  illahi, dan ruangan sekitar tulang panggul anda tampak terang seperti  ada api yang menyala) alirkan energi itu kekedua tangan anda,  afirmasikan juga bahwa tangan anda akan terangkat kedepan sebatas dada  seiring dengan mengalirnya energi cakra kesana (biarkan tangan anda  terangkat dengan sendirinya jangan berusaha untuk mengangkatnya).&lt;br /&gt;11. rasakan sensasi panas mengalir di kedua tangan anda selama beberapa  menit.&lt;br /&gt;12. afirmasikan kedua tangan anda membentang kekanan dan kekiri sebatas  bahu. (setelah afirmasi tunggulah dengan sabar sampai tangan anda  bergerak sendiri membentang kekanan dan kekiri).&lt;br /&gt;13. afirmasikan energi cakra mahkota mengalir ke tangan kiri (tangan  kanan tetap dialiri oleh energi hawa panas dari cakra dasar).&lt;br /&gt;14. berkosentrasilah pada tangan sebelah kiri (beberapa menit), rasakan  perubahan sensasi dari hawa panas ke hawa dingin yang terjadi di tangan  kiri anda.&lt;br /&gt;15. afirmasikan kedua tangan anda terangkat berjajar keatas, afirmasikan  juga tangan kiri dialiri oleh energi dari cakra ajna (mata ilahi,  terletak diantara kedua alis), afirmasikan tangan kanan dialiri oleh  energi dari cakra seks. (tahan beberapa saat sambil merasakan, sensasi  hawa dingin semakin terasa mengalir di tangan kiri anda, sedangkan  sensasi panas semakin terasa mengalir di tangan kanan anda).&lt;br /&gt;16. jika sudah merasa cukup, kembali afirmasikan tangan anda turun dari  atas kepala kedepan dada dalam keadaan lurus. kemudian afirmasikan  energi cakra tenggorokan mengalir ketangan kiri anda, dan energi solar  plexus (3 jari dibawah pusar) mengalir ketangan kanan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. rasakan selama beberapa waktu (menit) sensasi hawa dingin semakin  terasa pada tangan kiri anda, dan sensasi hawa panas semakin terasa  ditangan kanan anda.&lt;br /&gt;18. berikutnya adalah fase perpindahan sensasi hawa panas dari tangan  kanan ke kiri dan sebaliknya.&lt;br /&gt;19. afirmasikan energi cakra tenggorokan mengalir ketangan kanan, dan  energi cakra solar plexus ketangan kiri. (mungkin akan terasa sedikit  tidak enak karena perpindahan itu)&lt;br /&gt;20. afirmasikan kedua tangan anda membentang kekanan dan kekiri, tahan  beberapa saat untuk merasakan perubahan hawa panas di tangan kiri dan  hawa dingin di tangan kanan.&lt;br /&gt;21. afirmasikan kedua tangan anda terangkat keatas, afirmasikan pula  energi cakra seks mengalir ketangan kiri, energi cakra ajna ketangan  kanan (rasakan hawa dingin semakin terasa di tangan kanan, dan hawa  panas semakin terasa ditangan kiri).&lt;br /&gt;22. afirmasikan kedua tangan anda lurus kedepan dada , afirmasikan pula  energi cakra dasar (ujung tulang ekor) mengalir ketangan kiri, energi  cakra mahkota ketangan kanan (tahan beberapa saat, rasakan hawa dingin  semakin terasa di tangan kanan, dan hawa panas semakin terasa ditangan  kiri).&lt;br /&gt;23. tempelkan telapak tangan anda kedada, dalam keadaan bersilangan,  rasakan sensasi hawa panas dan dingin menyebar keseluruh tubuh anda.&lt;br /&gt;24. akhiri meditasi anda dengan do’a penutup sebagai tanda syukur dan  terima kasih kepada sang pencipta.&lt;br /&gt;25. latihlah berulang-ulang sampai hawa dingin dan hawa panas yang  dialirkan betul betul kentara, hal ini kelak akan berguna, baik untuk  pengobatan maupun untuk pembentukan pukulan hawa dingin atau hawa panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latihan yang diberikan disini adalah awal dari segala kemampuan  kepekaan. ujung2nya bisa mengarah ke membukanya mata ketiga, dan  kemampuan2 intuitif lainnya.&lt;br /&gt;latihan tahap 1:&lt;br /&gt;1. gunakan napas biasa, berdoa pada tuhan. mohon kelancaran dan mohon  ridha tuhan.&lt;br /&gt;2. letakan dua tangan berhadap-hadapan di depan dada. tangan kiri  telapak menghadap&lt;br /&gt;kanan dan tangan kanan telapak menghadap kiri.&lt;br /&gt;2. ambil tenaga dalam dari dan tien. bayangkan ada bola putih berisi&lt;br /&gt;energi murni di bawah pusar, gerakan bola ke telapak tangan kanan.&lt;br /&gt;pecahkan bola dan bayangkan hawanya bergerak ke arah telapak tangan  kiri.&lt;br /&gt;coba rasakan hawa tenaga di telapak tangan kiri.&lt;br /&gt;latihan tahap 2:&lt;br /&gt;1. Lakukan seperti tahap 1. Bayangkan energi di dan tien berhawa panas.  Seharusnya&lt;br /&gt;telapak tangan kiri bisa merasakan hawa panas nya.&lt;br /&gt;1. seperti tahap 2. bayangkan energi di dan tien berhawa dingin.  Sekarang&lt;br /&gt;tangan kiri bisa merasakan hawa dingin.&lt;br /&gt;lakukan tahap 1 dan tahap 2 ini selama 2 minggu setiap hari tanpa  terputus.&lt;br /&gt;latihan tahap 3: mencari benda&lt;br /&gt;1. gunakan sebuah kotak korek api (atau benda lain), letakan kotak korek  api didepan Anda dan tutup mata.&lt;br /&gt;3. taruh tenaga di telapak tangan dan pancarkan.&lt;br /&gt;4. coba cari letak korek api dengan merasakan perbedaan pancaran tenaga&lt;br /&gt;antara ketika ada benda di depan telapak Anda dan tidak ada benda di  depan telapak Anda.&lt;br /&gt;tahap ini cukup susah. lakukanlah sampe Anda benar mahir. dan memiliki  tingkat&lt;br /&gt;keberhasilan 100%.&lt;br /&gt;latihan tahap 4: membedakan warna&lt;br /&gt;1. gunting 3 buah karton (ato kertas lain) yang warnanya berbeda-beda.&lt;br /&gt;2. tutup mata.&lt;br /&gt;3. taruh tenaga di telapak tangan dan pancarkan.&lt;br /&gt;4. letakan tangan ditas karton pertama, kedua kemudian ketiga.&lt;br /&gt;5. rasakan perbedaan pantulan tenaga di masing-masing karton.&lt;br /&gt;6. tes kepekaan membedakan warna Anda dengan bantuan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendukung latihan ini, lakukanlah dua jenis meditasi ini :&lt;br /&gt;1. meditasi kesadaran napas (diajarkan oleh master joe &amp;amp; master  blindman)&lt;br /&gt;• Duduk tegak senyaman mungkin, lebih baik pejamkan mata&lt;br /&gt;• Ucapkan istighfar atau permhonan ampun pada Allah Azza wa Jalla&lt;br /&gt;• Rasakan setiap tarikan dan hembusan nafas, anda hanya memberi  perhatian pada nafas anda dan menikmati setiap tarikan dan hembusan  nafas anda, tidak perlu mengatur nafas&lt;br /&gt;• Sadari bahwa anda sedang bernafas&lt;br /&gt;• Syukuri bahwa anda sedang bernafas&lt;br /&gt;2. meditasi kesadaran penuh (diajarkan oleh praktisi taichi kosana)&lt;br /&gt;Duduk tegak senyaman mungkin, lebih baik pejamkan mata&lt;br /&gt;Ucapkan istighfar atau permhonan ampun pada Allah Azza wa Jalla&lt;br /&gt;Rasakan keberadaan kepala, badan dan tangan dan seluruh anggota tubuh  Anda. rasakan kehadiran anda di tubuh anda.&lt;br /&gt;rasakan kepala, bahu, terus turun kebawah hinggaa kaki. carilah bagian  yang terasa tegang. lepaskan ketegangan dari bagian itu.&lt;br /&gt;rasakan terus apa yg terjadi ditubuh Anda.&lt;br /&gt;lakukan masing-masing meditasi tadi minimal 15 menit sehari. meditasi  lebih dari 1 jam bisa membuat praktisi berhalusinasi. hehehe. Insya  Allah setelah 3-4 bulan latihan, apalagi bila ditambah puasa dan membaca  surat Al-Anam 103 (dari bro Rahsa) hasilnya akan oke punya…&lt;br /&gt;self-healing dengan Al-Fatihah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9165284390133610691-204495768736002107?l=death-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/204495768736002107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/melatih-kepekaan-dengan-tenaga-dalam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/204495768736002107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/204495768736002107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/melatih-kepekaan-dengan-tenaga-dalam.html' title='Melatih kepekaan dengan Tenaga Dalam'/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691.post-9137351268732810755</id><published>2011-03-18T05:29:00.000-07:00</published><updated>2011-03-18T05:29:59.799-07:00</updated><title type='text'>ASTRAL PROJECT</title><content type='html'>Sekarang saya akan membahas tentang yang namanya &lt;b&gt;Astral Project&lt;/b&gt; ..&lt;br /&gt;Apa itu Astral Project ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;Astral Project &lt;/b&gt;adalah suatu  keadaan di mana jiwa kita melakukan perjalanan sendiri ke tempat lain,  terpisah dari tubuh kita. Tapi ini bukan suatu mimpi, karena jika  ditilik, jiwa kita benar-benar berada di tempat lain tersebut, dan bisa  melakukan suatu aktivitas di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Cara melakukan Astral Projection :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;WARNING : Metode Astral Projection di bawah ini hanya bisa diterapkan  pada diri sendiri. Membuat orang lain melakukan "Astral Projection"  memerlukan kemampuan yang sangat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Metode Astral Projection :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anda harus berada dalam kondisi "relaksasi yang sangat dalam". Maka  berbaringlah, dan mulailah untuk mengencangkan, lalu meregangkan  otot-otot anda, mulai dari otot kaki hingga otot wajah. Tenangkan  pikiran anda, pejamkan mata anda, tapi jangan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Setelah anda mencapai kondisi "relaksasi yang sangat dalam", kini  saatnya untuk mengontrol nafas anda. Bernafaslah dengan pelan dan dalam,  rasakan tiap tarikan nafas yan masuk dan keluar dari dalam tubuh anda.  Lakukan terus hal ini sampai anda merasa telah memasuki alam relaksasi  anda lebih dalam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pada poin ini, ada dua hal yang harus anda perhatikan. Tubuh anda  yang asli, dan tubuh astral anda. Jika anda merasa bahwa tubuh asli anda  semakin berat dan semakin berat, inilah saatnya untuk membentuk tubuh  astral anda. Bentuk tubuh astral anda dengan membayangkan benda-benda  yang sangat ringan seperti gelembung sabun atau bulu. Rasakan  benda-benda tersebut mulai naik ke atas, meninggalkan tubuh anda.  Rasakan bahwa anda akan melayang ke atas, dan menjadi sangat-sangat  ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anda dinyatakan berhasil mencapai tahap ini jika berhasil menciptakan  suatu "infra merah", yang membuat segalanya yang sebelumnya gelap  gulita mulai tampak detailnya. Anda mungkin akan merasa berada di sebuah  ruang yang disinari cahaya ungu. Teruslah berkonsentrasi, buat  cahaya-cahaya yang menerangi ruangan jauh lebih terang dari sebelumnya.  Cobalah untuk berkonsentrasi pada suatu objek yang anda bayangkan ada di  ruangan tersebut, misalkan bulan atau gambar. Jika berhasil, mata anda  akan terasa sangat berat dan terpejam, namun anda tetap melihat  segalanya dengan sangat jelas. Pada tahap ini, jangan kaget jika saat  melihat ke bawah, anda menemukan tubuh anda sedang tertidur lelap. Jika  hal ini sudah terjadi, selamat! Astral Projection anda telah berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Fakta seputar Astral Projection :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;- Astral Projection sangat jarang langsung berhasil pada percobaan  pertama. Biasanya seorang "Astral Projector" profesional pun memerlukan 2  sampai 3 kali percobaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Penghalang terbesar suksesnya Astral Projection sebenarnya adalah alam  sadar anda, yang tanpa anda sadari selalu mencoba mencegah terbelahnya  tubuh anda ke tubuh nyata dan tubuh astral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;acronym title="Hipnotis/Hypnosis"&gt;Hipnotis&lt;/acronym&gt; dan musik berjenis "binaural beats" dapat mempermudah anda mencapai alam relaksasi yang sangat dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Semua orang dilahirkan dengan kemampuan untuk melakukan Astral Projection&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penjelasan Ilmiah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori Fisika Kuantum Modern (Masih menjadi perdebatan antar ilmuwan) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Sinar-sinar photon yang dipancarkan melalui suatu medium tertentu tidak  selamanya penuh, namun kadang terputus-putus. Hal ini sebenarnya  membuktikan bahwa ada interferensi dari sinar-sinar photon di dimensi  waktu yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Konsep ini pun berkembang ke teori tentang benda yang lebih padat.  Beberapa orang menganggap bahwa waktu bukanlah sesuatu yang linear.  Artinya, tidak ada "masa lalu", "masa kini", "masa depan", "kehidupan",  ataupun " kematian". Sebenarnya, ada BANYAK DIRI KITA yang hidup dalam  berbagai dimensi dalam waktu yang bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Ibaratnya sebuah dokumen yang dikirim via fax ke tempat lain,  sebenarnya kita selama ini hanya melakukan "perjalanan antar dimensi",  dari masa kecil hingga saat ini. Perjalanan ini akan terus berputar  dalam satu siklus. Seperti dokumen yang dikirim lewat mesin fax, dokumen  aslinya tidak pernah hancur dan masih bisa difax-kan lagi ke tempat  lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Artinya, para ilmuwan tersebut ingin mengatakan bahwa sebenarnya  kematian itu tidak ada. Kita memang mati di satu dimensi, namun di  dimensi-dimensi yang lainnya kita akan terus hidup, dan terus melakukan  perjalanan antar dimensi.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9165284390133610691-9137351268732810755?l=death-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/9137351268732810755/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/astral-project.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/9137351268732810755'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/9137351268732810755'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/astral-project.html' title='ASTRAL PROJECT'/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691.post-5251228970891909024</id><published>2011-03-16T19:24:00.000-07:00</published><updated>2011-03-16T19:24:38.919-07:00</updated><title type='text'>IDM Portable</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-cbvYaU9_XkQ/TYFvSi1StXI/AAAAAAAAAAM/fQ1VwG5PEpA/s1600/idm-internet-download-manager1.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://lh6.googleusercontent.com/-cbvYaU9_XkQ/TYFvSi1StXI/AAAAAAAAAAM/fQ1VwG5PEpA/s200/idm-internet-download-manager1.jpg" width="183" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;i style="color: #444444;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;strong style="font-family: inherit;"&gt;Internet Download Manager&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="color: #999999;"&gt; &lt;/span&gt;atau sering disingkat &lt;strong&gt;IDM&lt;/strong&gt;  adalah tool downloader yang cukup menarik. Karena mempunyai banyak  fitur-fitur yang menggiurkan, antara lain mempercepat download hampir  500% atau 5 kali lipat dari biasa, bisa resume, schedule download, dan  masih banyak lagi. Tool ini sering saya gunakan, selain filenya  terhitung kecil, cuman 1 file &lt;em&gt;(gak usah install yang perlu space  gede)&lt;/em&gt;, langsung jalan.&lt;br /&gt;Sesuai dengan namanya &lt;strong&gt;PORTABLE&lt;/strong&gt;, file ini bisa  disimpen di Flash Disk dan bisa dibawa kemana-mana. Mau ke warnet orang,  warnet tetangga, hot spot, tetep OK.&lt;br /&gt;Gak usah khawatir jika komputer hank atau listrik mati. Gak usah  install lagi &lt;em&gt;(biasanya warnet dipasangi deepfreze)&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;KEUNGGULAN IDM PORTABLE :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt; Tinggal dobel klik &lt;strong&gt;Portable_IDM.exe&lt;/strong&gt;  dan siap dipake untuk download” &lt;em&gt;(ikuti petunjuk penting)&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt; File yang didownload otomatis tersimpan di  flashdisk.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt; Banyak fitur-fitur bagus yang ada dalam &lt;strong&gt;IDM&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt; Listrik mati atau komp hank, file dapat dilanjutkan &lt;em&gt;(resume)&lt;/em&gt;,  tanpa mengulang dari awal.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt; Telah dicoba dan sukses mendownload file tanpa  korup/rusak :&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt; Ada fitur tambahan yg ada dalam Portable IDM ini :&lt;br /&gt;* install IDM ke komputer.&lt;br /&gt;* uninstall IDM yang ada di komputer dengan bersih.&lt;br /&gt;* update IDM yang digunakan Portable IDM.&lt;br /&gt;* export &amp;amp; import pengaturan dan data download.&lt;br /&gt;* dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt; Anda dapat mengupdate IDM yang digunakan tanpa harus  mendownload Portable IDM ini lagi &lt;em&gt;(lihat Petunjuk Update IDM)&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8.&lt;/strong&gt; Jika dijalankan di komputer&lt;em&gt; (bukan komp warnet)&lt;/em&gt;,  hampir tidak meninggalkan file dan registry sampah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mendownload klik link dibawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mediafire.com/?01jm4q9cnf8ot8d"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9165284390133610691-5251228970891909024?l=death-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/5251228970891909024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/idm-portable.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/5251228970891909024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/5251228970891909024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/idm-portable.html' title='IDM Portable'/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-cbvYaU9_XkQ/TYFvSi1StXI/AAAAAAAAAAM/fQ1VwG5PEpA/s72-c/idm-internet-download-manager1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9165284390133610691.post-4308562808161753207</id><published>2011-03-16T07:13:00.001-07:00</published><updated>2011-03-16T19:24:50.954-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Ini Blog Terbaru Gue Jadi Gue Mohon Bimbingannya Yah ..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9165284390133610691-4308562808161753207?l=death-city.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://death-city.blogspot.com/feeds/4308562808161753207/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/blog-terbaru-gue.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/4308562808161753207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/9165284390133610691/posts/default/4308562808161753207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://death-city.blogspot.com/2011/03/blog-terbaru-gue.html' title=''/><author><name>Death</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14310430465510191936</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/-jBQOWTZd_9Y/TZ2CPAQCjCI/AAAAAAAAAAY/mMHDSPRlFuY/s220/41175_150990078254454_100000303893944_334544_5170098_n.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
